New Policy: KKP gandeng mitra konservasi ajak masyarakat jaga laut

KKP dan Mitra Konservasi Gelar Kegiatan Kolaboratif untuk Mengajak Masyarakat Jaga Laut

New Policy – Minggu (7/6), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melangsungkan perayaan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 di Peninsula Island, The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Acara ini merupakan upaya bersama dengan sejumlah mitra konservasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan laut. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dan organisasi lokal dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam bawah laut.

Peringatan Kedua Hari Laut Nasional

World Ocean Day yang diperingati setiap 8 Juni bertujuan untuk menyoroti peran laut dalam kehidupan manusia dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kualitasnya. Sementara Coral Triangle Day, yang jatuh pada 11 Mei, menekankan pentingnya konservasi terumbu karang sebagai salah satu ekosistem paling vital di dunia. KKP memilih menggabungkan dua peringatan ini sebagai strategi untuk memperluas dampak edukasi lingkungan laut di masyarakat.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai organisasi seperti

Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan (BPPK), Perhimpunan Konservasi Alam (PKA), serta komunitas nelayan lokal di Bali. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan program-program konservasi yang dirancang untuk mengurangi limbah plastik, melindungi spesies laut langka, dan meningkatkan partisipasi publik dalam aktivitas ramah lingkungan.

Melalui serangkaian workshop dan demonstrasi praktis, peserta diberi kesempatan untuk memahami ancaman yang dihadapi laut, mulai dari polusi hingga perubahan iklim. KKP juga menekankan peran pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.

Inisiatif Laut Bebas Sampah

Salah satu program yang diperkenalkan adalah

Laut Bebas Sampah (Sebasah), yang dirancang untuk menggerakkan masyarakat dalam mengurangi pembuangan sampah ke laut. Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara menyatakan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, tetapi juga membangun kesadaran tentang dampak lingkungan dari kebiasaan sehari-hari.

Menurut Koswara, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah kunci untuk mencapai tujuan konservasi jangka panjang. “Dengan memperkenalkan pola hidup yang ramah lingkungan, kita bisa mengurangi kerusakan ekosistem laut secara signifikan,” ujarnya.

Program Sebasah mencakup berbagai inisiatif, seperti pelatihan pengelolaan sampah di daerah pesisir, kerja sama dengan pengusaha lokal untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta pengadaan fasilitas pengumpulan sampah di pantai. Koswara juga mengungkapkan bahwa KKP akan berkoordinasi dengan universitas dan lembaga penelitian untuk mengevaluasi efektivitas program ini secara berkala.

Peran Komunitas dalam Konservasi

Acara di Peninsula Island menampilkan beberapa proyek komunitas yang telah berhasil mengurangi dampak lingkungan. Misalnya, kelompok nelayan di daerah Kuta telah mengadopsi teknik penangkapan yang lebih ramah lingkungan, sementara koperasi wisatawan lokal mengimplementasikan sistem daur ulang yang efektif. “Keterlibatan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan konservasi laut,” tambah Koswara, menyoroti pentingnya partisipasi aktif dari berbagai kalangan.

Menurut data KKP, peningkatan kesadaran masyarakat di Bali telah menghasilkan penurunan 15% limbah plastik yang masuk ke laut selama setahun terakhir. Namun, Koswara menegaskan bahwa hasil ini masih perlu ditingkatkan melalui kolaborasi yang lebih intensif. “Kami membutuhkan dukungan lebih besar dari semua pihak untuk mencapai visi laut yang bersih dan lestari,” katanya.

Dalam upacara pembukaan, hadir pula tokoh lingkungan laut internasional yang memberikan masukan tentang pengelolaan sumber daya laut di tengah tantangan global. Mereka menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi aktivitas perikanan dan pelindungan terumbu karang. Koswara juga menyampaikan bahwa KKP akan meluncurkan inisiatif baru dalam tahun ini, termasuk penggunaan teknologi pengurangan polusi serta pembangunan kawasan konservasi yang lebih luas.

Acara ini diakhiri dengan serangkaiann peluncuran program-program baru dan penandatanganan kerja sama antara KKP dengan berbagai pihak. Seluruh peserta berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut sepanjang tahun. “Kita tidak hanya menikmati manfaat laut, tetapi juga bertanggung jawab untuk menjaga keberlanjutannya,” kata Koswara menutup sambutan di acara tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap dua hari laut nasional, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkuat kerja sama antarlembaga. Dengan berbagai inisiatif yang digulirkan, KKP berharap masyarakat Indonesia, terutama di Bali, dapat menjadi contoh dalam menjaga ekosistem laut yang hijau dan sehat.

Reporter: Rita Laura, Soni Namura, Ahmad Faishal Adnan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *