Visit Agenda: KAI tambah perjalanan LRT Sumsel saat HUT Ke-1.343 Kota Palembang
KAI Tambah Perjalanan LRT Sumsel untuk Mendukung Perayaan HUT Kota Palembang
Visit Agenda – Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi pusat perhatian dalam rangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1.343 yang digelar pada bulan Juni 2026. Untuk memastikan aksesibilitas transportasi yang optimal selama acara ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bekerja sama dengan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memperpanjang jadwal operasional Lintas Raya Terpadu (LRT) Sumsel selama empat hari. Penyesuaian ini dirancang agar kebutuhan masyarakat meningkatkan mobilitas selama acara HUT dan pameran Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo Tahun Ke-7 dapat terpenuhi secara maksimal.
Penambahan Jadwal Operasional untuk Masa Puncak Perayaan
Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas operasional LRT Sumsel akan berlaku dari 25 hingga 28 Juni 2026. Penyesuaian ini terkait dengan peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan terjadi selama kegiatan perayaan. “Kami memperpanjang jam operasional LRT Sumsel agar masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa hambatan transportasi,” ujarnya.
“Momentum Hari Ulang Tahun Kota Palembang menjadi salah satu momen yang diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, KAI bersama BPKARSS menghadirkan penambahan jam layanan operasional LRT Sumsel agar masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan lebih nyaman tanpa khawatir terhadap ketersediaan transportasi umum,” jelas Aida Suryanti.
Pada 25 hingga 27 Juni, operasional LRT Sumsel dimulai lebih awal pada pukul 05.06 WIB dan berakhir lebih lambat hingga pukul 23.58 WIB. Dalam periode ini, jumlah perjalanan ditingkatkan dari 94 menjadi 98 per hari. Perubahan ini memungkinkan penumpang lebih fleksibel dalam mengatur waktu keberangkatan dan kedatangan. Layanan terakhir dari Stasiun DJKA menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II berlangsung hingga pukul 22.34 WIB, dengan penumpang tiba di Stasiun Bandara pada pukul 23.13 WIB. Sementara perjalanan balik dari Bandara ke Stasiun DJKA dimulai dari Stasiun Asrama Haji pada pukul 23.20 WIB, dengan penyelesaian operasional di Stasiun DJKA pada pukul 23.58 WIB.
Di hari terakhir, yaitu Minggu (28/6), jumlah perjalanan LRT Sumsel meningkat lebih lanjut. Dalam hari tersebut, layanan di lintas Stasiun DJKA-Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ditingkatkan menjadi 102 perjalanan, dengan tambahan delapan perjalanan atau empat kali pergi dan pulang. Penyesuaian ini diperkirakan akan melayani kebutuhan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam acara akhir perayaan, terutama di sekitar kawasan Bandara dan pusat kota.
Manfaat Penggunaan Transportasi Umum untuk Pengurangan Emisi
Penambahan jadwal LRT Sumsel tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon. Sebagai sistem transportasi berbasis rel listrik, LRT Sumsel lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum, yang diharapkan dapat mengurangi polusi udara dan mendorong penggunaan energi terbarukan.
Aida Suryanti menegaskan bahwa KAI dan BPKARSS terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi umum. “Dengan perjalanan LRT Sumsel yang diperluas, masyarakat dapat mengakses berbagai kegiatan perayaan dengan lebih cepat, aman, dan tanpa rasa kewalahan. Penggunaan transportasi publik juga merupakan bentuk partisipasi nyata dalam menjaga lingkungan hidup,” tuturnya.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan penambahan layanan operasional LRT Sumsel sebagai pilihan transportasi utama selama perayaan HUT Kota Palembang. Selain memberikan perjalanan yang aman, nyaman, bebas kemacetan, dan tepat waktu, penggunaan transportasi publik juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum,” jelasnya.
Keberhasilan pengoperasionalan LRT Sumsel selama periode HUT menunjukkan komitmen KAI dalam memperkuat sistem transportasi perkotaan yang modern dan berkelanjutan. LRT Sumsel tidak hanya mempercepat akses antar wilayah, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor pribadi. Dengan perjalanan yang terjadwal secara lebih intens, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas ini sebagai alat transportasi utama.
Persiapan untuk Keberlanjutan Sistem Transportasi
Peningkatan layanan LRT Sumsel selama HUT Kota Palembang menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam memperbaiki infrastruktur transportasi perkotaan. Rangkaian perjalanan yang lebih luas diperkirakan akan menarik minat lebih banyak penumpang, terutama pada hari-hari khusus seperti acara tahunan. “Kami berharap keberhasilan ini menjadi dasar untuk mengembangkan transportasi umum yang lebih efisien di masa depan,” tambah Aida Suryanti.
Di sisi lain, peningkatan jumlah perjalanan juga menunjukkan kemampuan sistem LRT Sumsel dalam menyesuaikan diri dengan permintaan yang berubah-ubah. Dengan jadwal operasional yang diperpanjang dan penambahan frekuensi, layanan ini berpotensi menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Palembang. Aksesibilitas yang lebih baik diperkirakan akan mendorong partisipasi lebih luas dalam berbagai kegiatan, baik yang terkait dengan HUT kota maupun acara kultural lainnya.
KAI Divre III Palembang terus berupaya memperbaiki kualitas layanan, termasuk dalam hal kecepatan, keandalan, dan kenyamanan. Sistem LRT Sumsel dirancang untuk menjadi pilihan transportasi yang terjangkau dan efektif, terutama untuk kebutuhan masyarakat yang bergerak antar wilayah dalam waktu singkat. Dengan berbagai perubahan yang dilakukan, diharapkan masyarakat lebih percaya dan memilih LRT Sumsel sebagai alternatif transportasi yang lebih baik.
Dalam jangka panjang, KAI bersama BPKARSS berkomitmen untuk memperkuat kemitraan dalam pengelolaan transportasi. Penggunaan rel listrik di LRT Sumsel menjadi contoh nyata bagaimana teknologi modern dapat diintegrasikan dalam pelayanan publik. Selain itu, peningkatan jumlah perjalanan juga diharapkan mendorong pengurangan keterlambatan dan memperbaiki kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan sistem transportasi ini.
Kota Palembang, dengan perayaan HUT yang digelar sekaligus kegiatan pamer