Key Strategy: Pengamat nilai panas bumi jadi opsi strategis jaga keandalan listrik

Pengamat Nilai Panas Bumi sebagai Opsi Strategis untuk Meningkatkan Ketahanan Listrik Nasional

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik di Indonesia, seorang pengamat energi bernama Feiral Rizky Batubara menyoroti pentingnya memanfaatkan sumber daya panas bumi sebagai salah satu solusi utama. Menurutnya, PLTP memiliki karakteristik yang stabil dan dapat beroperasi sepanjang hari, sehingga menjadi pilihan yang sangat strategis dalam memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional. Ini penting terutama dalam menghadapi risiko terjadinya pemadaman listrik besar-besaran atau blackout, yang sering kali memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Potensi Panas Bumi dalam Memperkuat Sistem Kelistrikan

Feiral menekankan bahwa panas bumi memainkan peran krusial dalam menopang keandalan pasokan energi. Sumber daya ini tidak bergantung pada kondisi cuaca, sehingga bisa menjadi pilihan utama untuk mengurangi risiko gangguan sistem kelistrikan yang berulang. Karena dapat berfungsi sebagai baseload, panas bumi cocok untuk diintegrasikan ke dalam jaringan listrik nasional, terutama dalam kondisi kebutuhan energi yang meningkat.

Dalam pernyataannya, Feiral mengatakan, “Panas bumi bisa menjadi salah satu opsi strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional, terutama sebagai bagian dari antisipasi risiko blackout. Karakteristiknya stabil, dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada cuaca, dan bisa berperan sebagai baseload di sistem kelistrikan,”

Kemampuan panas bumi untuk beroperasi secara konsisten menunjukkan bahwa sumber energi ini memiliki daya tahan yang tinggi dibandingkan sumber energi lainnya. Hal ini menjadikannya sebagai pilihan ideal dalam memastikan pasokan listrik tetap terjaga meski terjadi gangguan di sumber energi lain, seperti angin atau matahari. Selain itu, penyebaran potensi panas bumi di berbagai wilayah Indonesia, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua, memberikan peluang besar untuk mengembangkan infrastruktur listrik secara merata.

Menurut Feiral, keandalan sistem kelistrikan nasional bisa ditingkatkan dengan memperluas penggunaan panas bumi sebagai bagian dari portfolio energi. Dengan daya tahan yang lebih baik, sumber energi ini bisa mengurangi ketergantungan pada energi fosil, yang sering kali menjadi penyebab kekhawatiran tentang ketersediaan pasokan listrik. Jika dibangun secara optimal, PLTP bisa menjadi penyangga yang sangat efektif dalam menghadapi situasi darurat.

Tantangan dalam Pengembangan Panas Bumi

Feiral juga mengungkapkan bahwa meskipun potensi panas bumi sangat besar, pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan. Salah satu tantangan utama adalah investasi awal yang tinggi, karena memerlukan pendanaan signifikan untuk pengeboran dan pembangunan infrastruktur. Proses perizinan yang rumit dan kesiapan jaringan transmisi serta distribusi listrik juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

“Karena itu, diperlukan dukungan kebijakan yang lebih kuat, mulai dari skema pembagian risiko eksplorasi, penyediaan pembiayaan jangka panjang, penyederhanaan proses perizinan, hingga sinkronisasi antara pengembangan pembangkit dan perencanaan jaringan listrik nasional,” ujarnya.

Feiral menambahkan bahwa penggunaan panas bumi tidak bisa terpisahkan dari upaya penguatan jaringan listrik secara keseluruhan. Untuk memastikan PLTP bisa berfungsi maksimal, pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur transmisi dan distribusi serta meningkatkan cadangan daya. Sistem penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage System (BESS) juga diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan ini.

Dari total cadangan panas bumi Indonesia sebesar 24 gigawatt (GW) atau sekitar 40 persen dari cadangan dunia, hanya sekitar 2,7 GW yang telah dimanfaatkan hingga saat ini. Ini menunjukkan bahwa masih ada ruang pengembangan yang besar, termasuk dalam mengejar tambahan kapasitas sekitar 2,5 GW dalam 10 tahun ke depan. Jika target tersebut tercapai, maka panas bumi akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat bauran energi nasional.

Kebutuhan Investasi dan Peningkatan Kapasitas

Feiral menyoroti bahwa keandalan sistem kelistrikan nasional tidak hanya bergantung pada jumlah kapasitas yang tersedia, tetapi juga pada ketersediaan investasi yang tepat. Ia menekankan bahwa pengembangan PLTP memerlukan strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan, termasuk pengaturan tarif energi yang kompetitif dan keterlibatan pihak swasta dalam mengelola proyek ini.

Salah satu perhatian utama Feiral adalah bahwa penggunaan panas bumi harus diiringi dengan perencanaan yang matang. Misalnya, proses eksplorasi dan pengembangan PLTP perlu dikoordinasikan dengan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi. Hal ini sangat penting untuk menghindari ketidakselarasan antara lokasi sumber daya dan kebutuhan distribusi listrik di daerah-daerah yang terpencil.

Langkah Kebijakan untuk Mendukung Pengembangan

Untuk mencapai target pengembangan panas bumi hingga 5,2 GW dalam RUPTL 2025–2034, Feiral menilai bahwa pemerintah harus memperkuat kebijakan energi secara bersinergi dengan sektor peman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *