What Happened During: Bayang-bayang trauma kembali menghantui Arsenal
Bayang-bayang trauma kembali menghantui Arsenal
Jakarta – Tahun ini, Arsenal kembali menghadapi situasi yang familiar: menduduki puncak klasemen Liga Inggris selama berbulan-bulan, namun terancam menjadi runner-up di akhir musim. Dalam lima musim terakhir, tim ini dua kali mencatatkan posisi teratas di klasemen Natal, tetapi selalu gagal mempertahankannya hingga akhir. Trauma kegagalan kini kembali menghiasi. Pada musim 2022/2023 dan 2023/2024, Manchester City menjadi penyebabnya. Tahun ini, ‘hantu’ tersebut kembali muncul.
Dalam sebulan, keunggulan 9 poin Arsenal di puncak klasemen lenyap setelah City mengalahkan Burnley di Turf Moor, Kamis, menyamai poin 70 yang mereka kumpulkan. Kemenangan itu membuat City mengkudeta peringkat sementara karena mencetak 66 gol, lebih banyak daripada 63 gol Arsenal. Meski kemenangan berlangsung tipis, skor tersebut memicu rasa sakit yang lebih dalam bagi Arsenal. Kemenangan itu cukup untuk menggeser mereka dari posisi teratas klasemen sementara.
Kemenangan tersebut juga membawa Arsenal mengalami dua kekalahan beruntun dari City dalam empat hari. Mereka kalah 1-2 dalam pertandingan ‘title race’ di Etihad, Minggu. Empat hari setelahnya, City meraih tiga poin dari Burnley dengan skor 1-0, menyakiti Arsenal kembali. Ironisnya, di antara sepuluh musim