Meeting Results: Wamen P2MI tekankan pentingnya adaptasi global-kemampuan bahasa asing

Wamen P2MI: Adaptasi Global dan Penguasaan Bahasa Asing Jadi Kunci Sukses Lulusan

Malang, Selasa – Pidato Ilmiah di Wisuda ke-122 UMM

Meeting Results – Dalam pidato ilmiahnya di acara wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diadakan di Hall Dome, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menggarisbawahi pentingnya lulusan perguruan tinggi mampu beradaptasi di tingkat global serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Ia menegaskan bahwa dunia kerja saat ini semakin dinamis, dan para lulusan harus siap menghadapi perubahan yang terus-menerus. Menurut Wamen Dzulfikar, pengaruh teknologi, AI, dan transformasi pasar tenaga kerja global memaksa institusi pendidikan tidak hanya fokus pada pemenuhan standar akademik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Dalam sesi pembukaan, ia menyampaikan bahwa kemampuan adaptasi menjadi elemen penting dalam membangun daya saing lulusan. “Lulusan masa kini dituntut lebih adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi, khususnya AI, telah mengubah cara kerja di berbagai sektor. Hal ini memaksa para mahasiswa dan lulusan untuk terus belajar dan memperluas kapasitas diri agar tidak tertinggal dalam persaingan global. “Karena itu, bersyukurlah berada di kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun resiliensi, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan menghadapi perubahan,” kata Wamen Dzulfikar.

“Lulusan masa kini dituntut lebih adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” ujar Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla saat menyampaikan pidato ilmiah di Wisuda ke-122 UMM.

Menurut Wamen, kecepatan perubahan dunia telah merombak pola komunikasi, sistem kerja, dan tuntutan kompetensi di berbagai industri. Ia menekankan bahwa kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu faktor kritis dalam meningkatkan peluang kerja, terutama di pasar global. “Semakin terbukanya peluang kerja di kancah internasional membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan mampu berkomunikasi dengan berbagai bahasa,” tambahnya. Ia mencontohkan bahwa lulusan di bidang kesehatan atau profesi lainnya, jika memiliki kemampuan berbahasa dan keterampilan spesifik yang sesuai, bisa memperoleh pendapatan hingga sekitar Rp25 juta per bulan ketika masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah.

Wamen Dzulfikar juga mengingatkan bahwa menghadapi era digital, para lulusan harus memiliki sikap proaktif untuk terus berkembang. “Jangan berhenti belajar setelah lulus, karena teknologi dan perubahan pasar kerja akan terus bergerak cepat,” pesannya. Ia menyoroti bahwa teknologi bukan hanya mempermudah proses kerja, tetapi juga mengubah keterampilan yang dibutuhkan. Dengan AI, tugas-tugas manual bisa digantikan oleh mesin, sehingga lulusan harus bisa beradaptasi dengan pola kerja yang lebih efisien dan berbasis data.

Inisiatif UMM untuk Menyesuaikan Dengan Tuntutan Global

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik menjelaskan komitmen kampus dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan tuntutan dunia global. Ia menyatakan bahwa UMM telah mengambil langkah konkret dengan mengembangkan program Center of Excellence (CoE) dan Excellent Solution Center (ESC). Kedua program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik inovasi, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara efektif.

“Prestasi kampus yang sesungguhnya adalah kemampuan alumni untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pendidikan harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan terpisah dari persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Prof Nazaruddin menjelaskan bahwa program CoE dan ESC tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri. “UMM berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang mampu berkompetisi secara global, baik dalam berbahasa asing maupun dalam teknologi terkini,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa kolaborasi dengan sektor industri menjadi bagian integral dari strategi pendidikan kampus, agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam lingkungan kerja nyata.

Menurut rektor, penguatan sistem pendidikan global memerlukan keterbukaan terhadap perubahan. “Dunia kerja sekarang lebih mengutamakan fleksibilitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan cepat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa UMM berupaya memastikan mahasiswa tidak hanya terampil dalam bidang utamanya, tetapi juga mampu menjawab tantangan ekonomi dan sosial yang ada. Program-program seperti CoE dan ESC diharapkan bisa menjadi wadah untuk membangun kemampuan ini.

Transformasi Pendidikan untuk Memenuhi Tuntutan Masa Depan

Prof Nazaruddin Malik menegaskan bahwa tantangan di masa depan membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik. Ia menjelaskan bahwa selain keahlian teknis, lulusan juga harus memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional. “Pendidikan modern tidak lagi sekadar menghasilkan sarjana, tetapi juga mengembangkan individu yang siap menghadapi perubahan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa universitas harus menjadi partner dalam menghadapi tantangan global, dengan mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam proyek inovasi dan penelitian.

Di sisi lain, Wamen Dzulfikar mengingatkan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi elemen penting dalam menembus pasar kerja internasional. “Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, tetapi hanya bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi nyata jika lulusan mau melengkapi diri dengan kompetensi tambahan, khususnya dalam bahasa asing dan standar internasional,” katanya. Ia menekankan bahwa keahlian dalam bahasa Inggris, Mandarin, atau bahasa lainnya bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan peluang kerja, terutama di sektor yang berkembang pesat seperti teknologi, kesehatan, dan ekonomi digital.

Prof Nazaruddin juga menjelaskan bahwa UMM terus berusaha menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *