Pemkot Jakarta Timur Tingkatkan Pemantauan Keamanan Pangan di Pasar Tradisional
Pemandanganindah.com – Jakarta – Upaya pemerintah Kota Jakarta Timur dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakat semakin diperkuat melalui program pengawasan terpadu yang difokuskan pada pasar-pasar tradisional di wilayah tersebut. Program ini dipimpin langsung oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) yang bekerja keras memastikan setiap produk yang beredar di pasar memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menjelaskan bahwa pengawasan rutin terhadap keamanan pangan merupakan komitmen berkelanjutan dari pemerintah kota. Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk memastikan bahwa seluruh produk yang tersedia di pasar tradisional telah memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.
“Pengawasan keamanan pangan terus dilakukan secara rutin dengan menyasar pasar-pasar tradisional. Tentu ini kita lakukan demi memastikan produk yang beredar di pasar itu memenuhi standar keamanan pangan,” ujar Taufik Yulianto saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada hari Rabu.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut, pada hari Selasa tanggal 21 Juli, tim pengawasan melakukan pemantauan komprehensif di lima lokasi pasar tradisional yang tersebar di wilayah Jakarta Timur. Kelima pasar yang menjadi sasaran pengawasan meliputi Pasar Klender SS, Pasar Sawah Barat, Pasar Pondok Bambu, Pasar Perumnas Klender, serta Pasar Ciplak.
Taufik menambahkan bahwa dalam operasi pengawasan kali ini, sebanyak 45 personel gabungan telah diturunkan ke lapangan. Keberadaan personel yang cukup banyak ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat luas.
“Kami turunkan sekitar 45 personel gabungan untuk mengantisipasi peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat,” jelas Taufik.
Dalam proses pengambilan sampel, tim pengawasan berhasil mengumpulkan total 49 sampel pangan yang terdiri dari 39 sampel produk pertanian dan 10 sampel produk peternakan. Seluruh sampel tersebut kemudian diperiksa menggunakan mobil laboratorium yang disiagakan khusus di Pasar Klender SS. Pengujian dilakukan terhadap berbagai kandungan berbahaya mulai dari residu pestisida, formalin, klorin, hingga Eber.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, seluruh pasar yang menjadi sasaran pengawasan menunjukkan hasil yang sangat positif. Semua produk pangan yang diperiksa dinyatakan 100 persen aman dari bahan-bahan berbahaya. Detail hasil pemeriksaan di setiap pasar menunjukkan konsistensi yang baik dalam hal keamanan pangan.
Di Pasar Klender SS, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 10 sampel yang terdiri dari delapan sampel produk pertanian dan dua sampel produk peternakan. Seluruh hasil pengujian menunjukkan nilai negatif, yang berarti tidak ditemukan zat kimia berbahaya. Hasil yang serupa juga diperoleh di Pasar Sawah Barat dan Pasar Pondok Bambu, dimana masing-masing pasar diperiksa 10 sampel dengan komposisi yang sama, yaitu delapan produk pertanian dan dua produk peternakan.
Sementara itu, di Pasar Perumnas Klender, petugas berhasil mengambil sembilan sampel yang terdiri atas tujuh produk pertanian dan dua produk peternakan. Adapun di Pasar Ciplak, pemeriksaan dilakukan terhadap 10 sampel yang terdiri dari delapan produk pertanian dan dua produk peternakan. Semua sampel dari kelima pasar tersebut dinyatakan 100 persen negatif dari kandungan bahan kimia berbahaya.
“Seluruh sampel dari kelima pasar tersebut dinyatakan 100 persen negatif dari kandungan bahan kimia berbahaya,” ucap Taufik.
Menurut Taufik, pengawasan secara berkala merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memastikan bahwa produk pangan yang beredar di masyarakat memenuhi aspek keamanan dan layak untuk dikonsumsi. Selain itu, kegiatan pengawasan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan warga terhadap kualitas pangan yang dijual di pasar tradisional.
Pengawasan pangan yang dilakukan secara konsisten ini sekaligus menjadi upaya strategis untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membeli kebutuhan pangan di pasar tradisional. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat lebih tenang dalam memilih dan membeli produk pangan yang dibutuhkan sehari-hari.
Program pengawasan terpadu ini diharapkan dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas ke pasar-pasar tradisional lainnya di wilayah Jakarta Timur. Dengan demikian, keamanan pangan bagi seluruh masyarakat dapat terjamin dengan lebih baik dan konsisten.

