Dubes RI apresiasi investasi LiuGong di sektor industri & hilirisasi

16 hours ago  ·  3 min read
By Linda Hernandez - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1784696153-99a538fcff

LiuGong Memperluas Investasi di Indonesia: Ambalan Baru untuk Industri Hilirisasi

Pemandanganindah.com – Jakarta telah menjadi saksi sejarah ketika Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pengembangan kawasan industri alat berat milik perusahaan LiuGong. Lokasi strategis di Karawang, Provinsi Jawa Barat, akan menjadi tuan rumah upacara peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 22 Juli mendatang. Langkah ini dipandang sebagai momen bersejarah yang tidak hanya menandai kemajuan bagi produsen alat berat asal Tiongkok tersebut, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap transformasi industri nasional Indonesia.

Dalam pernyataannya, Djauhari menekankan bahwa sektor alat berat memiliki peran krusial dalam menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam serta mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya fasilitas produksi lokal, diharapkan rantai pasok dalam negeri akan semakin kuat dan mandiri.

Visi dan Kapasitas Produksi Masa Depan

Fasilitas produksi yang sedang dibangun ini akan mengintegrasikan prinsip-prinsip teknologi pintar dan ramah lingkungan dalam setiap proses manufaktur. Berbagai jenis alat berat yang dibutuhkan oleh sektor industri dan pertambangan Tanah Air akan dihasilkan di sini, termasuk ekskavator dan wheel loader. Berdasarkan rencana awal, kapasitas produksi tahunan diperkirakan akan melampaui angka 5.000 unit, menunjukkan skala ambisius dari proyek ini.

“Investasi ini menunjukkan kepercayaan LiuGong terhadap Indonesia, terhadap prospek ekonomi kita, terhadap kapasitas industri kita, dan potensi Indonesia sebagai pusat manufaktur regional,” ujar Djauhari dalam acara LiuGong Indonesia Downstream Development Conference yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Selasa, 21 Juli.

Pembangunan fasilitas ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertumbuhan industri domestik, tetapi juga menjadi simbol nyata dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok yang semakin kokoh. Proyek strategis ini akan dilaksanakan dalam tiga fase berbeda, dengan tahap pertama fokus pada pembangunan fasilitas perakitan yang ditargetkan selesai pada akhir kuartal pertama tahun depan.

Ekspansi Produk dan Komitmen Jangka Panjang

Pada fase awal operasional, fasilitas tersebut akan berfokus pada produksi ekskavator dengan menggunakan komponen lokal. Seiring berjalannya waktu, lini produk akan terus diperluas untuk mencakup loader bertenaga listrik, buldoser, hingga truk berbadan lebar. Hal ini mencerminkan strategi diversifikasi yang matang dari perusahaan tersebut.

“Selama tiga hingga lima tahun ke depan, seiring dengan diluncurkannya lebih banyak kategori produk, LiuGong akan menciptakan lingkungan pengadaan lokal yang stabil, menyediakan seluruh komponen yang telah melalui pemeriksaan kualitas tinggi untuk mendukung operasi jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan,” jelas Li Youdong, Wakil Presiden Direktur LiuGong Machinery Indonesia.

Sebagai salah satu raksasa produsen alat berat asal Tiongkok, LiuGong telah berdiri selama sekitar enam dekade dan telah membangun puluhan fasilitas manufaktur serta riset di berbagai negara di seluruh dunia. Pengalaman panjang ini menjadi modal berharga dalam mengembangkan operasinya di Indonesia.

Selain itu, sejak memulai inisiatif pengembangan alat berat bertenaga listrik lebih dari satu dekade lalu, LiuGong telah berhasil menjual lebih dari 77.000 unit alat berat bertenaga listrik ke pasar global. Produk-produk tersebut mencakup berbagai jenis mulai dari ekskavator hingga wheel loader, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap teknologi hijau dan keberlanjutan lingkungan.

Kehadiran LiuGong di Karawang diharapkan dapat menjadi katalisator bagi perkembangan industri hilirisasi Indonesia. Dengan dukungan teknologi mutakhir dan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal, proyek ini berpotensi memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

MORE FROM THIS CATEGORY