PTPN I jadi pusat riset bibit unggul perkebunan nasional

12 hours ago  ·  3 min read
By Linda Hernandez - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1784880182-88ed0634a2

PTPN I Resmi Menjadi Pusat Riset Bibit Unggul Perkebunan Nasional

Pemandanganindah.com – Jakarta telah menyaksikan sebuah tonggak sejarah penting bagi sektor perkebunan Indonesia. PT Perkebunan Nusantara I (Persero) secara resmi telah ditetapkan sebagai pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Penetapan bersejarah ini merupakan hasil dari kolaborasi strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Universitas Indonesia Mandiri, serta sejumlah mitra strategis lainnya.

Proses penetapan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Riset dan Teknologi Pengembangan Tanaman Perkebunan Unggulan yang berlangsung di Kabupaten Lampung Selatan pada hari Kamis, tanggal 23 Juli. Acara ini menandai dimulainya era baru dalam pengembangan perkebunan nasional yang terintegrasi.

Komitmen Pemerintah dalam Penguatan Sektor Perkebunan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memperkuat sektor perkebunan melalui pengembangan bibit unggul dan hilirisasi komoditas strategis. Program ini dimulai dengan fokus pada pengembangan kelapa hibrida, kakao unggul, dan kopi prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani secara menyeluruh.

“PTPN I dipersiapkan menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan bibit, BRIN dan perguruan tinggi melaksanakan riset, sedangkan PTPN I menyediakan lahan sebagai lokasi pengembangan. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan.

Menteri Zulkifli Hasan juga menambahkan bahwa kawasan tersebut akan dikembangkan secara bertahap sebagai agrowisata terpadu melalui sinergi dengan InJourney serta mitra perbankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa manfaat tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga oleh masyarakat sekitar dalam berbagai aspek kehidupan.

Implementasi Kerja Sama dan Peran Setiap Pihak

Sebagai implementasi nyata dari kerja sama ini, PTPN I menyediakan lahan yang luas untuk kegiatan riset, pemuliaan tanaman, uji budidaya, dan pengembangan kebun induk bibit. BRIN dan perguruan tinggi berperan aktif dalam penelitian dan inovasi teknologi, sementara Kementerian Pertanian mendukung penyediaan serta sertifikasi bibit unggul. Di sisi lain, InJourney bersama mitra perbankan mendukung pengembangan kawasan dan pembiayaannya.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kolaborasi lintas kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi perkebunan nasional. Komitmen ini menunjukkan bahwa transformasi sektor perkebunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

“PTPN I berkomitmen memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi diimplementasikan menjadi bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat daya saing komoditas nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat,” kata Rivai.

Rivai juga menambahkan bahwa transformasi sektor perkebunan harus ditopang inovasi, teknologi, dan riset untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat tantangan iklim yang semakin kompleks dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah Awal Menuju Pusat Riset Terintegrasi

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kasan, menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal pembangunan pusat riset perkebunan nasional yang terintegrasi. Keberhasilan program akan diukur dari implementasi di lapangan serta kemampuan menghasilkan bibit unggul yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Bagi PTPN I, kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan yang menempatkan inovasi, digitalisasi, dan kemitraan sebagai penggerak utama penciptaan nilai tambah. Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, PTPN I optimistis pusat riset bibit unggul di Lampung Selatan akan menjadi rujukan nasional dalam pengembangan material tanam berkualitas, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat daya saing perkebunan Indonesia di pasar global.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi perekonomian nasional, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi perkebunan besar. Dengan pendekatan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan bibit unggul di tingkat regional maupun global.

MORE FROM THIS CATEGORY