Jember Fashion Carnaval 2026 resmi luncurkan tema HEAL

JFC 2026 Resmi Umumkan Tema HEAL dalam Konferensi Pers di Jakarta

Jember Fashion Carnaval 2026 resmi luncurkan – Kabupaten Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Peluncuran tema untuk Jember Fashion Carnaval 2026 resmi dilakukan melalui konferensi pers yang diselenggarakan di salah satu pusat perbelanjaan di ibu kota, Kamis. Tema yang dipilih adalah HEAL, singkatan dari Humanity, Earth, dan Life. Acara ini menandai dimulainya serangkaian persiapan menuju karnaval busana terbesar yang akan berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 24 hingga 26 Juli 2026 di wilayah Jember.

Konferensi pers tersebut tidak hanya memperkenalkan konsep penyelenggaraan, tetapi juga memaparkan berbagai kolaborasi strategis yang telah dirumuskan. Karnaval yang akan dilalui sepanjang rute mencapai 3,6 kilometer ini diharapkan menjadi ajang spektakuler yang menampilkan kreativitas dari berbagai kalangan. Presiden JFC, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa tema HEAL memiliki makna mendalam bagi perjalanan organisasi.

HEAL sebagai Cerminan Cita-Cita Pendiri

Menurut Budi Setiawan, tema HEAL bukan sekadar identitas visual untuk edisi kali ini, melainkan juga merefleksikan perjalanan panjang JFC dalam mewujudkan visi pendirinya, Dynand Fariz. Tema ini diangkat sebagai representasi nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan bumi, serta keberlanjutan kehidupan yang menjadi semangat utama penyelenggaraan tahun ini.

“Tema HEAL tidak hanya menjadi identitas penyelenggaraan JFC tahun ini, tetapi juga mencerminkan perjalanan panjang JFC dalam mewujudkan cita-cita pendirinya, Dynand Fariz,” ujar Budi Setiawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Kabupaten Jember.

Melalui pendekatan tema tersebut, JFC berupaya menghadirkan ruang kolaborasi yang lebih luas. Bukan hanya menampilkan karya kreatif semata, tetapi juga membawa pesan sosial dan budaya yang relevan bagi masyarakat luas. Budi menambahkan bahwa JFC dibangun sebagai wadah yang memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk berkarya, bertumbuh, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat secara inklusif.

JFC sebagai Gerakan Kreatif Lintas Generasi

Budi menjelaskan bahwa JFC bukan sekadar perhelatan fashion atau karnaval tahunan biasa. Organisasi ini merupakan sebuah movement atau gerakan kreatif yang mempertemukan berbagai talenta dari beragam profesi dan latar belakang. Melalui platform ini, para desainer, seniman, model, hingga generasi muda diberikan ruang untuk menunjukkan karya terbaiknya. Prestasi tidak hanya berhenti di tingkat nasional, tetapi juga menjangkau masyarakat internasional.

Keberlanjutan JFC menurut Budi tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Sinergi bersama kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas kreatif, serta berbagai mitra menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kolaborasi. Hal ini sekaligus melanjutkan visi besar JFC sebagai ruang lahirnya kreativitas lintas generasi yang berkelanjutan.

Dukungan Kementerian Kebudayaan RI

Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti, menyampaikan apresiasi atas konsistensi JFC dalam mengangkat nilai-nilai kebudayaan melalui pendekatan yang inovatif. Ia menilai bahwa JFC tidak hanya menghadirkan parade fesyen, tetapi juga menjadi ruang yang mengadaptasi unsur-unsur budaya menjadi sebuah festival kreatif yang mampu menarik minat generasi muda.

“JFC tidak hanya menghadirkan parade fesyen, tetapi juga menjadi ruang yang mengadaptasi unsur-unsur budaya menjadi sebuah festival kreatif yang mampu menarik minat generasi muda,” katanya.

Irini Dewi Wanti mengatakan bahwa Kementerian Kebudayaan mendukung penuh penyelenggaraan JFC sebagai salah satu media promosi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional. Dengan jangkauan yang telah mendunia dan melibatkan berbagai negara, JFC dinilai memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat citra bangsa melalui seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Dengan jangkauan yang telah mendunia dan melibatkan berbagai negara, JFC dinilai memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat citra bangsa melalui seni, budaya, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Kehadiran JFC diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya kreatif, tetapi juga mampu memperkuat promosi pariwisata, budaya, serta ekonomi kreatif Kabupaten Jember di tingkat nasional maupun internasional. Dengan tema HEAL yang diusung, JFC 2026 siap menjadi momentum penting bagi pengembangan kreativitas dan pelestarian budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *