Special Plan: Bamsoet ajak alumni Lemhannas jaga stabilitas Nasional di tengah gejolak global

Bamsoet ajak alumni Lemhannas jaga stabilitas nasional di tengah gejolak global

Jakarta – Halalbihalal IKAL Lemhannas dihadiri Bamsoet

Dalam acara halalbihalal Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) di Jakarta, Minggu, Anggota DPR RI Bambang Soesatyo, yang lebih dikenal Bamsoet, menekankan peran penting alumni lembaga tersebut dalam menjaga kestabilan bangsa. Ia menyoroti tanggung jawab IKAL sebagai komunitas yang terdiri dari tokoh lintas sektor, seperti pemerintah, militer, dunia usaha, dan akademisi.

Bamsoet menyatakan bahwa alumni Lemhannas memiliki keunggulan dalam menyediakan analisis strategis dan jaringan luas yang bisa mendukung kebijakan nasional. “Alumni Lemhannas diharapkan menjadi pilar utama dalam memastikan stabilitas kebangsaan,” ujarnya.

“Dunia saat ini menghadapi situasi yang tidak stabil. Konflik geopolitik berkembang menjadi krisis multidimensi yang memengaruhi energi, pangan, ekonomi, hingga keamanan siber,” katanya.

Situasi global yang kompleks, menurut Bamsoet, telah mengganggu sektor ekonomi, energi, dan keamanan. Contohnya, konflik di Timur Tengah berdampak pada jalur distribusi energi global dan meningkatkan ketidakpastian politik. Mengutip laporan Dana Moneter Internasional (IMF) April 2026, ia menjelaskan bahwa eskalasi konflik geopolitik mempercepat kenaikan harga komoditas serta memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Indonesia, sebagai negara berkembang, menghadapi tekanan signifikan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), terutama dari subsidi energi yang bisa melonjak hingga ratusan triliun rupiah akibat kenaikan harga minyak. “Tekanan global dapat memicu instabilitas di dalam negeri. Di sini, peran IKAL Lemhannas sebagai perekat bangsa sangat penting,” tambah Bamsoet.

Sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Badan Bela Negara FKPPI, Bamsoet juga mengingatkan perlunya adaptasi terhadap perubahan zaman. Ia menyoroti transformasi digital dan ancaman siber sebagai tantangan baru yang memerlukan respons cepat dari komunitas strategis seperti IKAL Lemhannas. “Ke depan, IKAL harus menjadi pusat pemikiran yang adaptif, responsif, dan solutif agar bisa berkontribusi nyata,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *