Kemenhub: Batam kini bisa rawat dan perbaiki mesin pesawat udara

1 week ago  ·  4 min read
By Sarah Jackson - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1787129962-1f4548ee9a

Sertifikasi AMO Diterbitkan: Batam Resmi Mampu Merawat Mesin Pesawat Udara di Dalam Negeri

Pemandanganindah.com – Sebuah tonggak baru bagi kemandirian industri penerbangan nasional tercapai di Batam, Kepulauan Riau. Kementerian Perhubungan resmi menerbitkan sertifikat Approved Maintenance Organization (AMO) bernomor 145D111 untuk PT Batam Aero Engine (BAE). Dengan dokumen tersebut, perawatan dan perbaikan mesin pesawat udara serta Auxiliary Power Unit (APU) kini dapat dilaksanakan sepenuhnya di dalam negeri, tanpa lagi bergantung pada bengkel-bengkel di luar Indonesia.

Penerbitan sertifikat ini bukan sekadar formalitas administratif. Ia menandakan bahwa seluruh prosedur keselamatan, mutu, dan standar kelaikudaraan yang diamanatkan regulasi penerbangan sipil telah terpenuhi secara menyeluruh oleh fasilitas BAE. Artinya, komponen-komponen krusal pesawat yang selama bertahun-tahun harus dikirim ke negara lain untuk diperbaiki kini memiliki alternatif domestik yang tersertifikasi.

Peresmian dan Makna Regulasi

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sokhib Al Rokhman, memimpin langsung prosesi peresmian di Batam pada hari Rabu. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sertifikat yang diterbitkan merupakan pengakuan resmi atas kapabilitas teknis dan manajerial BAE.

“Hari ini kita bersyukur dapat meresmikan terbitnya sertifikat AMO 145D111. Penerbitan sertifikat ini mengafirmasikan bahwa PT Batam Aero Engine telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan, kualitas dan standar kelaikudaraan.”

Sokhib menambahkan bahwa cakupan sertifikat tersebut meliputi perawatan dan perbaikan mesin pesawat maupun APU. Ia juga menekankan bahwa keberadaan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di dalam negeri merupakan prasyarat strategis bagi penguatan kedaulatan industri penerbangan nasional. Selama ini, sebagian besar perawatan komponen dan mesin pesawat masih dilakukan di luar negeri, sehingga Indonesia kehilangan kendali penuh atas rantai pasok pemeliharaan armada penerbangannya.

“Kita harus merdeka untuk melakukan perawatan airframe 100 persen dalam negeri. Ini dimulai oleh dengan fasilitas BAE di Batam Aero Technic.”

Posisi BAE dalam Ekosistem MRO Batam

PT BAE beroperasi sebagai bagian dari ekosistem MRO Batam Aero Technic (BAT), yang dimiliki oleh Lion Group dan berlokasi di kawasan Nongsa, Batam. Presiden Direktur Lion Group sekaligus Direktur Utama PT Batam Teknik/Batam Aero Technic, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menjelaskan bahwa BAE memiliki spesialisasi tersendiri di antara berbagai lini layanan MRO yang tersedia di Batam.

“Semua fasilitas MRO itu sama, tapi pesawat kan banyak komponennya. BAE ini khusus mesin pesawat dan APU.”

Daniel menegaskan bahwa sertifikasi dari Kemenhub membuka jalan bagi mesin-mesin pesawat yang sebelumnya harus dikirim ke luar negeri untuk menjalani perawatan agar kini dapat ditangani langsung di Batam. Langkah ini tidak hanya memangkas waktu tunggu dan biaya logistik pengiriman komponen, tetapi juga mempercepat siklus pemeliharaan armada domestik.

“Sehingga yang biasanya mesin-mesin pesawat ini dirawat di luar, Batam Aero Engine sudah mempunyai kapabilitas untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, khususnya di Batam.”

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Keberadaan BAE membawa konsekuensi ekonomi yang melampaui sektor penerbangan semata. Daniel Putut Kuncoro Adi menyoroti dua sisi mata uang devisa: di satu sisi, keluar devisa untuk perawatan pesawat di luar negeri dapat ditekan secara signifikan; di sisi lain, masuk devisa berpotensi meningkat apabila maskapai asing memanfaatkan fasilitas Batam untuk pemeliharaan armada mereka. Dengan kata lain, Batam bertransformasi dari sekadar konsumen layanan MRO menjadi penyedia layanan yang kompetitif di tingkat regional.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, melihat pengembangan industri MRO sebagai penggerak efek berganda bagi perekonomian lokal. Saat ini, jumlah pekerja di lingkungan Batam Aero Technic telah mencapai sekitar 5.000 orang. Setiap karyawan yang direkrut memperoleh keterampilan teknis, menerima kompensasi sesuai kompetensi dan standar industri, dan pada gilirannya menggerakkan sektor konsumsi rumah tangga di wilayah Batam.

“Pengembangan yang dilakukan oleh Batam Aero Technic akan memberi multiplier effect kepada Batam. Karyawan yang direkrut otomatis memiliki skill, mendapatkan gaji sesuai kompetensi dan standar. Ini akan memberi efek ganda terhadap ekonomi Batam dalam sektor konsumsi rumah tangga misalnya.”

Konteks Strategis dan Implikasi Jangka Panjang

Di tingkat makro, sertifikasi AMO untuk BAE menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara Asia Tenggara lain yang telah memiliki kapabilitas perawatan mesin pesawat bersertifikat ICAO. Bagi maskapai domestik, hal ini berarti berkurangnya ketergantungan pada jadwal pengiriman komponen ke Singapura, Australia, atau Eropa — wilayah yang selama ini menjadi tujuan utama perawatan mesin pesawat. Waktu perputaran pesawat (downtime) dapat dipersingkat secara drastis karena komponen tidak lagi menempuh perjalanan lintas benua.

Bagi industri penerbangan sipil secara keseluruhan, langkah ini juga membuka ruang bagi pengembangan rantai pasok lokal: pelatihan teknisi, produksi suku cadang, dan riset pemeliharaan yang sebelumnya tidak memiliki basis domestik. Batam, dengan infrastruktur pelabuhan dan kedekatan geografis terhadap jalur pelayaran utama, memiliki posisi strategis untuk menjadi hub MRO kawasan. Sertifikat AMO 145D111 menjadi fondasi regulasi pertama yang memungkinkan ambisi tersebut berjalan dalam koridor hukum penerbangan sipil yang diakui secara internasional.

Frequently Asked Questions

What is Kemenhub?

Kemenhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenhub matter?

Kemenhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category