Pusat Onkologi Pertama di Sumatra Mengubah Peta Layanan Kanker di Medan
Pemandanganindah.com – Warga Sumatera Utara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta atau bahkan ke luar negeri demi mendapatkan penanganan kanker yang memadai akan segera memiliki alternatif di rumah sendiri. Gedung Pusat Onkologi di lingkungan Rumah Sakit Adam Malik, Medan, kini memasuki tahap akhir pembangunan dan dijadwalkan mulai melayani pasien pada awal tahun 2027. Kehadiran fasilitas ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap kesehatan onkologi di kawasan barat Indonesia.
Target Operasional dan Pernyataan Kemenkes
Azhar Jaya, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, menegaskan bahwa konstruksi gedung tersebut akan rampung paling lambat di awal tahun berikutnya. Pernyataan itu ia sampaikan di Medan pada hari Minggu, merujuk pada progres fisik bangunan yang telah mencapai tahap lanjut.
“Paling lambat awal tahun depan sudah berdiri Gedung Onkologi RS Adam Malik yang paling purna.”
Menurut Azhar, salah satu fungsi utama gedung ini adalah memberikan penanganan komprehensif bagi pasien kanker. Dengan demikian, masyarakat Sumut tidak lagi bergantung pada rujukan ke luar provinsi atau ke luar negeri untuk mendapatkan terapi dan diagnosis onkologi tingkat lanjut. Ia menekankan bahwa kedekatan geografis fasilitas ini akan mempercepat akses pasien terhadap layanan berkualitas.
“Adanya pelayanan tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya di Sumut yang lebih dekat lagi.”
PET Scan: Teknologi Deteksi Dini Pertama di Pulau Sumatra
Salah satu daya tarik utama Gedung Pusat Onkologi RS Adam Malik adalah keberadaan Positron Emission Tomography (PET) Scan, yang merupakan unit pertama jenis ini di seluruh Pulau Sumatra. Alat pencitraan molekuler ini bekerja dengan melacak distribusi zat radioaktif di dalam tubuh sehingga mampu mengidentifikasi sel-sel kanker yang telah menyebar ke organ lain pada tahap sangat awal.
Di tingkat nasional, PET Scan telah lama menjadi standar diagnostik di pusat-pusat onkologi besar seperti RS Kanker Dharmais dan RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Namun bagi pasien di Sumatra, alat tersebut sebelumnya hanya tersedia di luar pulau, sehingga waktu tunggu dan biaya perjalanan menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sudah menghadapi tekanan emosional penyakit. Dengan hadirnya unit PET Scan di Medan, deteksi metastasis dapat dilakukan lebih cepat, memungkinkan tim medis menyesuaikan protokol terapi sebelum kondisi memburuk.
Azhar Jaya menjelaskan bahwa integrasi teknologi pencitraan tingkat lanjut dengan layanan rawat inap dan terapi akan membuat penanganan kanker menjadi jauh lebih menyeluruh. Dampak langsungnya, kata dia, adalah penurunan angka kematian akibat kanker di wilayah tersebut karena intervensi medis dapat diberikan pada fase yang masih dapat ditangani.
Progres Konstruksi dan Kapasitas Fasilitas
Zainal Safri, Direktur Utama RS Adam Malik Medan, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung telah mencapai 87 persen. Struktur delapan lantai itu dirancang untuk menampung 200 tempat tidur rawat inap, sebuah kapasitas yang jauh melampaui kemampuan onkologi yang sebelumnya tersedia di rumah sakit tersebut.
Safri menambahkan bahwa peresmian gedung ditargetkan pada Desember 2026, sementara operasional penuh pelayanan dijadwalkan menyusul di awal 2027. Ia juga memastikan bahwa aspek sumber daya manusia sudah dipersiapkan secara paralel dengan pembangunan fisik.
“Untuk tenaga medis juga sudah kami siapkan dalam melayani masyarakat dalam menangani penyakit kanker.”
Implikasi bagi Sistem Rujukan dan Beban Rumah Sakit Rujukan Nasional
Secara sistemik, beroperasinya pusat onkologi di Medan akan mengurangi tekanan rujukan ke fasilitas tingkat tersier di Pulau Jawa. Selama ini, pasien kanker dari Sumatra Utara, Riau, dan provinsi-provinsi tetangga di Sumatra kerap harus dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan pencitraan molekuler, radioterapi modern, atau kemoterapi lini lanjutan. Jarak tempuh yang panjang tidak hanya menambah biaya, tetapi juga menunda jendela waktu kritis bagi terapi.
Kehadiran 200 tempat tidur khusus onkologi di Medan berarti ribuan pasien per tahun berpotensi ditangani tanpa harus meninggalkan wilayahnya. Bagi keluarga pasien, hal ini berarti berkurangnya biaya transportasi, akomodasi, dan kehilangan waktu kerja selama masa perawatan. Bagi sistem kesehatan nasional, distribusi beban rujukan yang lebih merata akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya di seluruh jaringan rumah sakit pemerintah.
Langkah Selanjutnya
Antara target peresmian Desember 2026 dan operasional penuh awal 2027, terdapat masa transisi di mana instalasi medis, kalibrasi alat pencitraan, serta pelatihan ulang tenaga kesehatan akan dilakukan. Proses ini memastikan bahwa setiap komponen—mulai dari reaktor radioisotop untuk PET Scan hingga ruang kemoterapi—berfungsi sesuai standar keselamatan sebelum pasien pertama masuk. Dengan progres fisik yang telah melewati ambang 85 persen, fase akhir konstruksi diperkirakan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenkes?
Kemenkes is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenkes matter?
Kemenkes matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

