New Policy: RSCM-SCL Group perkenalkan liquid biopsy guna deteksi dini kanker

RSCM-SCL Group Luncurkan Teknologi Deteksi Dini Kanker

Program Kolaborasi Berbasis New Policy

New Policy – Dalam rangka mendorong inovasi di bidang kesehatan, RSCM-SCL Group meluncurkan New Policy yang mengadopsi teknologi liquid biopsy sebagai alat deteksi dini kanker. Teknologi ini, diberi nama Cancer Find, menjadi fokus utama dari kerja sama strategis antara Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Cipto Mangunkusumo dan SCL Group asal Korea Selatan. New Policy bertujuan meningkatkan aksesibilitas diagnosis kanker, bahkan sebelum gejala nyata muncul, dengan menggabungkan keahlian medis Indonesia dan teknologi terkini dari Korea.

Kerja sama ini mencakup transfer teknologi dan pelatihan tenaga medis selama 6-12 bulan, sehingga mereka bisa mengoperasikan alat serta menganalisis data secara efektif. Supriyanto Dharmoredjo, Direktur Utama RSUP Cipto Mangunkusumo, menegaskan bahwa New Policy akan menjangkau fasilitas kesehatan hingga tingkat puskesmas. “Ini adalah langkah penting untuk memperluas jaringan pemeriksaan kanker secara nasional,” kata Supriyanto, yang juga menyoroti peran pendekatan preventif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“Dengan New Policy ini, deteksi dini bisa dilakukan di tingkat terdepan, termasuk puskesmas,” tambah Supriyanto, menyoroti keunggulan teknologi biopsi cair dalam memudahkan proses diagnosis.

Salah satu keunggulan liquid biopsy adalah kemampuannya mendeteksi biomarker kanker dalam sampel darah, memungkinkan pengenalan kondisi penyakit lebih awal. New Policy ini diharapkan menjadi solusi untuk masalah keterbatasan akses ke laboratorium di berbagai daerah. Lee Kyoung Ryul, Komisaris Utama SCL Group, menjelaskan bahwa liquid biopsy adalah salah satu prioritas dalam New Policy yang menyasar pencegahan kanker secara menyeluruh.

Manfaat Teknologi untuk Masyarakat

Dengan New Policy yang diterapkan, pasien akan memiliki peluang lebih besar untuk terdeteksi dini, sehingga mempercepat proses pengobatan. Lee menyatakan bahwa teknologi ini bisa menjadi bagian dari sistem kesehatan modern yang inklusif, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas diagnosis canggih. “Ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi risiko kematian dini akibat kanker,” imbuhnya.

Kerja sama RSCM-SCL Group membuka kemungkinan integrasi teknologi ke berbagai layanan kesehatan, termasuk jaringan puskesmas. New Policy tidak hanya fokus pada pengembangan alat diagnosis, tetapi juga melibatkan pertukaran pengetahuan antara kedua institusi. Dengan demikian, New Policy ini diharapkan memperkuat jejaring kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang medis.

Kemampuan liquid biopsy untuk mendeteksi minimal 12 jenis kanker, seperti paru-paru, payudara, dan hati, menjadikannya alat yang sangat relevan. New Policy berupaya meningkatkan efisiensi diagnosis, yang sebelumnya memerlukan prosedur invasif. Dengan teknologi ini, pasien bisa mendapatkan hasil lebih cepat dan akurat, sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *