New Policy: Wadirut Bulog tegaskan stok beras aman untuk jaga stabilitas harga

Wadirut Bulog Tegaskan Stok Beras Nasional Aman untuk Stabilkan Harga

New Policy – Jakarta – Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, menyatakan bahwa ketersediaan beras di seluruh wilayah Indonesia berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Hal ini dilakukan untuk memastikan harga pangan tetap terjaga serta akses masyarakat ke bahan pokok yang cukup, terutama beras. Dalam wawancara di Jakarta, Rabu, Marga menjelaskan bahwa peran utama Bulog adalah memenuhi kebutuhan konsumen dengan harga wajar tanpa mengganggu ketersediaan pasokan.

Evaluasi Harga dan Stok di Pasar Strategis

Bulog, menurut Marga, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi kritis, termasuk Pasar Sei Sikambing, Kota Medan, Sumatera Utara. Tujuan dari sidak tersebut adalah memantau kelancaran distribusi beras serta mengamati apakah harga pangan pokok mencerminkan kestabilan yang diharapkan. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi oleh Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, yang secara langsung memeriksa proses penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita di wilayah tersebut.

“Hasil peninjauan menunjukkan bahwa harga beras SPHP dan Minyakita dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, dan stok beras serta minyak goreng cukup untuk kebutuhan masyarakat,”

kata Marga. Ia menambahkan, selama evaluasi tersebut, tidak ditemukan indikasi kenaikan harga dasar penjualan, meskipun ada beberapa harga yang sedikit melebihi HET karena kendala teknis seperti ketersediaan uang kembalian. Hal ini ditegaskan sebagai bukti bahwa pasar pangan masih terjaga dengan baik.

Ketersediaan Pangan Strategis Terpantau Lancar

Dalam rangka menjaga keberlanjutan pasokan, Bulog terus mengoptimalkan proses penyerapan gabah dari petani. Diperkirakan, penyerapan ini mencapai puncaknya pada April hingga Mei 2026, sehingga cadangan beras yang dimiliki BUMN tersebut bisa digunakan secara maksimal. Marga menegaskan bahwa ketersediaan beras selama ini berada dalam kondisi kuat, dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5 juta ton secara nasional.

Menurutnya, stok yang besar ini menjadi pelengkap untuk memperkuat program SPHP. Target penyaluran beras dalam program ini untuk tahun 2026 sebesar 828 ribu ton, yang dilakukan secara bertahap guna memastikan harga beras tetap stabil di seluruh daerah. Pemerintah telah memberikan instruksi melalui Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor:204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026, yang menjadi dasar untuk pengelolaan CPP (Cadangan Pangan Pemerintah) tahun ini.

Ketersediaan Minyak Goreng Dipastikan Aman

Marga juga menyebutkan bahwa evaluasi harga dan ketersediaan minyak goreng telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Pasar minyak goreng, menurutnya, tidak mengalami kelangkaan meskipun terdapat isu yang sempat menghiasi ruang publik. “Dari hasil pemantauan, stok beras SPHP dan Minyakita dalam kondisi aman, distribusi berjalan lancar, serta harga relatif terkendali sesuai HET,”

“Kondisi ini menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan pangan pokok, terutama beras dan minyak goreng,”

katanya. Pemerintah menetapkan HET beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram, sedangkan HET beras premium mencapai Rp14.900 per kg. Untuk SPHP, harga diatur berdasarkan zona geografis: Rp12.500 per kg untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100 per kg untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), dan Rp13.500 per kg untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Koordinasi dengan Produsen untuk Ketersediaan Pasokan

Setelah berhasil menjaga ketersediaan dan harga beras selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Bulog terus memperkuat kerja sama dengan para produsen beras. Marga menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman menjelang Idul Adha 2026. “Koordinasi intensif dengan pengusaha beras menjadi prioritas, agar distribusi bisa terjaga sepanjang tahun,”

“Kami juga berupaya memperkuat distribusi melalui penguatan sistem logistik dan pengawasan harga di lapangan,”

ungkapnya. Selain itu, Bulog berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan melalui sinergi dengan pihak terkait seperti Kementerian Pertanian, pengusaha, dan distributor. Hal ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketersediaan beras dan minyak goreng selama ini menjadi tolok ukur keberhasilan program SPHP. Beras SPHP tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi alat pengamanan pasokan di tengah fluktuasi harga pasar. Marga menambahkan bahwa program ini harus terus dijaga, karena memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Dalam konteks kestabilan harga, Bulog juga memastikan bahwa Minyakita, sebagai produk strategis, dijual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp15.700 per liter. Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi jaminan bagi masyarakat yang kurang mampu, agar biaya kebutuhan pokok tidak meningkat secara signifikan. Selama ini, pihak Bulog terus berupaya menurunkan margin keuntungan pedagang besar untuk menjaga harga terjangkau.

Strategi Jangka Panjang untuk Keterjangkauan Pangan

Program SPHP dan pengelolaan CPP akan terus dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Marga menyatakan bahwa Bulog akan menyesuaikan strategi distribusi dan harga berdasarkan data real-time dari lapangan. “Kami yakin bahwa sistem ini bisa menjadi jaminan untuk masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang rawan inflasi,”

“Dengan stok yang cukup dan kerja sama yang solid, kita bisa menjaga harga beras dan minyak goreng tetap stabil di seluruh Indonesia,”

kata Marga. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa ketersediaan beras nasional tidak hanya bergantung pada cadangan pemerintah, tetapi juga pada sinergi dengan pihak swasta dan pertanian lokal. “Pengelolaan beras harus menjadi kebijakan yang berkelanjutan, karena pangan adalah kebutuhan primer bagi setiap orang,”

“Dengan demikian, kita perlu memastikan bahwa akses ke beras selalu terjamin, baik di kota-kota besar maupun daerah terpencil,”

ujarnya. Marga menegaskan bahwa Bulog akan terus memperkuat kapasitas logistik, meningkatkan transparansi harga, dan menjaga ketersediaan beras melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini diharapkan bisa menciptakan kestabilan pangan nasional, yang menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bulog telah membuktikan bahwa kebijakan pengamanan pasokan beras berjalan efektif. Program

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *