Key Strategy: Kemendikdasmen siapkan murid berlaga di International Geography Olympiad
Kemendikdasmen Siapkan Murid Berlaga di International Geography Olympiad
Key Strategy – Jakarta, Antaranews – Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) Kemendikdasmen kembali memperkuat kesiapan para siswa dalam menghadapi tantangan kompetisi geografi internasional. Melalui program Pembinaan Tahap II International Geography Olympiad (iGeo), instansi tersebut berupaya mematangkan kandidat yang akan mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut. iGeo, yang diadakan setiap tahun, menargetkan peserta dari tingkat sekolah menengah atas dan akan berlangsung di Istanbul, Turki, pada 7 hingga 11 Agustus 2026. Ajang ini menjadi ajang pengukuhan bakat geografi yang berpengaruh di tingkat global.
Pembinaan Tahap II sebagai Langkah Pengembangan Talent
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam wawancara di Jakarta pada Kamis ini menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa yang telah lolos seleksi awal. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjadikan para peserta sebagai sumber daya manusia berkualitas yang siap bersaing di tingkat internasional. “Pembinaan ini memberikan fasilitas optimal agar para murid bisa menguasai materi geografi secara menyeluruh, sekaligus membangun mental dan ketahanan untuk menghadapi tantangan di luar ruang kelas,” jelas Irene.
“Kami ingin memastikan para murid mendapatkan fasilitasi terbaik hingga ke ajang internasional. Jadi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kompetisi iGeo,” ujar Maria Veronica Irene Herdjiono.
Pembinaan Tahap II iGeo dirancang sebagai tahap akhir sebelum pemilihan finalis. Proses ini mencakup latihan praktis di lapangan, diskusi mendalam tentang topik geografi, serta peningkatan kemampuan analitis dan presentasi. Irene menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pengetahuan teoritis, tetapi juga memperkuat penguasaan teknik penyampaian ide serta keterampilan kerja tim. “Kompetisi ini menguji kemampuan berpikir kritis dan pemahaman tentang dinamika geografi global, jadi para siswa harus siap menunjukkan kompetensi maksimal,” tambahnya.
Dalam program ini, para siswa akan mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pertunjukan. Selain itu, pelatihan juga mencakup simulasi pertandingan, serta pengenalan metode analisis data geografis. “Ini adalah kesempatan unik untuk mengasah kemampuan secara intensif,” kata Irene. Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk memotivasi siswa agar terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Pembinaan tahap ini diikuti oleh sejumlah siswa yang telah lolos seleksi dari tingkat nasional. Total peserta mencapai empat orang, yang akan menjadi wakil Indonesia di iGeo 2026. Dari empat siswa tersebut, hanya empat yang akan terpilih menjadi finalis. Sementara siswa yang tidak lolos, Irene berharap tetap memperoleh manfaat dari pembinaan ini. “Mereka bisa mengasah skill dan pengalaman yang akan berguna di bidang lain, seperti kejuruan atau karier akademik di masa depan,” jelasnya.
Kisah Siswa yang Dibina
Salah satu peserta, Luminaire Tribuana Celmira dari SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan, menuturkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih bisa lolos dari Pembinaan Tahap I, dan sekarang dalam Tahap II, saya dan teman-teman lebih fokus pada latihan langsung di lapangan,” ungkap Luminaire. Ia menjelaskan bahwa selama program ini, para peserta diharuskan menyelesaikan proyek-proyek nyata yang berkaitan dengan geografi, seperti survei lingkungan, analisis peta, atau studi kasus tentang perubahan iklim.
“Saya bersyukur bisa lolos melewati Pembinaan Tahap I. Pada Pembinaan Tahap II ini jauh lebih padat dan melelahkan karena saya dan teman-teman langsung melakukan praktik di lapangan,” kata Luminaire Tribuana Celmira.
Luminaire berharap kegiatan pembinaan ini bisa memperkaya pengetahuan dan pengalaman di bidang geografi. “Dengan latihan yang intens, saya yakin kemampuan saya akan terus berkembang. Saya ingin menjadi lebih baik, baik dalam akademik maupun cara berpikir struktural,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman di iGeo akan menjadi bekal berharga untuk masa depan, terutama bagi yang terpilih mewakili Indonesia.
Kemendikdasmen menargetkan program ini sebagai langkah pengembangan jangka panjang. Selain menyiapkan delegasi iGeo, institusi tersebut juga berupaya meningkatkan minat dan partisipasi siswa di bidang geografi. Irene menyebut bahwa keberhasilan OSN (Olimpiade Sains Nasional) di bidang geografi menjadi dasar untuk membangun talenta-talenta baru. “Kami berharap siswa yang terpilih bisa menjadi representasi terbaik Indonesia, sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda lainnya,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, iGeo menjadi ajang yang sangat diminati oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Kompetisi ini menguji kemampuan siswa dalam memecahkan masalah geografis secara kreatif dan logis, serta mengevaluasi pengetahuan tentang topografi, iklim, ekonomi, dan aspek sosial. Selain itu, peserta juga diminta untuk menampilkan presentasi yang jelas dan mendukung argumen mereka dengan data yang akurat. “Ini bukan hanya tentang kecepatan menjawab soal, tetapi juga kejelasan dan keakuratan dalam menafsirkan fenomena geografis,” jelas Irene.
Program Pembinaan Tahap II iGeo juga membuka peluang bagi siswa yang ingin mengeksplorasi minat di bidang geografi. Para peserta tidak hanya fokus pada persiapan kompetisi, tetapi juga diberikan bekal untuk mengikuti program-program lain yang relevan. “Mereka bisa mengembangkan potensi mereka dalam berbagai arah, seperti penelitian, pengajar, atau karier di bidang lingkungan,” ujar Irene. Ia menegaskan bahwa Kemendikdasmen tidak hanya memprioritaskan keberhasilan di tingkat internasional, tetapi juga mendorong siswa untuk menjadi penguasa bidang ilmu mereka.
Dalam persiapan iGeo 2026, Kemendikdasmen bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan lembaga bina keahlian. Pelatihan ini juga melibatkan pembina yang berpengalaman, baik dari bidang geografi maupun pendidikan. “Kami berusaha menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, agar para siswa bisa berkembang secara maksimal,” tambah Irene. Dengan adanya program ini, Kemendikdasmen berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan sains di Indonesia, terutama dalam bidang geografi yang semakin relevan dengan isu global saat ini.
Para siswa yang terpilih sebagai wakil Indonesia akan mengikuti rangka