Solution For: Tanggapi keluhan warga, anggota DPRD DKI Kevin Wu sidak pabrik di Kebon Jeruk

Tanggapi keluhan warga, anggota DPRD DKI Kevin Wu sidak pabrik di Kebon Jeruk

Solution For – Jakarta, Kamis sore, menjadi tempat inspeksi yang dilakukan oleh Kevin Wu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi E. Ia melakukan peninjauan ke sebuah pabrik penggorengan kerupuk yang berada di permukiman warga RT 10/RW 10 Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Lokasi ini dipilih setelah Kevin menerima laporan dari masyarakat mengenai aktivitas yang dianggap membahayakan, terutama penggunaan bahan bakar dan pembakaran sampah terbuka di tengah area pemukiman.

Dalam kunjungannya, Kevin mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi risiko yang bisa terjadi jika kegiatan produksi pabrik tersebut tidak diatur dengan baik. “Di sini, api bisa menyebabkan bahaya besar karena permukiman warga terletak di dekatnya. Apalagi kondisi lingkungan padat penduduk dan masih banyak bangunan yang terbuat dari bahan kayu,” jelas Kevin kepada wartawan di lokasi. Ia menekankan bahwa meskipun mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kepatuhan terhadap aspek keselamatan tetap harus diprioritaskan.

Kevin Wu menjelaskan, pabrik tersebut merupakan salah satu usaha UMKM yang menggunakan minyak, tungku, serta bahan bakar kayu dalam proses produksinya. Meski menyetujui peran UMKM dalam perekonomian, ia menegaskan bahwa masyarakat berhak menuntut kejelasan dan kualitas pengelolaan lingkungan. “Saya minta pemilik pabrik untuk lebih memahami kecemasan warga, terutama dalam hal penggunaan bahan bakar dan pembakaran sampah,” ujarnya.

Keluhan warga tidak hanya terkait aspek keamanan, tetapi juga gangguan akses jalan akibat mobil besar yang sering melintas. Kevin memperjelas bahwa truk besar meski tidak terlalu berat, tetapi masih mengganggu kenyamanan warga. “Masyarakat menginginkan pemilik pabrik menggunakan kendaraan lebih kecil atau sistem feeder agar aktivitas tetap lancar tanpa mengganggu lingkungan sekitar,” lanjut Kevin.

Peran Pemilik Pabrik dalam Mengatasi Keluhan

Pemilik pabrik, Mugiarto, mengatakan bahwa ia baru mengetahui keluhan warga setelah Kevin melakukan sidak. Menurut Mugiarto, usahanya telah berlangsung sekitar 35 tahun di lokasi tersebut. “Truk besar hanya digunakan dua sampai tiga kali dalam seminggu, sementara mobil kecil hampir setiap hari keluar masuk. Muatan truk tidak terlalu berat, tetapi masyarakat merasa terganggu,” jelasnya.

Mugiarto juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang berupaya memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mengurus pembentukan badan usaha berupa CV. “Saat ini, proses pengurusan NIB sedang berjalan. Kami juga sedang mempersiapkan bentuk badan usaha yang lebih formal,” tuturnya.

Keluhan tentang penggunaan bahan bakar dan pengaruh lingkungan merupakan isu yang sering muncul di daerah permukiman. Kevin berharap langkah-langkah mitigasi dapat diambil untuk meminimalkan risiko. “Penyesuaian penggunaan bahan bakar dan pengurangan volume truk besar adalah solusi yang bisa dipertimbangkan,” saran Kevin.

Komitmen Pemerintah dalam Mendukung UMKM

Sementara itu, Wakil Camat Kebon Jeruk, Nurul Gusti Sahara Ayu, mengatakan pemerintah setempat akan terus mendukung kegiatan usaha masyarakat selama sesuai dengan aturan. “Yang terpenting adalah pemilik usaha mampu mematuhi regulasi yang berlaku. Kami tetap memberi dukungan, tetapi juga memastikan kegiatan tidak merusak lingkungan sekitar,” ujarnya.

Nurul menambahkan, UMKM seperti pabrik penggorengan kerupuk merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi. “Tentu, pemerintah ingin menjamin bahwa kegiatan ini berjalan secara berkelanjutan. Selama ada kepatuhan terhadap aturan, kami akan memberikan bantuan,” tutur Nurul.

Keluhan warga mengenai kualitas udara dan kebisingan dari pabrik ini menjadi sorotan utama dalam upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan lingkungan. Kevin Wu berharap masyarakat dan pemilik usaha dapat saling memahami. “Solusi jangka panjang adalah kolaborasi antara pihak pemerintah, warga, dan pengusaha. Kita perlu mencari keseimbangan agar UMKM bisa berkembang tanpa mengorbankan kenyamanan hidup masyarakat,” katanya.

Pemerintah daerah juga mengingatkan bahwa pabrik tersebut wajib memenuhi standar keselamatan dan lingkungan. “Selama proses pengurusan izin berjalan, kita akan terus mengawasi penerapan regulasi. Jika ada kesalahan, kita akan memberikan saran penyesuaian,” kata Nurul.

Kevin Wu menegaskan bahwa inspeksi kali ini bukan hanya untuk memeriksa kondisi pabrik, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga. “Kita harus memastikan bahwa UMKM tidak hanya berkembang, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Karena itu, ada peran penting yang harus diambil oleh pemilik usaha,” ujarnya.

Sebagai anggota DPRD DKI, Kevin Wu berharap langkah-langkah konkret bisa diambil dalam waktu dekat untuk memperbaiki situasi. “Kita perlu mengawasi penggunaan bahan bakar dan sistem transportasi pabrik agar tidak merusak lingkungan. Masyarakat akan merasa lebih tenang jika ada tindakan nyata dari pihak pengusaha,” tutup Kevin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *