Topics Covered: Badan Bahasa tinjau TBM pastikan ekosistem budaya literasi di Kendari
Badan Bahasa Tinjau TBM, Pastikan Ekosistem Budaya Literasi di Kendari Berkelanjutan
Topics Covered – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi fokus perhatian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BP2B) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam rangka memastikan perkembangan ekosistem budaya literasi di wilayah tersebut. Kepala BP2B Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, melakukan kunjungan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Diary sebagai bagian dari upaya menilai aktivitas literasi yang berlangsung di tingkat komunitas dan keluarga. Menurutnya, kunjungan ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat lokal mengembangkan minat baca serta keterlibatan dalam kegiatan kreatif yang didukung oleh program pembinaan.
Kreativitas Anak-anak di TBM Diary Menarik Perhatian
Saat mengunjungi TBM Diary, Hafidz Muksin menyampaikan bahwa kehadiran lembaga tersebut memberikan dorongan besar bagi generasi muda. “Saya sangat senang melihat inisiatif anak-anak di sini, yang menciptakan ruang belajar mandiri dengan cara yang tidak biasa,” katanya. Dia menekankan bahwa aktivitas di TBM Diary tidak hanya memperkaya wawasan para pengunjung, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial yang bermakna.
“Kegiatan seperti mendongeng dan pembuatan ecoprint menggunakan bahan alami dari lingkungan sekitar sangat berkontribusi dalam membangkitkan semangat belajar,” kata Hafidz Muksin.
Menurut Hafidz, pendekatan inovatif seperti ini menjadi keunikan TBM Diary. “Tidak hanya berupa bacaan, tetapi juga aktivitas kreatif yang bisa menarik perhatian anak-anak,” tambahnya. Aktivitas seperti seni lukis di atas kain dan eksplorasi lingkungan lokal dinilai efektif untuk memperkaya pengalaman belajar serta memperkuat kebiasaan membaca sejak dini.
Langkah Konkret: Bantuan Pemerintah Rp50 Juta untuk TBM
Dalam rangka memperkuat ekosistem literasi, BP2B Kemendikdasmen memberikan bantuan pemerintah sebesar Rp50 juta kepada TBM Diary yang terpilih dan memenuhi kriteria. Bantuan ini merupakan bagian dari inisiatif “partisipasi semesta” yang bertujuan menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. “Pemberian dana ini sebagai bentuk motivasi bagi TBM yang berupaya membangun ruang belajar mandiri,” jelas Hafidz Muksin.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa bantuan tersebut tidak hanya memperkuat kegiatan yang telah berjalan, tetapi juga mendorong TBM lain di Kendari untuk merancang program serupa. “Kami berharap TBM lain bisa meniru inisiatif ini, sehingga membentuk jaringan literasi yang lebih luas,” tambahnya. Dengan adanya dana, TBM Diary bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk pengadaan buku, pelatihan bagi pengelola, dan pengembangan ruang kreativitas.
Ekosistem Literasi Harus Terus Dibina
Kunjungan Hafidz Muksin ke TBM Diary bukan hanya sekadar evaluasi, tetapi juga komitmen untuk terus memetakan dan memperkaya keterlibatan masyarakat dalam pembelajaran. Menurutnya, tantangan zaman seperti digitalisasi dan gawai membuat akses ke ruang belajar menjadi lebih sulit. “Oleh karena itu, TBM menjadi penyangga penting untuk menjaga keberlanjutan budaya literasi,” ujarnya.
BP2B Kemendikdasmen berupaya menyelaraskan kegiatan TBM dengan kebutuhan masyarakat. “Kita harus menciptakan ekosistem literasi yang bisa bertahan, baik dalam kondisi normal maupun di tengah perubahan,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang mengejar peningkatan angka baca, tetapi juga membangun kebiasaan membaca yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kunjungan Membawa Dampak Positif untuk Wilayah Bende
Pendiri TBM Diary, Andi Diah, menyambut baik kehadiran Hafidz Muksin yang memberikan dampak signifikan bagi pengembangan wilayah. “Alhamdulillah, TBM Diary bisa dipilih sebagai salah satu lokasi kunjungan kerja di Kendari,” ucapnya. Menurut Andi, keberadaan TBM tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga menjadi ruang bagi komunitas lokal untuk berkembang secara kreatif.
“Kunjungan ini memperkuat rencana pembentukan Lorong Literasi di Kelurahan Bende,” terang Andi Diah.
Andi menjelaskan bahwa pihaknya sedang merancang “Lorong Literasi” sebagai inisiatif baru yang diharapkan bisa menjadi pusat aktivitas baca dan kreativitas. “Kedatangan Kepala Badan Bahasa memberikan kesadaran lebih luas kepada warga bahwa literasi adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya. Menurutnya, proyek ini akan mempercepat kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca serta mengembangkan minat belajar mandiri.
Adapun bantuan Rp50 juta yang diberikan, Andi Diah berharap bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat fasilitas TBM Diary. “Insya Allah, bantuan ini akan menjadi fondasi untuk program jangka panjang,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BP2B Kemendikdasmen yang memperhatikan peran TBM dalam membangun budaya literasi di tengah tantangan zaman.
Perspektif Masyarakat dan Pemerintah Lokal
Kunjungan ke TBM Diary juga memberikan semangat baru bagi pemerintah setempat dan warga Kelurahan Bende. “Bantuan ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga masyarakat dan komunitas,” kata Andi Diah. Dengan dukungan dari lembaga pemerintah, TBM diharapkan bisa menjadi kekuatan tambahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
BP2B Kemendikdasmen menegaskan bahwa ekosistem budaya literasi harus terus diperluas melalui pendekatan yang melibatkan berbagai pihak. “Kita perlu membangun kerja sama dengan masyarakat, lembaga keagamaan, dan institusi lain untuk memastikan keberhasilan program ini,” pungkas Hafidz Muksin. Ia yakin, dengan komitmen bersama, literasi bisa menjadi pilar penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan bermasyarakat di daerah-daerah terpencil maupun perkotaan.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa TBM bukan hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan pengembangan minat belajar di tingkat masyarakat. Dengan berbagai aktivitas kreatif yang digelar, TBM Diary menjadi contoh yang menarik untuk wilayah lain di Sulawesi Tenggara. Selain itu, program bantuan ini juga membuka peluang bagi TBM lain untuk bersaing dalam menciptakan ekosistem literasi yang tangguh.
Sebagai penutup, Hafidz Muksin menegaskan bahwa BP2B Kemendikdasmen akan terus berperan aktif dalam memantau dan memperkuat TBM. “Kami ingin TBM bisa menjadi sar