Special Plan: Khofifah tegaskan Jatim jadi barometer pendidikan nasional

Khofifah Tegaskan Jatim Jadi Barometer Pendidikan Nasional

Special Plan – Surabaya, Jawa Timur, menjadi pusat perhatian dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan komitmen kuat untuk menjadikan daerah ini sebagai cerminan pendidikan nasional. Dalam pidato yang disampaikannya di acara tersebut, Khofifah menekankan bahwa pembangunan pendidikan di Jatim tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara merata. Hal ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Melalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur,” ujarnya di Surabaya, Sabtu. Ia menambahkan bahwa tema nasional Hardiknas 2026, Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, selaras dengan visi Jatim Cerdas yang menekankan pendidikan berdampak dan SDM yang berdaya saing.

Menurut Khofifah, peran pendidikan dalam mendorong kemajuan daerah dan nasional tidak bisa dipandang secara terpisah. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi model yang dapat diikuti oleh provinsi lain di Indonesia. “Kita harus menjadi contoh bagaimana pendidikan bisa mengubah kehidupan masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya. Pandangan ini dipandu oleh dua tema yang terkait erat: tema nasional yang menitikberatkan pada partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam pendidikan berkualitas, serta tema provinsi Jatim yang menekankan dampak nyata dari program pendidikan yang dijalankan.

Tema nasional Hardiknas 2026, yang diperkenalkan oleh pemerintah pusat, menekankan pentingnya melibatkan semua pihak dalam proses belajar-mengajar. Khofifah menganggap ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. “Tema ini memberi kesan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya. Dalam konteks ini, Jatim Cerdas menjadi wadah untuk mewujudkan visi tersebut. Program ini, yang telah dicanangkan beberapa tahun silam, dirancang untuk mencakup berbagai aspek, mulai dari akses pendidikan hingga kualitas pembelajaran.

Khofifah menjelaskan bahwa Jatim Cerdas memiliki tiga pilar utama: inklusif, berkualitas, dan berdampak. Pilar pertama menitikberatkan pada upaya pemerintah untuk memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan merata dalam mengakses pendidikan. Hal ini mencakup pembangunan sekolah di daerah terpencil, peningkatan sarana pendidikan di kawasan dengan kondisi ekonomi kurang memadai, serta kebijakan yang mendukung pelajar dari keluarga miskin. “Kita harus memastikan tidak ada anak yang terlantar dalam proses pendidikan,” katanya. Ia menyoroti bahwa pemerintah Jatim telah berupaya keras untuk menyediakan infrastruktur pendidikan yang memadai, termasuk peningkatan ketersediaan tenaga pengajar dan perbaikan fasilitas belajar.

Pada sisi kualitas, Khofifah memperkenalkan beberapa inisiatif yang bertujuan meningkatkan standar pendidikan di Jatim. Salah satu langkah utamanya adalah pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Dengan demikian, pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja. “Kualitas pendidikan harus bergerak seiring perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi,” tuturnya. Selain itu, pemerintah Jatim juga fokus pada penguasaan teknologi dalam pembelajaran, seperti penggunaan platform digital dan metode pengajaran yang inovatif.

Khofifah menyebutkan bahwa dampak dari program Jatim Cerdas tidak hanya terlihat dalam perbaikan kualitas pendidikan, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang baik mampu mengurangi kesenjangan antara daerah berkembang dan daerah maju, sekaligus memperkuat daya saing Jatim di tingkat nasional. “Kita harus menyadari bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa,” ujarnya. Menurutnya, Jatim berpotensi menjadi tempat yang mampu menghasilkan SDM yang mumpuni, terutama di bidang teknologi, ekonomi, dan administrasi.

Dalam perayaan Hardiknas 2026, Khofifah juga menyoroti peran institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang tidak hanya menyalurkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa. “Pendidikan yang baik harus melahirkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan memiliki tanggung jawab sosial,” katanya. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah Jatim berencana menambahkan program pelatihan kepribadian dan pengembangan soft skills di berbagai tingkatan pendidikan.

Khofifah juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Hardiknas 2026 di Surabaya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pencapaian program Jatim Cerdas selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam akses pendidikan, terutama di daerah pedesaan dan kawasan dengan pendapatan rendah. Namun, masih ada tantangan yang harus diatasi, seperti kesenjangan sumber daya pendidikan antar daerah dan ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas. “Kita harus terus berinovasi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut,” ujarnya.

Dalam pandangan Khofifah, pendidikan yang inklusif dan berkualitas adalah investasi jangka panjang yang berdampak besar pada pembangunan daerah. Ia berharap, dengan melanjutkan program Jatim Cerdas, Jawa Timur mampu menjadi barometer nasional dalam mengukur kemajuan pendidikan. “Kita harus bangga karena Jatim memiliki potensi untuk menjadi contoh bagi provinsi lain,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor dalam memastikan pendidikan yang diberikan mampu memenuhi harapan masyarakat dan pasar kerja.

Perayaan Hardiknas 2026 di Surabaya diharapkan menjadi momentum untuk meninjau ulang kebijakan pendidikan yang telah dijalankan. Khofifah menyampaikan bahwa pemerintah Jatim telah menyiapkan berbagai inisiatif baru, seperti pengu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *