Wagub minta jamaah calon haji doakan kemajuan Papua

Wagub Papua Ajak Jamaah Calon Haji Doakan Pembangunan Daerah

Wagub minta jamaah calon haji doakan – Jayapura, Papua – Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen, memberikan pesan khusus kepada para jamaah calon haji yang berasal dari wilayah tersebut. Ia berharap seluruh peserta ibadah tahunan ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan sekaligus menjadi duta keberhasilan pembangunan Papua di tanah suci. “Jamaah calon haji memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya untuk mengikuti ritual ibadah, tetapi juga menginspirasi masyarakat dengan semangat spiritual yang mereka bawa,” tutur Aryoko usai melangsungkan pelepasan jamaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Jayapura, Sabtu.

“Bukan semua warga memiliki kesempatan untuk menjadi tamu Allah. Karena itu, pemilihan jamaah calon haji adalah panggilan yang mulia, yang harus dihargai dan dilaksanakan dengan keikhlasan penuh,” kata Aryoko dalam pidatonya. Ia menekankan bahwa kesempatan tersebut adalah anugerah yang langka dan wajib dijaga keberhasilannya.

Menurut Aryoko, perjalanan haji bukan sekadar aktivitas fisik yang berat, tetapi juga sebagai sarana penguatan iman dan ketekunan. “Ibadah ini memberi kesempatan untuk memperkuat ketahanan mental, kesabaran, dan keikhsasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia berpesan agar jamaah tetap fokus pada tujuan utama ibadah, yaitu memperoleh ridha Allah, serta menjaga sikap tawadhu dan tidak tergoda oleh keinginan pribadi.

“Kami juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kondisi fisik sebaik mungkin. Ini penting agar semua proses ibadah dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan,” tambah Aryoko. Ia menyoroti peran penting jamaah dalam memperlihatkan akhlak yang baik dan menjaga citra Indonesia secara keseluruhan.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Papua, Musa Narwawan, mengungkapkan bahwa total kuota jamaah haji untuk tahun ini mencapai 933 orang. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 840 jamaah yang telah dinyatakan siap berangkat. “Sisanya masih dalam proses persiapan, dengan sekitar 50 orang berasal dari luar Papua yang juga dilibatkan,” jelas Musa. Ia menyebutkan bahwa beberapa kuota masih kosong karena ada jamaah yang mempercepat atau menunda keberangkatan akibat kondisi kesehatan yang kurang memadai.

“Kami yakin seluruh jamaah yang diberangkatkan akan dapat menjalankan ibadah dengan baik, sekaligus membawa keberhasilan bagi daerah asal mereka,” ujar Musa. Ia juga menegaskan bahwa keberangkatan ini dilakukan secara terencana dan telah memenuhi semua persyaratan administrasi serta dokumen yang dibutuhkan.

Menurut Musa, jamaah calon haji Papua akan dibagi ke dalam tiga kloter, yaitu Kloter 29, 30, dan 31. Semua kelompok tersebut akan berangkat dari Embarkasi Makassar. “Jadwal keberangkatan Kloter 29 dijadwalkan pada 9 Mei 2026, Kloter 30 pada 11 Mei 2026, dan Kloter 31 pada 12 Mei 2026,” katanya. Ia menekankan bahwa pihak penyelenggara telah memastikan segala persiapan baik secara logistik maupun teknis.

“Penyelenggaraan haji tahun ini lebih menekankan pada peningkatan kualitas layanan yang lebih terpadu, profesional, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan jamaah,” ujarnya. Musa juga menyampaikan harapan bahwa seluruh peserta dapat pulang dengan status haji mabrur, yaitu seseorang yang mendapat berkah dan keberkahan dari Allah.

Dalam upacara pelepasan tersebut, Wagub Papua juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keharmonisan. “Jamaah harus menjadi contoh yang baik, baik dalam menjalani rutinitas harian maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat Makkah dan jamaah lainnya,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya bergantung pada keberhasilan ritual, tetapi juga pada cara mereka membangun hubungan antarmanusia.

“Kami berharap jamaah bisa menjaga sikap santun, tertib, serta saling menghormati. Dengan demikian, citra Papua akan semakin ditingkatkan di mata dunia,” lanjut Aryoko. Ia juga mengingatkan para jamaah untuk tetap berdoa dan bersabar dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama perjalanan.

Musa Narwawan menjelaskan bahwa seluruh jamaah telah diberikan pelatihan khusus sebelum berangkat. “Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan mereka mampu menghadapi segala situasi dengan tenang dan penuh persiapan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa sistem pengawasan dan komunikasi telah diperketat agar setiap langkah dapat terpantau secara optimal.

“Dengan memperhatikan keberangkatan secara terpadu, kami yakin seluruh jamaah akan mampu mengikuti proses haji tanpa hambatan dan membawa kebahagiaan bagi keluarga serta masyarakat,” kata Musa. Ia menutup pidatonya dengan doa dan harapan agar ibadah haji dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik secara spiritual maupun sosial.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Papua menambahkan bahwa persiapan keberangkatan jamaah telah rampung 100 persen. “Ini berarti segala aspek seperti vaksinasi, perlengkapan, dan dokumentasi telah dipenuhi dengan baik,” ujarnya. Musa menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas perjalanan haji, termasuk dalam hal kebersihan dan kesehatan.

Aryoko Rumaropen berharap seluruh jamaah calon haji Papua dapat menjadi representasi terbaik dari daerah mereka. “Jamaah haji adalah bagian dari keberhasilan pembangunan nasional, termasuk di Papua. Mereka juga diwajibkan memperkenalkan budaya dan nilai-nilai keagamaan yang dianut masyarakat Papua kepada dunia internasional,” katanya. Ia menekankan bahwa perjalanan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran dan rasa kebanggaan atas identitas lokal.

“Kami juga berharap jamaah dapat menjaga hubungan baik dengan sesama jamaah dan dengan masyarakat setempat. Ini akan memperkuat ikatan persaudaraan, baik di tanah suci maupun kembali ke Indonesia,” ujarnya. Aryoko menutup pidatonya dengan doa agar semua jamaah berhasil melaksanakan ibadah haji secara optimal dan menjadi saksi keberhasilan pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *