Latest Program: NTB resmikan pusat informasi Geopark Rinjani
NTB resmikan pusat informasi Geopark Rinjani
Latest Program – Lombok Timur, NTB (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi meluncurkan Pusat Informasi Geopark Rinjani, sebagai bagian dari upaya meningkatkan sektor pariwisata di daerah tersebut secara berkelanjutan. Upacara peresmian berlangsung pada hari Sabtu malam, dihadiri oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Lombok Timur, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan geopark ini.
Pembukaan Pusat Informasi sebagai Tanda Awal Kolaborasi
General Manager Geopark Rinjani, Quadro Wicaksono, mengungkapkan bahwa pendirian pusat informasi ini merupakan hasil dari proyek yang telah melalui proses pengembangan yang panjang sejak tahun 2025. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa Geopark Rinjani telah berhasil memperoleh sertifikasi green card dari UNESCO, yang memberikan status sebagai kawasan geopark berkualitas selama empat tahun ke depan. “Kami telah segera menangani semua catatan yang diberikan oleh asesor UNESCO, serta menyelesaikannya secara cepat dan efisien,” jelasnya melalui pernyataan resmi yang diterima Sabtu malam.
“Kehadiran pusat ini bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai wadah inspirasi bagi kerja sama yang lebih luas antar berbagai pihak.”
Pembukaan pusat informasi ini diharapkan mampu menjadi titik awal dari pengelolaan kawasan yang lebih terpadu, menggabungkan aspek konservasi dan pendidikan. Quadro menegaskan bahwa keberhasilan Geopark Rinjani sebagai destinasi pariwisata yang bermutu tidak bisa tercapai tanpa partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. “Pengembangan ke depan tidak lagi hanya fokus pada jumlah pengunjung, tetapi pada kualitas kunjungan wisatawan,” lanjutnya.
Konservasi Lingkungan sebagai Prioritas Utama
Salah satu langkah strategis yang diluncurkan dalam acara ini adalah program konservasi kawasan sekitar Gunung Rinjani melalui penanaman kopi. Proyek ini rencananya akan menanam sekitar 780.000 bibit kopi, dengan harapan bahwa dampaknya dapat dirasakan dalam beberapa tahun mendatang. “Ini merupakan upaya untuk memperkuat eksistensi kopi Sembalun yang sudah lama dikenal oleh wisatawan,” kata Quadro.
“Selain menanam mimpi besar untuk masa depan, yang utama adalah menjaga kelestarian alam Gunung Rinjani, karena nilai ekologisnya jauh lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi.”
Dalam sambutannya, Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik menyampaikan bahwa konsep “makmur mendunia” tidak selalu bergantung pada inovasi baru, tetapi bisa diwujudkan melalui pemanfaatan potensi yang sudah ada. “Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan nilai tambah terhadap sumber daya yang dimiliki, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurut Juaini, konservasi lingkungan dan pendidikan wisatawan perlu menjadi prioritas utama dalam pengembangan Geopark Rinjani. Ia berharap program ini mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan alam. “Kawasan ini bukan hanya untuk dikunjungi, tetapi juga dijaga agar tetap utuh dan lestari untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Pengembangan Wisata Berkelanjutan dengan Kolaborasi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan pusat informasi tersebut. Ia berharap pusat ini menjadi pusat pengumpulan dan distribusi data serta informasi yang bermanfaat bagi pengelolaan kawasan secara lebih efektif. “Dari tempat yang sederhana ini, kita ingin menanamkan harapan besar untuk masa depan,” ujarnya.
“Namun, yang paling utama adalah menjaga kelestarian Gunung Rinjani, karena nilainya jauh lebih penting dibandingkan manfaat ekonomi apa pun.”
Iqbal juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan menciptakan ruang bagi inovasi dalam pengelolaan Geopark Rinjani. “Kolaborasi lintas sektor adalah kunci sukses dalam mencapai tujuan pariwisata yang berkelanjutan dan adil,” tegasnya.
Dalam pandangan Iqbal, pusat informasi ini tidak hanya memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga menjadi titik awal bagi pengelolaan yang berbasis konservasi. “Kita ingin menciptakan pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna bagi masyarakat setempat,” lanjutnya.
Langkah Strategis untuk Keberlanjutan Pariwisata
Peresmian Pusat Informasi Geopark Rinjani diharapkan menjadi tonggak penting dalam mencapai tujuan pengembangan yang holistik. Pusat ini dirancang sebagai platform untuk memperkenalkan keunikan alam serta budaya Pulau Lombok kepada pengunjung, sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang sehat bagi masyarakat lokal,” ujar Iqbal.
Konservasi lingkungan menjadi komponen inti dari strategi pengembangan Geopark Rinjani. Quadro Wicaksono menambahkan bahwa keberhasilan dalam mempertahankan ekosistem kawasan sangat berdampak pada daya tarik pariwisata. “Pengelolaan yang baik akan membuat kawasan ini tetap relevan dan diminati wisatawan,” katanya.
Program penanaman kopi, kata Quadro, adalah salah satu langkah konkret untuk mendukung ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pariwisata tidak bisa tercapai tanpa keberlanjutan lingkungan. “Kopi Sembalun tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga simbol identitas daerah,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Dalam upacara peresmian, seluruh peserta menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini. “Kami percaya bahwa kolaborasi antar pihak akan menghasilkan keberhasilan yang lebih besar,” kata Juaini Taofik. Ia menambahkan bahwa pengelolaan kawasan geopark perlu mengintegrasikan aspek budaya, ekonomi, dan lingkungan.
“Kami ingin memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat, tanpa mengorbankan keindahan alam yang ada.”
Kehadiran pusat informasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Dengan layanan informasi yang lebih lengkap, pengunjung akan lebih mudah memahami nilai geologis dan ekologis Gunung Rinjani. “Selain itu, pusat ini akan menjadi bagian dari narasi tentang kawasan yang berkelanjutan,” kata Quadro.
Gubernur Iqbal menekankan bahwa pengelolaan Geopark Rinjani adalah bagian dari visi NTB untuk mengubah Lombok menjadi destinasi wisata yang memiliki kredibilitas global. “Kita ingin menggambarkan bahwa pariwisata di NTB bukan hanya menarik, tetapi juga membawa manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, peresmian Pusat Informasi Geopark Rinjani dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan pariwisata. Dengan pengelolaan yang lebih terpadu, kawasan ini diharapkan mampu menjadi contoh bagus dalam menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. “Pengelolaan yang baik