Yang Terjadi Saat: Polri Prediksi 146 Juta Pemudik Lebaran 2026, Sepeda Motor Jadi Sorotan
Polri Prediksi 146 Juta Pemudik Lebaran 2026, Sepeda Motor Jadi Sorotan
Dalam jumpa pers terkait pembaruan PHTC dan kesiapan menghadapi libur Lebaran 2026, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa sekitar 146 juta orang di Indonesia diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Dari jumlah tersebut, 19 juta pemudik berasal dari wilayah DKI Jakarta. Pernyataan ini diucapkan Dedi saat acara di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (11/3).
Kesiapan Polri Menghadapi Mudik Lebaran 2026
Dedi menyebutkan, tiga provinsi dengan angka pemudik terbesar tetap berasal dari Jawa Barat, yang mencakup 30 juta lebih atau 21 persen dari total. DKI Jakarta menyumbang 19 juta lebih atau 12 persen, sementara Jawa Timur mengantarkan 17 juta lebih atau 10 persen. “Dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, jumlah pemudik mencapai 66 juta lebih, yang merupakan sebagian besar dari total 146 juta,” tutur Dedi.
Mobil pribadi menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat, dengan angka sekitar 76 juta pengguna. Namun, sepeda motor juga banyak dipilih, yaitu 24 juta orang. Moda transportasi ini menarik perhatian karena data menunjukkan kecelakaan terbanyak terjadi di sepeda motor, meskipun jumlah pemudik dengan motor lebih sedikit dibandingkan pengguna mobil.
Dedi menambahkan, penggunaan bus mencapai 23 juta, kereta api 6,9 juta, dan pesawat 4,9 juta. “Meski jumlah pemudik dengan mobil pribadi terbesar, kita tidak boleh mengabaikan risiko dari motor,” papar Dedi. “Karena angka kecelakaan di sepeda motor justru lebih tinggi dibandingkan moda lainnya.”
Pelaksanaan Operasi Ketupat
Untuk menghadapi mudik Lebaran 2026, Polri akan menggelar Operasi Ketupat dengan mengerahkan 161 ribu personel. Jumlah ini terdiri dari 1.290 personel dari Mabes Polri, 87.936 dari Polda, serta 72.015 dari kementerian dan lembaga terkait. “Operasi ini dilakukan secara nasional untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan,” jelas Dedi.
Polri juga menyediakan 2.746 pos pengamanan, yang terbagi dalam 1.624 pos pengamanan (pam), 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. “Pos-pos ini akan menjaga keamanan di lokasi yang rawan, termasuk masjid, terminal, pelabuhan, bandara, dan stasiun kereta api,” lanjut Dedi. “Lokasi wisata tetap menjadi prioritas karena sering terjadi insiden kecelakaan.”
Operasi Ketupat akan fokus pada pengamanan objek vital seperti pusat perbelanjaan dan lokasi wisata. “Total objek yang dijaga mencapai 182.608, termasuk tempat salat id,” kata Dedi. “Kami juga memastikan keamanan di jalur jalan tol dan non-tol untuk mengantisipasi kemacetan serta risiko kecelakaan selama arus mudik.”