Isu Penting: BPOM: Pangan tanpa izin edar terbanyak dari impor Malaysia & Singapura

BPOM: Pangan tanpa izin edar terbanyak berasal dari Malaysia dan Singapura

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan bahwa produk pangan olahan yang tidak memiliki izin edar di Indonesia selama masa pengawasan jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 didominasi oleh barang dari Malaysia dan Singapura. Dalam konferensi pers, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebutkan bahwa dari total temuan, 70,4 persen berasal dari Malaysia, sedangkan 11,3 persen diambil dari Singapura. Kedua negara tersebut berada di urutan pertama, diikuti oleh China yang menyumbang 10,4 persen dan Thailand sebanyak 2,2 persen.

Pengawasan Intensif di 38 Wilayah

BPOM melakukan inspeksi terhadap 1.134 titik distribusi pangan olahan di 38 provinsi. Kebanyakan dari titik tersebut adalah toko ritel modern (50,2 persen), lalu toko tradisional (32,5 persen), gudang distributor (16,6 persen), serta gudang importir dan e-commerce masing-masing 0,6 dan 0,1 persen. Dari seluruh pemeriksaan, 739 titik atau 62,2 persen dinyatakan memenuhi syarat, sementara 395 titik atau 34,8 persen gagal memenuhi ketentuan.

Wilayah dengan Temuan Terbesar

Beberapa wilayah menjadi sumber temuan pangan ilegal terbanyak, seperti Palembang yang menghasilkan 10.848 produk, Batam sebanyak 2.653, Palopo di Sulawesi Selatan (2.756), Sanggau (1.654), serta Tarakan (1.305). Jenis pangan tanpa izin edar yang ditemukan terdiri dari bumbu, bahan tambahan pangan, makanan ringan, produk bertekstur, olahan daging, dan sereal.

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa tingkat temuan pangan tanpa izin edar meningkat karena permintaan konsumen yang tinggi, sehingga mendorong pasokan ilegal melalui jalur tidak resmi. Sementara produk kedaluwarsa dan rusak terjadi akibat panjangnya rantai pasok, perputaran stok yang lambat, serta manajemen persediaan yang kurang optimal.

BPOM menegaskan bahwa upaya pengawasan bertujuan meminimalkan risiko kesehatan masyarakat akibat pangan yang tidak memenuhi standar, sekaligus memastikan ketersediaan makanan aman selama masa liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *