Key Strategy: Cegah banjir Puri Kembangan, Pemkot Jakbar bangun saluran 1.050 meter

Key Strategy: Pemkot Jakbar Bangun Saluran 1.050 Meter untuk Cegah Banjir Puri Kembangan

Key Strategy – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) mengumumkan key strategy yang menjadi fokus utama dalam upaya mencegah banjir di kawasan Puri Kembangan. Wilayah ini, yang terletak di sepanjang Jalan Outer Ring Road (JORR), sering mengalami genangan air akibat sistem drainase yang tidak optimal. Sebagai solusi permanen, Pemkot Jakbar merencanakan pembangunan saluran air dengan panjang 1.050 meter, yang akan menjadi bagian dari strategi penanggulangan banjir tersebut. Proyek ini dicanangkan oleh Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah, saat mengunjungi lokasi pada Selasa lalu.

Proyek Drainase dengan Pendanaan Kolaboratif

Key strategy ini dirancang untuk mengalirkan air secara simultan ke Kali Angke, sehingga mengurangi risiko banjir di area kolong tol JORR W1. Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa proyek pembangunan saluran akan selesai dalam empat bulan, dengan dukungan dana dari berbagai sumber, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) setempat. “Dengan key strategy ini, kita bisa mengoptimalkan sistem drainase dan mengurangi dampak banjir secara signifikan,” tambahnya.

“Empat bulan bisa kita selesaikan. Jadi, ada dukungan dari CSR dan juga dari APBD atau Suku Dinas SDA,” ujar Iin Mutmainnah. Selain saluran, proyek ini juga mencakup pengelolaan sistem drainase secara menyeluruh, yang diharapkan bisa mencegah banjir berulang di wilayah tersebut.

Penyebab Genangan dan Solusi Teknis

Menurut Plt Kepala Suku Dinas SDA Jakbar, Mustajab, banjir di Puri Kembangan utamanya disebabkan oleh luapan air dari Kali Angke. Genangan terjadi melalui dua saluran penghubung, yaitu Phb Tunas Muda dan Phb Pasar Minggu. “Phb Pasar Minggu memiliki aliran air yang lebih besar, sehingga menjadi titik kritis dalam key strategy ini,” jelas Mustajab. Saluran baru yang dibangun akan mengarahkan air ke Kali Angke, lalu dipompa ke hilir untuk menghindari penumpukan di permukaan jalan.

“Nah, dari Phb Pasar Minggu ini, yang paling besar inflow-nya dari Kali Angke,” tambah Mustajab. Key strategy ini memastikan aliran air ke Kali Angke dipercepat, sehingga genangan di sekitar JORR tidak terjadi lagi.

Implementasi Sementara dan Target Jangka Panjang

Sementara itu, dalam proses pembangunan, Pemkot Jakbar masih menggunakan metode penyedotan air. “Kami melakukan tindakan darurat dengan 12 unit truk tangki untuk mengelola genangan sambil menunggu key strategy utama,” kata Mustajab. Langkah ini memberikan manfaat sementara, tetapi tidak menggantikan solusi jangka panjang yang telah direncanakan.

Key strategy yang digarap Pemkot Jakbar diharapkan bisa menyelesaikan masalah banjir secara permanen. Mustajab menegaskan bahwa saluran air akan meningkatkan kemampuan drainase wilayah Puri Kembangan, yang sebelumnya rawan genangan. “Dengan key strategy ini, aliran air ke Kali Angke akan lebih lancar, sehingga risiko banjir bisa diminimalkan hingga 80 persen,” tambahnya.

Peran Kolaborasi dan Pembiayaan Eksternal

Pemkot Jakbar juga berupaya mempercepat proyek ini melalui kolaborasi dengan pihak terkait. “Key strategy ini membutuhkan sinergi dari berbagai instansi, termasuk DKI Jakarta dan pemerintah daerah lainnya,” kata Iin Mutmainnah. Dalam pendanaan, Pemkot Jakbar menggabungkan sumber daya dari CSR, APBD, dan juga dukungan eksternal. “Dengan pendanaan kolaboratif, key strategy ini bisa berjalan maksimal,” terangnya.

Key strategy ini dianggap menjadi langkah penting dalam menghadapi musim hujan dan mengurangi risiko bencana di Jakarta Barat. Iin Mutmainnah menyebutkan bahwa proyek ini akan menjadi contoh sukses dalam pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan. “Kami percaya key strategy ini bisa memberikan manfaat besar bagi warga sekitar,” ujarnya.

Harapan dan Dampak Proyek

Proyek saluran air sepanjang 1.050 meter diharapkan memberikan dampak signifikan bagi warga Puri Kembangan. Mustajab menyatakan bahwa key strategy ini akan mengurangi genangan air hingga 80 persen, sehingga meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas di area tersebut. “Ini adalah solusi yang sistematis dan berkelanjutan,” katanya. Selain itu, proyek ini juga diharapkan bisa menjadi acuan dalam pembangunan infrastruktur drainase di kawasan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *