Key Strategy: KKP dorong pembiayaan sektor hilir perikanan yang masih minim
KKP dorong pembiayaan sektor hilir perikanan yang masih minim
Persaingan Dunia Usaha Perikanan Masih Terpusat di Hulu
Key Strategy – Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan pendanaan di sektor hilir perikanan, mengingat saat ini kredit yang diberikan lebih banyak dialokasikan ke sektor hulu, seperti usaha penangkapan ikan dan budidaya. Hal ini diungkapkan oleh Machmud, Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis. Menurutnya, tingkat pembiayaan di sektor pengolahan hasil perikanan masih relatif rendah dibandingkan sektor hulu, sehingga perlu peningkatan untuk memperkuat nilai tambah produk perikanan nasional.
Sebagai bentuk upaya, KKP mencatat hingga triwulan I 2026, realisasi kredit program kelautan dan perikanan telah mencapai Rp2,23 triliun, dengan jumlah debitur mencapai 131.230 orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah debitur meningkat hingga 59,79 persen. Dari total kredit yang disalurkan, sektor penangkapan ikan mendominasi dengan 34,88 persen, sementara sektor budidaya mengambil 32,67 persen. Sementara itu, pembiayaan untuk pengolahan hasil perikanan hanya sebesar 2,91 persen, dan untuk perdagangan hasil perikanan tercatat 22,13 persen.
Peran KNMP dan Koperasi Desa dalam Membangun Ekosistem Usaha
Menyadari kebutuhan transformasi sektor perikanan, KKP menggandeng perbankan dalam pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pemetaan potensi pembiayaan telah dilakukan di 14 lokasi KNMP bersama Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Machmud menjelaskan, langkah ini tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan finansial, tetapi juga merancang model bisnis yang sesuai dengan ciri khas usaha di masing-masing wilayah. Tujuannya adalah membuat usaha lebih layak dibiayai atau bankable, sehingga memudahkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Dalam menghadapi tantangan pembiayaan, KKP menekankan bahwa kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan menjadi faktor utama. “Tantangan pembiayaan bukan hanya tentang ketersediaan dana, tetapi juga kesiapan model usaha yang efektif di lapangan,” kata Machmud. Ia menambahkan, kemitraan dengan perbankan menjadi strategi penting untuk menyediakan pendanaan yang lebih terarah ke sektor hilir, yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Integrasi Usaha untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional
KKP juga menekankan pentingnya penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai pihak yang menggabungkan usaha perikanan dari berbagai tingkatan. Dengan menjadi agregator usaha, koperasi ini diharapkan mampu menyediakan pembiayaan yang lebih terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran. Hal ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pendanaan parsial yang hanya menjangkui sektor hulu, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.
Machmud menyebutkan bahwa integrasi usaha ini akan membentuk ekosistem yang lebih kuat di wilayah pesisir, yang merupakan sentra utama aktivitas kelautan dan perikanan. Dengan model yang terstruktur, koperasi diharapkan bisa menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dan institusi keuangan, sehingga mempercepat akses pendanaan. Selain itu, integrasi ini juga dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk perikanan nasional dalam pasar internasional.
Target Peningkatan Pembiayaan Hilir untuk Masa Depan
Dalam beberapa tahun terakhir, KKP terus mengupayakan peningkatan volume pembiayaan ke sektor hilir. Meski saat ini tingkat pendanaan di sektor pengolahan dan pemasaran masih tergolong kecil, langkah-langkah ini diharapkan mampu mengubah pola kerja pelaku usaha perikanan. Pembiayaan yang lebih merata ke seluruh rantai produksi akan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro untuk berkembang lebih cepat.
Menurut Machmud, penguatan sektor hilir tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan, tetapi juga mengurangi risiko ketergantungan pada harga bahan baku mentah. “Dengan pendanaan yang lebih besar di sektor hilir, pelaku usaha bisa bertransformasi menjadi produsen, pengolah, maupun pemasar yang lebih mandiri,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan visi KKP untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan secara holistik, tidak hanya dari sisi produksi tetapi juga distribusi dan pemasaran.
Kemitraan dengan perbankan dalam KNMP menjadi salah satu inisiatif utama untuk memperkuat keberlanjutan usaha perikanan. Dengan pendekatan lokal dan berbasis komunitas, KNMP dianggap sebagai platform yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif dari segi perikanan. Koperasi Desa Merah Putih juga berperan dalam mengakseskan dana kredit yang lebih terarah, terutama untuk usaha yang tidak bisa terjangkau oleh bank konvensional.
Potensi Perubahan Struktur Ekonomi Perikanan
Pembiayaan sektor hilir perikanan dianggap sebagai kunci untuk mengubah struktur ekonomi sektor ini. Dengan pendanaan yang cukup, pelaku usaha bisa memperluas skala produksi, memperkenalkan teknologi baru, serta membangun sistem pemasaran yang lebih modern. Machmud menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk