Agenda Kunjungan: Luhut Lapor Prabowo: Iran Tak Mungkin Tutup Selat Hormuz Seterusnya

Luhut Lapor Prabowo: Iran Tak Mungkin Tutup Selat Hormuz Seterusnya

JAKARTA – Luhut Binsar Pandjaitan, ketua Dewan Energi Nasional, memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi akses ke Selat Hormuz. Menurutnya, Iran tidak akan menutup jalur tersebut secara permanen karena tetap membutuhkan keuntungan dari jalur perdagangan minyak.

Kondisi Global dan Dampak Ekonomi

Luhut menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz selama beberapa waktu akan berdampak pada kenaikan harga minyak mentah internasional. Namun, ia menegaskan bahwa keadaan ini tidak menyebabkan pengaruh signifikan terhadap harga energi nasional selama masa Lebaran. “Hari besar keagamaan seperti Lebaran tidak mengalami gangguan dari konflik ini,” tambahnya.

“Iran tetap memiliki kepentingan untuk mempertahankan akses ke Selat Hormuz, karena jalur tersebut menjadi salah satu pemasok pendapatan negara,” ujar Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Sementara itu, Luhut memperkirakan kenaikan harga minyak mentah akibat perang AS-Iran bisa mencapai USD110 per barel. Angka ini melebihi asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang mengestimasi harga minyak di level USD70 per barel. “Apabila konflik Iran-Israel berlangsung lebih intens, akses ke Selat Hormuz bisa terbatas, dan harga minyak kemungkinan berada antara USD80 hingga USD110,” lanjutnya.

Menurut Luhut, meski konflik tersebut menimbulkan tekanan pada pasar minyak, dampak jangka pendek bagi Indonesia belum terlihat jelas. Ia mengatakan bahwa kondisi ini memaksa pemerintah bekerja ekstra untuk mengimbangi subsidi energi, tetapi tidak mengganggu stabilitas fiskal secara langsung.

“Kami datang dengan berbagai skenario dan menunggu perkembangan selama 1-2 minggu ke depan. Saya yakin Lebaran akan berjalan lancar,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *