Visit Agenda: KPK umumkan pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black mangkir
KPK Umumkan Pengusaha Heri Setiyono Alias Heri Black Mangkir
Visit Agenda – Jakarta, Antaranews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menyatakan bahwa pengusaha Heri Setiyono, yang dikenal dengan nama panggilan Heri Black, tidak memenuhi panggilan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Jumat (8/5) lalu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. “Dalam perkara Bea Cukai, penyidik seharusnya memanggil saksi bernama Heri Setiyono, namun individu tersebut tidak hadir,” jelas Budi. Ia menambahkan bahwa hingga sore hari Jumat, penyidik belum menerima konfirmasi atas ketidakhadiran Heri Black.
“Penyidik KPK sedang mempertimbangkan langkah berikutnya, seperti penjadwalan ulang atau penerbitan surat panggilan kedua, tergantung pada konfirmasi lebih lanjut dari Heri Black. Nanti kita tunggu perkembangannya,” tutur Budi Prasetyo.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Bea Cukai. Operasi tersebut mengungkap praktik korupsi terkait impor barang tiruan, dengan salah satu tersangka yang diamankan adalah Rizal, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Dalam penyelidikan lebih lanjut, enam dari 17 orang yang terlibat langsung ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan. Tiga dari mereka adalah pegawai Bea Cukai, sementara tiga lainnya terkait dengan perusahaan Blueray Cargo.
Dalam OTT, KPK menyita uang tunai sebesar Rp5,19 miliar yang disimpan dalam lima koper di sebuah rumah di Ciputat. KPK menyatakan bahwa uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus korupsi yang sedang ditelusuri. Selain itu, beberapa perusahaan yang dikaitkan dengan kegiatan ini juga menjadi fokus investigasi, termasuk Blueray Cargo yang dikelola oleh John Field. KPK kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka, di antaranya Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo, Andri, serta Manajer Operasional, Dedy Kurniawan.
Perkembangan Penyelidikan dan Langkah KPK
Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yaitu Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai. Penetapan ini dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti kuat yang menunjukkan keterlibatan Budiman dalam praktik korupsi tersebut. Penyelidikan terus berjalan intensif, dengan KPK mengungkap bahwa kasus ini tidak hanya terkait dengan pengurusan cukai, tetapi juga menyentuh proses pengawasan dan penindasan di lingkungan kementerian keuangan.
KPK menyatakan bahwa Heri Black, yang berperan sebagai salah satu pelaku, tidak hadir dalam panggilan saksi. Dalam penyelidikan, Heri Black dikenal sebagai pengusaha yang dugaan besar terlibat dalam kegiatan pengurusan dokumen importasi barang tiruan. Tindakan ini diduga dilakukan untuk mengurangi biaya bea masuk dan memperoleh keuntungan finansial yang signifikan. Dengan meninggalkan panggilan, Heri Black memperkuat dugaan bahwa ia bersikap lari dari proses hukum, yang semakin memperbesar kemungkinan terlibatnya dalam skema korupsi tersebut.
Kasus korupsi Bea Cukai ini menjadi sorotan karena mengungkap praktik keterlibatan pihak swasta dan pegawai negeri sipil dalam menciptakan kesan penyelewengan. Dugaan bahwa Heri Black tidak hadir dalam panggilan saksi menimbulkan tanda tanya terhadap kejujuran dan komitmen individu tersebut dalam menjelaskan peran yang ia ambil. Budi Prasetyo menegaskan bahwa KPK akan mengambil tindakan lanjut, termasuk memeriksa kemungkinan terjadinya pelanggaran prosedur penangkapan atau penyitaan barang bukti.
Proses Pemanggilan dan Ketidakhadiran Heri Black
KPK telah melakukan beberapa kali pemanggilan terhadap Heri Black, namun hingga saat ini ia belum memenuhi undangan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan Heri Black dalam menghadiri proses penyelidikan. Dalam pernyataannya, Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa penyidik KPK berharap Heri Black dapat hadir untuk memberikan kesaksian yang dapat memperjelas alur kasus. “Apakah Heri Black memberikan informasi yang relevan, atau justru menghindar dari proses hukum? Ini akan menjadi pertimbangan penyidik,” kata Budi.
Kasus Heri Black yang mangkir menjadi contoh bagaimana KPK terus mengejar para pelaku korupsi, bahkan ketika mereka tidak kooperatif. Dengan tindakan ini, KPK menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa semua saksi dan terduga pelaku korupsi dapat memberikan penjelasan lengkap. Meski demikian, ketidakhadiran Heri Black tetap menjadi kendala dalam mengumpulkan bukti, terutama jika ia memiliki peran penting dalam pengurusan cukai barang tiruan.
Penyelidikan yang sedang berlangsung mengungkap bahwa ada indikasi kecurangan dalam pengawasan pengurusan cukai. KPK menemukan bahwa beberapa dokumen dan uang tunai diambil secara ilegal, yang menunjukkan adanya praktik suap dan gratifikasi. Selain itu, KPK juga sedang mengeksplorasi dugaan lain, seperti pengalihan dana atau penipuan terkait pengurusan izin impor. “KPK akan melanjutkan penyelidikan hingga menemukan semua sisi dari kasus ini,” jelas Budi Prasetyo.
Heri Black, yang tidak hadir dalam pemanggilan terakhir, sebelumnya sudah dianggap sebagai salah satu dari para pelaku. Dengan tidak memenuhi panggilan, ia memperbesar peluang KPK mengambil langkah lebih keras, seperti penerbitan surat panggilan kedua atau penyitaan lebih lanjut. KPK juga berharap bahwa ketidakhadirannya dapat dijelaskan dengan alasan yang jelas, dan tidak terkait dengan upaya untuk menyembunyikan fakta-fakta yang menjadi dasar penyelidikan.
Dalam rangka mempercepat proses, KPK mengingatkan bahwa para saksi yang tidak hadir akan dianggap tidak mendukung penyelidikan. “Ketidakhadiran saksi bisa memperlambat penyidikan, terutama jika ada bukti-bukti yang belum terungkap,” tegas Budi Prasetyo. Ia juga menyatakan bahwa KPK akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa semua saksi dapat dihadirkan, baik melalui langkah persuasif maupun paksaan jika diperlukan.
Kasus Heri Black menunjukkan bahwa KPK tidak hanya fokus pada pihak yang sudah ditet