Special Plan: Wamendagri nilai Kendari berpeluang jadi pusat MICE
Kendari Diprediksi Jadi Sentral MICE di Wilayah Timur Indonesia
Special Plan – Jakarta – Dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menilai kota tersebut memiliki peluang signifikan untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Menurutnya, keberhasilan ini bisa dicapai melalui peningkatan infrastruktur, perbaikan tata kelola pemerintahan, dan pengembangan sektor ekonomi kreatif. Dengan letak strategis sebagai pintu masuk logistik, perdagangan, dan jasa di wilayah timur Indonesia, Kendari dinilai berpotensi menjadi model kota yang modern namun tetap menjaga kekayaan budaya lokal.
Transformasi Ekonomi Berkelanjutan
Di sela-sela acara perayaan HUT, Wiyagus menekankan bahwa posisi geografis Kendari menjadi keuntungan besar dalam mendorong transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan. Ia menyatakan, kota ini mampu menyatukan inovasi teknologi dengan pelestarian nilai-nilai tradisional, sehingga mewujudkan daya tarik investasi yang lebih luas. “Kota yang ambisius secara ekonomi namun tetap inklusif secara sosial,” ujar Wiyagus dalam siaran pers yang diterima di Jakarta. Kata-kata tersebut menggambarkan visi pembangunan yang seimbang, tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
“Dengan dukungan infrastruktur berstandar internasional dan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, Kendari dinilai memiliki syarat lengkap untuk bertransformasi menjadi episentrum ekonomi kreatif dan pusat industri MICE,” katanya.
Kota Kendari juga telah menunjukkan kemajuan yang mengesankan dalam sektor perekonomian. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16 persen, yang melebihi rata-rata nasional. Selain itu, tingkat inflasi berhasil dijaga pada angka 2,96 persen, berkat upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berkompeten. Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah dalam mengelola anggaran dan kebijakan ekonomi mulai membuahkan hasil yang memadai.
Indeks Pembangunan Manusia yang Baik
Kendari juga berada di posisi keenam secara nasional dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan skor 86,36. Angka ini mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita. Wiyagus menyebutkan bahwa investasi pemerintah dalam sektor pendidikan dan kesehatan memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup warga. Dengan pendidikan yang berkualitas dan fasilitas kesehatan yang memadai, kota ini mampu menarik tenaga ahli serta meningkatkan produktivitas masyarakat.
Berikutnya, Wiyagus menyoroti potensi ekonomi biru di kawasan Teluk Kendari. Ia mengatakan, pengembangan sektor ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan pariwisata bahari, tetapi juga mewujudkan pusat distribusi komoditas unggulan dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. “Ekonomi biru bisa menjadi pengungkit utama bagi pengembangan wisata maritim yang terintegrasi dan keberlanjutan ekonomi kota,” tambahnya.
Pembangunan Berkelanjutan dan Inovasi
Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga menyoroti beberapa hal krusial untuk memperkuat potensi Kendari. Ia menekankan perlunya penguatan tata kelola pemerintahan yang berbasis transparansi dan digitalisasi. “Pemerintahan yang efisien dan akuntabel adalah fondasi penting bagi keberhasilan MICE,” ujarnya. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, bandara, dan fasilitas pendukung akan mempercepat aksesibilitas kota tersebut bagi wisatawan dan investor.
Wiyagus juga mengapresiasi upaya pengembangan kota berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kebijakan pembangunan, agar hasilnya lebih merata dan berkelanjutan. “Keterlibatan masyarakat dalam pemerintahan lokal akan meningkatkan partisipasi sosial dan budaya,” katanya.
Kontribusi Pendidikan dan Ketahanan Budaya
Lebih lanjut, Wiyagus menyebutkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi menjadi faktor penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten. “Dengan lulusan yang siap kerja, Kendari bisa menjadi lokasi utama untuk industri layanan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Selain itu, ketahanan sosial dan budaya yang berbasis kearifan lokal juga dianggap sebagai kekuatan untuk menjaga harmoni dalam masyarakat.
Dalam pernyataannya, Wiyagus menambahkan bahwa penyelenggaraan forum United Cities and Local Government (UCLG) ASPAC 2026 di Kendari adalah bentuk pengakuan internasional atas kemampuan daerah dalam mengelola tata kelola pemerintahan dan pembangunan perkotaan. “Ini menjadi bukti bahwa Kota Kendari mampu bersaing di tingkat regional hingga global,” ujarnya.
Dengan momentum HUT ke-195, Wiyagus berharap Kendari bisa mempercepat proses pembangunan yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini membutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. “Kendari harus menjadi contoh kota yang mampu menggabungkan modernisasi dengan tradisi,” pungkasnya.
Pembangunan kota ini juga mengandalkan ekonomi kreatif sebagai penopang utama. Sektor pariwisata, seni, dan budaya diperkirakan akan semakin berkembang, seiring dengan semakin mudahnya akses ke daerah tersebut. Selain itu, potensi ekonomi kreatif ini diharapkan bisa menarik perhatian investor dari luar negeri, terutama dalam bidang pertemuan, konferensi, dan pameran. “Kendari harus menjadi tempat yang menarik untuk dijadikan tujuan event internasional,” ujarnya.
Wiyagus menyatakan, keberhasilan Kendari dalam mengelola tata kelola pemerintahan dan pembangunan infrastruktur sekaligus pelestarian budaya lokal menunjukkan kesiapan kota tersebut untuk menjadi pusat MICE. Ia menegaskan bahwa Kota Kendari tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keaslian budaya sebagai daya tarik utama.
Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, serta kemajuan yang terus tercapai, Kendari diperkirakan akan menjadi pusat ekonomi yang menarik bagi wilayah timur Indonesia. Wiyagus menilai, momentum ini bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi Kota Kendari sebagai kota yang berdaya saing secara internasional, sekaligus menjadi model pemerintahan yang inklusif dan berkelanjutan.