Special Plan: Kemensos perkuat peran keluarga siswa Sekolah Rakyat OKU
Kemensos Perkuat Peran Keluarga Siswa Sekolah Rakyat OKU
Baturaja: Sentra Budi Perkasa Kemensos Kembangkan Penguatan Keluarga
Special Plan – Dalam upaya meningkatkan partisipasi keluarga dalam mendukung tumbuh kembang siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Budi Perkasa telah melakukan berbagai inisiatif. Kegiatan yang berlangsung di Baturaja, Sumatera Selatan, ini bertujuan untuk memperkuat peran orang tua sebagai penopang utama dalam proses pendidikan remaja. Luksor Pratama, penyuluh sosial dari Sentra Budi Perkasa Palembang, menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari asesmen terhadap kelompok rentan yang teridentifikasi. Dalam program yang diberi nama “Goes To Sekolah Rakyat,” fokus utama bukan hanya pada distribusi bantuan, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan keluarga.
Sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kemensos RI, Sentra Budi Perkasa memiliki peran khusus dalam rehabilitasi sosial, pemberdayaan disabilitas, dan perlindungan kelompok rentan. Luksor Pratama menyampaikan bahwa selama kegiatan ini, para peserta diberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan tentang pengasuhan remaja, serta pemahaman mengenai dinamika perkembangan anak dan hubungan dengan teman sebaya. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya keterlibatan mereka dalam membimbing remaja,” kata Luksor, Selasa. Ia menekankan bahwa penguatan peran orang tua dianggap sebagai fondasi kritis dalam membentuk kemandirian dan keberhasilan siswa.
“Esensi utama kegiatan ini terletak pada upaya membangun kesadaran, pengetahuan, dan kemandirian keluarga sebagai pondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang remaja,” ujarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di SRMA se-Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini mencakup rangkaian kegiatan edukatif, seperti pemeriksaan kesehatan, penyuluhan terkait tanggung jawab orang tua, dan diskusi tentang peran keluarga dalam membentuk karakter siswa. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang dinamika remaja dan cara menciptakan lingkungan yang suportif di rumah. “Dengan memahami perubahan yang terjadi pada masa remaja, orang tua dapat lebih efektif dalam menjaga kesehatan fisik dan mental anak,” tambah Luksor.
Program ini diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang, sekaligus mendorong kerja sama antar instansi dalam memperkuat ketahanan keluarga. Menurut Luksor, kolaborasi dengan berbagai pihak penting untuk memastikan keberlanjutan program dan dampaknya terhadap masyarakat. “Keluarga tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga garda terdepan dalam membangun masa depan anak,” tuturnya.
Intervensi Khusus untuk Keluarga Rentan
Sebagai bagian dari upaya penguatan peran keluarga, program ini juga menyasar keluarga yang termasuk dalam klaster rentan. Dari total 69 orang tua siswa yang menerima bantuan, 25 di antaranya adalah pengusaha kecil, seperti pemilik toko kelontong, warung makan, atau usaha pertanian dan ternak. “Bantuan ini bertujuan untuk memberikan dukungan ekonomi agar keluarga lebih stabil dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak,” jelas Luksor.
Sementara itu, 44 orang tua lainnya mendapatkan bantuan sarana kamar dan nutrisi. Bantuan tersebut dirancang untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis yang optimal bagi para siswa, khususnya di masa remaja yang penuh perubahan. “Keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi atau akses ke fasilitas dasar memerlukan bantuan tambahan agar bisa berperan maksimal dalam proses belajar-mengajar anak,” tambahnya.
Harapan untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Kemensos menargetkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengubah cara orang tua memandang peran mereka, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan di SRMA. Luksor menegaskan bahwa melalui program ini, keluarga diharapkan bisa menjadi mitra aktif dalam membimbing siswa menghadapi tantangan masa remaja. “Dengan pengetahuan yang lebih baik, orang tua dapat memberikan pengasuhan yang lebih baik, baik dalam bidang akademik maupun sosial,” katanya.
Menurut Luksor, SRMA berperan penting dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat dengan biaya terjangkau. Dengan dukungan Kemensos, institusi tersebut diharapkan bisa menjadi pusat pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. “Program ini bertujuan memperkuat jaringan kemitraan antara keluarga, sekolah, dan pemerintah,” ujarnya.
Implementasi Program dan Dampak yang Diharapkan
Dalam rangkaian acara, peserta diberikan pelatihan praktis untuk meningkatkan kemampuan mengasuh anak. Contohnya, mereka belajar cara mengelola emosi remaja, menghadapi konflik, dan membangun komunikasi efektif. “Kegiatan ini juga mencakup konsultasi tentang cara melibatkan remaja dalam kegiatan keluarga,” kata Luksor. Dengan pendekatan edukatif yang lebih mendalam, orang tua diharapkan bisa merasakan perubahan dalam pola asuh mereka.
Berbagai kegiatan juga disusun untuk memastikan partisipasi keluarga yang aktif. Selain edukasi, program ini memberikan sarana praktis, seperti pemantauan kesehatan fisik dan mental, serta pengenalan model pemberdayaan. Luksor menambahkan bahwa program ini dirancang agar keluarga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pengambil keputusan dalam mendukung kemajuan anak. “Masyarakat perlu menyadari bahwa keluarga adalah unit paling fundamental dalam pembentukan karakter remaja,” jelasnya.
Keterlibatan Masyarakat dalam Penguatan Ketahanan Keluarga
Kemensos berharap program ini bisa menjadi pemicu keterlibatan masyarakat luas dalam memperkuat ketahanan keluarga. Luksor menyebutkan bahwa melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat menyadari peran penting yang dimainkan oleh keluarga dalam membentuk generasi muda yang tangguh. “Dukungan bersama dari sekolah, pemerintah, dan masyarakat akan membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk berkembang secara optimal,” katanya.
Program Goes To Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi contoh terbaik dalam integrasi pendidikan dengan program sosial. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kolaborasi antar sektor. Luksor menjelaskan bahwa