Latest Program: Kepala Bakom: Masyarakat semakin rasakan manfaat Program MBG

Kepala Bakom: Masyarakat Mulai Mengapresiasi Manfaat Program MBG

Latest Program – Jakarta – Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu, Kepala Bakom Muhammad Qodari menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mulai memberikan dampak positif yang terlihat jelas di tengah masyarakat. Ia menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat peningkatan signifikan dalam persetujuan publik terhadap manfaat program tersebut, terutama dalam hal kemudahan akses terhadap makanan bergizi. Survei ini melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia, dan hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengakui manfaat MBG.

Penurunan Angka Penerimaan MBG dan Perbaikan Perilaku

Qodari menjelaskan bahwa kenaikan tingkat persetujuan ini terjadi secara bertahap sejak bulan Juli hingga November 2025. “Kemudahan memperoleh makanan bergizi meningkat dari 81,4% menjadi 84,1%, sedangkan perbaikan perilaku makan bergizi juga naik dari 80,3% menjadi 84,1%,” kata Qodari dalam wawancara terpisah. Ia menekankan bahwa peningkatan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya mencapai target distribusi tetapi juga berhasil mengubah pola konsumsi masyarakat secara substantif.

“Karena program ini berdampak luas, maka pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap tata kelola MBG. Peningkatan persentase persetujuan menunjukkan adanya keberhasilan yang nyata,” ujar Qodari.

Dalam hal kebutuhan waktu untuk menyiapkan makan siang, hasil survei menunjukkan peningkatan dari 75,4% menjadi 78,3%. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG membantu mengurangi beban pengaturan makanan di rumah, khususnya bagi keluarga dengan anak-anak yang sedang tumbuh kembang. Sementara itu, aspek penghematan pengeluaran harian juga mengalami kenaikan, yaitu dari 73,6% menjadi 75,9%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa MBG secara efektif menjadi solusi untuk mengurangi biaya kebutuhan pangan, terutama di tengah inflasi yang sedang terjadi.

Perbaikan Kualitas dan Cita Rasa Menu

Qodari menambahkan bahwa selain manfaat langsung seperti kemudahan akses dan penghematan, program MBG juga mulai memperbaiki kualitas menu serta cita rasa makanan yang disajikan. Ia mengungkapkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap aspek ini telah meningkat secara signifikan, terutama setelah diterapkan sistem sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di seluruh unit penyedia makanan. “Sertifikasi ini menjadi salah satu langkah penting untuk menjamin kebersihan dan keamanan produk yang diberikan kepada masyarakat,” jelas Qodari.

Dengan adanya SLHS, proses distribusi makanan bergizi menjadi lebih terstruktur dan akuntabel. Selain itu, peningkatan ini juga didukung oleh upaya pemerintah dalam menyelaraskan koordinasi antara berbagai kementerian dan lembaga terkait. Qodari menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga konsistensi program MBG di berbagai daerah. “Kerja sama antar K/L memastikan bahwa setiap tahap pelaksanaan program dilakukan secara terpadu dan sesuai dengan standar nasional,” tambahnya.

Peningkatan Konsumsi Siswa dan Monitoring Berkelanjutan

Salah satu aspek yang menarik adalah peningkatan konsumsi MBG oleh siswa. Dalam survei yang sama, persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi makanan gratis meningkat dari 66,9% pada Juli 2025 menjadi 69,8% pada November 2025. Qodari mengatakan bahwa kenaikan ini mencerminkan perbaikan kualitas menu dan kepuasan siswa terhadap rasa serta nutrisi yang terkandung dalam makanan yang diberikan.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan. “Kami tidak hanya memantau tingkat persetujuan, tetapi juga mencari masukan dari masyarakat untuk terus memperbaiki pengelolaan MBG,” ujarnya. Selain itu, Qodari mengapresiasi peran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjaga kualitas distribusi program tersebut.

Pelaporan Masalah dan Komitmen Terus Menerus

Dalam kaitan dengan pelaksanaan MBG, Qodari menyoroti bahwa pengelolaan program ini masih terus ditingkatkan. Ia menyebutkan bahwa selama tahun 2026, call center SAGI 127 yang dioperasikan BGN menerima 3.615 aduan dari masyarakat. “Meski terdapat masukan, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai kendala yang muncul,” tutur Qodari.

Aduan yang masuk mencakup berbagai isu, seperti ketidaksempurnaan distribusi, variasi menu, dan pengelolaan waktu penerimaan makanan. Meski demikian, Qodari menegaskan bahwa jumlah aduan tersebut justru menjadi indikator bahwa program MBG mulai diakui oleh masyarakat dan berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program ini tetap relevan dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat,” katanya.

Qodari juga menyoroti bahwa program MBG tidak hanya menjangkau masyarakat umum tetapi juga memberikan manfaat khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu-ibu rumah tangga. “MBG diharapkan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Qodari. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat infrastruktur dan kinerja program ini agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.

Kebijakan MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat sistem pangan nasional. Selain itu, program ini juga menjadi contoh bagus dalam penerapan kebijakan sosial yang terukur dan berbasis data. Dengan survei BPS sebagai dasar, pemerintah dapat melakukan perbaikan yang tepat sasaran. Qodari berharap, keberhasilan ini dapat terus berlanjut, dan program MBG menjadi referensi untuk kebijakan serupa di masa depan.

Dalam keseluruhan diskusi, Qodari meminta masyarakat tetap bersikap aktif dalam memberikan masukan. “Kami selalu terbuka terhadap kritik dan saran dari para penerima MBG. Ini adalah bagian dari proses perbaikan yang terus berlangsung,” tutupnya. Ia menegaskan bahwa tujuan utama MBG adalah memberikan akses makanan bergizi secara mudah dan efektif, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaatnya tanpa hambatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *