Special Plan: Pemerintah salurkan KUR pada 1.000 UMKM Ekraf di Bali
Program KUR Ekraf di Bali Dicanangkan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Special Plan – Jakarta, Rabu — Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) secara massal menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada sekitar 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada acara serah terima yang digelar di Bali. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses keuangan dan memperkuat ekosistem usaha kreatif, khususnya di daerah dengan potensi ekonomi yang besar. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari kesepakatan kerja sama antara Kementerian Ekraf dengan Kementerian UMKM, yang ditujukan untuk mengembangkan subsektor ekraf utama seperti kuliner, fashion, dan kriya.
“Hari ini, 1.000 penerima KUR UMKM Ekraf menandatangani akad surat. Subsektor dominan yang menerima dana adalah kuliner, kriya, serta fashion, sementara sektor seni rupa dan pertunjukan juga turut terlibat dalam program ini,” ujar Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Menurutnya, KUR ini menjadi alat untuk membangun keberlanjutan usaha kreatif, yang selama ini dikenal sebagai mesin pendorong ekonomi nasional.
Dalam program tersebut, 239 pelaku usaha kreatif memperoleh akses KUR yang dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan plafon pinjaman. KUR super mikro diberikan kepada usaha dengan nilai pinjaman di bawah Rp10 juta, sementara KUR mikro mencakup pinjaman Rp10 juta hingga Rp100 juta. KUR kecil, yang memiliki plafon di atas Rp100 juta, menjadi bagian dari total dana sebesar Rp37,99 miliar yang disalurkan hari ini. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari pengembangan ekonomi rakyat.
Penyaluran KUR di Bali: Pemetaan Subsektor Ekraf
Bali dikenal sebagai salah satu provinsi yang memiliki potensi ekraf yang luas, dengan 13 dari 21 subsektor ekraf yang ikut serta dalam akad KUR hari ini. Subsektor seperti kuliner, fashion, kriya, seni rupa, dan seni pertunjukan menjadi fokus utama dalam upaya mendorong inovasi dan ekspansi bisnis. Selain itu, Pemerintah juga menyoroti peran sektor kreatif dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, yang diharapkan bisa meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional.
Kurang lebih 49,8 ribu debitur UMKM di Bali telah menikmati manfaat KUR tahun 2026, dengan total penyaluran mencapai Rp4,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor ekraf sendiri menyerap Rp597 miliar, yang menunjukkan bagaimana kebijakan ini secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi melalui inisiatif kreatif. Riefky menekankan bahwa ekonomi kreatif dan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian, karena mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan Ekosistem Bisnis Ekraf dengan Kolaborasi Hexahelix
Menurut Riefky, Bali termasuk dalam 15 wilayah prioritas ekraf berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Untuk memastikan keberhasilan program ini, pemerintah perlu menggandeng berbagai pihak, termasuk institusi Hexahelix, yang dianggap sebagai partner strategis dalam pengembangan usaha kreatif. “Kegiatan hari ini adalah bagian dari upaya mendukung UMKM Bali menuju nasional dan akhirnya global,” tambahnya, menyoroti bahwa program ini bertujuan mengangkat inovasi Bali sebagai simbol keunggulan ekraf Indonesia.
Dalam penyampaian program KUR, Riefky juga menekankan pentingnya pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan. Hal ini dilakukan untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada pelaku ekraf, yang dianggap sebagai pelaku utama dalam menggerakkan ekonomi lokal. Dengan mendukung pengembangan HKI, pemerintah berharap bisa menciptakan pola bisnis yang lebih berkelanjutan, serta mendorong keterlibatan lebih banyak masyarakat dalam sektor kreatif.
Perkembangan KUR Nasional: Tahun 2026 Masih dalam Proses Peningkatan
Perkembangan pembiayaan KUR secara nasional menunjukkan momentum yang positif. Sejak 1 Januari hingga 11 Mei 2026, total penyaluran KUR telah mencapai Rp102,8 triliun, yang mencakup 1,6 juta debitur UMKM. Dari jumlah tersebut, sektor ekonomi produksi menyumbang 63,2 persen dari total, dan saat ini sedang dalam proses peningkatan ke 65 persen. KUR yang disalurkan kepada sektor ekraf mencapai Rp8,9 triliun atau 8,9 persen dari total, menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menyasar usaha kreatif sebagai pilar ekonomi.
Menko PM, Abdul Muhaimin Iskandar, menambahkan bahwa kegiatan penyaluran KUR ini bukan hanya sekadar distribusi dana, tapi juga sebagai upaya memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya inovasi teknologi dan komoditas dalam menunjang pertumbuhan UMKM. “Kita perlu menciptakan inkubator usaha yang berbasis teknologi dan komoditas, sehingga bisnis bisa tumbuh adaptif terhadap perubahan industri,” tutur Menko PM dalam kesempatan yang sama.
Penutup: Aplikasi Sapa UMKM Diperkenalkan untuk Sederhanakan Pelayanan
Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurahman, meluncurkan aplikasi Sapa UMKM sebagai sistem pelayanan satu pintu yang memudahkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Indonesia. Aplikasi ini bertujuan mengoptimalkan proses pengurusan KUR, serta memberikan akses informasi yang lebih cepat dan transparan. Dengan adanya platform ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih cepat dan lebih inklusif.
Program KUR ini juga menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan yang dihadapi UMKM, khususnya di sektor kreatif. Dengan penyaluran dana yang tepat sasaran, pemerintah berharap mampu mendorong keberlanjutan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional. Riefky menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya sekadar industri, tetapi juga merupakan strategi utama untuk mengubah paradigma pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah-daerah dengan potensi yang masih tersembunyi.
Keberhasilan penyaluran KUR ke 1.000 UMKM Ekraf di Bali menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar serius dalam membangun ekonomi kreatif sebagai bagian dari agenda nasional. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antar institusi