Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Tanjung Priok ungkap penyelundupan merkuri ke Filipina

Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Tanjung Priok ungkap penyelundupan merkuri ke Filipina

Penyelundupan besar-besaran terungkap melalui operasi gabungan

Polda Metro Jaya dan Bea Cukai – Petugas keamanan dari Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Bea Cukai Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus penyelundupan merkuri ke negara tetangga, Filipina. Operasi ini dilakukan pada Rabu (13/5/2026) di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, dengan dua orang yang menjadi tersangka, berinisial MAL dan H, ditahan atas dugaan melakukan penyelundupan barang berharga.

Barang bukti disimpan dalam selongsong karton dan gulungan karpet

Selama konferensi pers, petugas menampilkan barang bukti yang berhasil disita, termasuk 760 botol cairan berlabel Mercury Gold 1 kg. Barang-barang ini disembunyikan secara canggih dalam selongsong karton dan disisipkan ke dalam 145 gulungan karpet. Teknik penyelundupan ini memungkinkan pelaku menghindari deteksi awal, sehingga merkuri dapat dibawa keluar dari negara tanpa diketahui oleh pihak berwenang.

Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp30 miliar

Kerugian yang ditimbulkan dari aksi penyelundupan ini mencapai hingga Rp30 miliar, berdasarkan nilai pasar merkuri yang tinggi. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat penyalahgunaan merkuri juga menjadi perhatian utama, karena bahan kimia ini berpotensi merusak ekosistem dan kesehatan manusia. Kombes Pol Victor Dean Mackbon, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa penyelundupan ini dilakukan secara terencana untuk mempercepat pengiriman ke luar negeri.

Tersangka diduga mengorganisir jaringan penyelundupan lintas batas

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Anton Hermawan, menjelaskan bahwa kedua pelaku membangun jaringan pengiriman yang melibatkan lebih dari satu titik perantara. Selain menyembunyikan merkuri dalam bungkus karpet, mereka juga menggunakan strategi pembungkus yang terlihat biasa untuk mengelabui petugas. “Dari pemeriksaan awal, barang bukti dianggap memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi,” ujarnya.

Kolaborasi antara dua lembaga pemerintah berhasil mengungkap modus penyelundupan

Kepala Bea Cukai Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi, menegaskan bahwa kerja sama antara Polda Metro Jaya dan Bea Cukai sangat penting dalam menangkap pelaku. “Operasi ini memperlihatkan efektivitas pemeriksaan rutin di pelabuhan,” katanya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menambahkan bahwa penyelundupan ini adalah contoh dari upaya ilegal yang memanfaatkan kelemahan pengawasan di daerah pemerintahan.

Merkuri: Bahan berbahaya dengan aplikasi beragam

Merkuri, atau mercuri, adalah logam berat yang memiliki berbagai manfaat dalam industri, seperti produksi elektronik, kimia, dan kecantikan. Namun, bahan ini juga berbahaya jika tidak dikontrol dengan tepat. Pada kasus ini, merkuri dibawa ke luar negeri dalam bentuk cairan, yang bisa digunakan untuk tujuan ekonomi atau industrial. “Merkuri merupakan bahan yang sangat diminati di pasar internasional,” kata Kombes Pol Victor Dean Mackbon.

Langkah-langkah pencegahan menyusul pengungkapan kasus

Setelah mengungkap kasus ini, Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Tanjung Priok memberikan rekomendasi kepada pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan di titik masuk barang. “Kita akan memberikan pelatihan tambahan kepada petugas di lapangan agar lebih waspada terhadap barang-barang yang mungkin diselundupkan,” terang AKBP Anton Hermawan.

Potensi penyelundupan lainnya masih menjadi ancaman

Kombes Pol Budi Hermanto menyoroti bahwa kasus penyelundupan ini hanya bagian dari fenomena yang lebih luas. “Ada kemungkinan modus serupa terjadi di tempat lain, sehingga kita perlu mengintensifkan pemeriksaan,” katanya. Dengan menangkap dua pelaku, pihak kepolisian dan bea cukai berharap dapat memutus mata rantai perdagangan ilegal yang bisa merugikan perekonomian dan lingkungan.

Barang bukti ditata dengan rapi untuk pameran publik

Selama konferensi pers, barang bukti diatur secara rapi, termasuk gulungan karpet dan botol cairan yang berisi merkuri. Petugas menggambarkan cara barang-barang ini disembunyikan dan diangkut ke luar negeri. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym menangkap momen saat dua pelaku diperiksa di depan kamera, dengan wajah tegang dan tubuh penuh keringat.

Analisis lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui motif penyelundupan

Selain mengungkap aksi penyelundupan, petugas juga melakukan analisis untuk mengetahui alasan pelaku membawa merkuri ke Filipina. “Mungkin untuk keperluan industri atau perdagangan,” kata Kombes Pol Victor Dean Mackbon. Dia menambahkan bahwa penyelundupan ini bisa menjadi indikasi adanya keterlibatan bisnis besar yang mengambil keuntungan dari pengiriman barang ilegal.

Penyelundupan merkuri: Ancaman bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat

Selain kerugian ekonomi, penyelundupan merkuri juga mengancam lingkungan. Merkuri yang diterbangkan ke luar negeri bisa mencemari tanah dan air jika tidak dikelola dengan baik. “Kita perlu memastikan bahwa merkuri yang masuk ke Filipina tidak mengganggu ekosistem lokal,” ujar Adhang Noegroho Adhi.

Kerja sama lintas institusi diperkuat setelah operasi berhasil

Kasus ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kepolisian dan bea cukai sangat efektif dalam menangani kasus penyelundupan. “Kita berharap kerja sama ini dapat ditingkatkan ke tingkat nasional, agar semua titik masuk barang dapat dipantau secara efisien,” imbuh Kombes Pol Budi Hermanto.

Penyelundupan ini menunjukkan persaingan antara keamanan dan keuntungan bisnis

Dengan menjual merkuri secara ilegal, pelaku memperoleh keuntungan besar tanpa harus menghadapi biaya pemeriksaan bea cukai. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *