Key Discussion: Wapres ajak gubernur seluruh Indonesia promosikan wisata lewat BBTF

Wapres Ajak Gubernur Seluruh Indonesia Promosikan Wisata Melalui BBTF

Key Discussion – Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk mempromosikan daya tarik wisata lokal dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang akan digelar di Bali pada 28–30 Mei tahun ini. Sebagai bagian dari upaya menarik minat wisatawan ke berbagai wilayah, Wapres menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas provinsi guna memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, yang dipimpin oleh Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra, di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, ASITA Bali memaparkan rencana penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu pameran wisata terbesar di Indonesia yang menjangkau pasar internasional. “BBTF tahun ini akan diikuti oleh lebih dari 400 pembeli dari 44 negara dan 280 peserta pameran dari empat negara, menunjukkan potensi yang signifikan bagi promosi pariwisata Indonesia,” terang I Putu Winastra setelah pertemuan. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini menjadi kebanggaan karena masih berjalan lancar meski di tengah tantangan geopolitik global yang tidak menentu.

Peran BBTF dalam Memajukan Pariwisata Nasional

Kehadiran BBTF di Bali dianggap sebagai langkah strategis untuk mengembangkan industri pariwisata secara nasional. Wakil Presiden menyoroti bahwa ajang ini menjadi wadah bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk menunjukkan keunikan destinasi wisatanya. “Melalui BBTF, seluruh gubernur dapat menjadi duta bagi kekayaan budaya dan alam negeri, sehingga meningkatkan minat wisatawan luar negeri,” ujar Gibran dalam pertemuan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam memperluas jaringan pemasaran dan mengoptimalkan potensi lokal.

Menurut I Putu Winastra, acara ini menawarkan peluang besar untuk memperkuat kemitraan antara pelaku industri wisata dan pemerintah. “BBTF tidak hanya menjadi platform pameran, tetapi juga sarana komunikasi antar daerah, sehingga membangun kesatuan visi dalam promosi pariwisata,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa acara ini dirancang untuk menarik minat wisatawan mancanegara yang membutuhkan destinasi baru di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

“Bapak Wakil Presiden sangat mendukung agar agenda ini terus dibesarkan dan diperkuat. Beliau juga akan mengajak para gubernur di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam BBTF pada masa mendatang,”

kata I Putu Winastra, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pameran tersebut.

Kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri menjadi faktor kunci keberhasilan BBTF. Menurut I Putu Winastra, Kementerian Luar Negeri memainkan peran penting dengan membantu mempromosikan acara ini melalui perwakilan Indonesia di berbagai negara. Sementara itu, Kementerian Pariwisata berperan dalam menarik partisipasi peserta pameran internasional. “Sinergi antara dua kementerian ini memastikan BBTF dapat menjangkau audiens global dengan efektif,” jelasnya.

ASITA Bali, sebagai asosiasi yang beranggotakan 365 biro perjalanan wisata, menekankan kontribusinya dalam membangun hubungan antar daerah. “Karena sebagian besar anggota kami fokus pada sektor ‘inbound’, kami berkomitmen untuk menyebarluaskan destinasi wisata Indonesia secara lebih luas,” tutur I Putu Winastra. Ia menambahkan bahwa ASITA Bali akan terus menjadi duta promosi wisata, baik melalui kegiatan pameran maupun komunikasi langsung dengan wisatawan mancanegara.

Pertemuan dengan Wapres ini juga menyoroti pentingnya promosi terpadu dalam meningkatkan kemampuan ekonomi daerah. Gibran mengungkapkan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu menggerakkan perekonomian Indonesia, terutama melalui peningkatan lapangan kerja dan penarikan devisa. “Dengan memperkuat promosi, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan sektor ini meski situasi global masih tidak pasti,” ujar Wapres.

Target Pemerintah untuk Pariwisata 2025–2029

Menurut data yang dihimpun ANTARA, pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta dalam tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menargetkan 1,18 miliar kunjungan wisatawan dalam negeri. Target ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, yang menjadi bagian dari strategi pemulihan sektor pariwisata.

Dalam lima tahun ke depan, pemerintah juga berharap sektor pariwisata mampu menambahkan kontribusi sekitar 4,5–4,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka ini mencerminkan pentingnya pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. “BBTF adalah salah satu instrumen yang bisa membantu mencapai target tersebut, terutama dengan menjangkau pasar internasional,” ujar I Putu Winastra.

Sebagai penyelenggara acara utama, ASITA Bali menegaskan bahwa BBTF dianggap sebagai ajang yang konsisten dalam menarik perhatian pelaku industri pariwisata global. “Pengunjung tahun ini lebih dari 400 orang, yang terdiri dari berbagai negara, menunjukkan bahwa BBTF mampu menjadi pusat perhatian dalam dunia pariwisata,” tambahnya. Ia juga menyoroti peran BBTF dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata, terutama setelah melemahnya aktivitas wisata akibat situasi geopolitik yang tidak kondusif.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming memastikan dukungan pemerintah pusat terhadap BBTF. “Kami akan memperkuat kerja sama dengan para gubernur agar acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi wadah pengembangan wisata daerah secara bersamaan,” ujarnya. Pertemuan ini menandai langkah awal untuk membangun kolaborasi antar daerah dalam promosi pariwisata, yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

BBTF di Bali juga menjadi bagian dari upaya menarik investor dan pelaku usaha pariwisata untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut. “Dengan lebih dari 400 pembeli internasional, BBTF memberikan peluang bagi para pengusaha untuk memperluas pasar mereka,” jelas I Putu Winastra. Ia menegaskan bahwa pameran ini tidak hanya membantu daerah dalam membangun citra, tetapi juga memperkuat kemitraan antar provinsi guna memaksimalkan daya tarik wisata Indonesia.

Menurut analisis ANTARA, target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta–17,6 juta serta kunjungan domestik 1,18 miliar dalam 2025 menunjukkan keberhasilan dari strategi yang sudah dijalankan. “Pertumbuhan ini tidak hanya bergantung pada Bali, tetapi juga pada kontribusi dari seluruh provinsi di Indonesia,” tambahnya. Dengan adanya BBTF, pemerintah daerah diharapkan bisa menjadi lebih aktif dalam menarik perhatian wisatawan internasional.

Peran BBTF juga menjadi titik penting dalam menyatukan visi pengembangan pariwisata. Menurut Gibran, keberhasilan BBTF menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi persaingan global. “Dengan promosi yang terpadu, kita bisa menempatkan destinasi wisata Indonesia sebagai pilihan utama bagi wisatawan internasional,” katanya. Ia berharap keikutsertaan seluruh gubernur akan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar wisata global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *