Solving Problems: Persija juara EPA Super League U20

Persija Jakarta Juara EPA Super League U20

Solving Problems – Jakarta, Minggu – Tim U20 Persija Jakarta berhasil meraih gelar juara pada kompetisi sepak bola usia muda Elite Pro Academy (EPA) Super League U20 2025/2026. Kemenangan ini diraih setelah mereka mengalahkan Malut United U20 dengan skor 1-0 dalam laga puncak di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Bekasi. Gol penentu dibukukan Theodore Evan Leeming pada menit ke-41, melalui tendangan keras dari kaki kanan yang mengoyak jaring gawang lawan. Hasil ini memperkuat dominasi Persija sepanjang musim dan mengakhiri perjalanan kompetisi dengan prestasi luar biasa.

Momen Penentuan dalam Final

Dalam pertandingan penuh ketegangan, Persija menunjukkan konsistensi dan kematangan tim. Leeming, yang berposisi sebagai winger, menjadi penulis sejarah kemenangan ini dengan gol yang memutuskan. Pemain asal Inggris ini mampu mengubah momentum laga dengan aksinya yang tepat waktu. Kemenangan ini juga menjadi puncak dari upaya berbulan-bulan yang dilakukan tim untuk meraih gelar yang dinanti-nanti.

“Alhamdulillah, perjuangan anak-anak luar biasa. Hampir setahun kita bersama, berjuang tanpa henti, dan alhamdulillah hasilnya memuaskan. Semua tim Persija bisa juara satu,” ujar Pelatih U20, Furqon Alqatiri, setelah pertandingan berakhir. Ia menekankan betapa pentingnya persatuan dan dedikasi yang ditunjukkan oleh seluruh pemain.

Kinerja Tim sepanjang Musim

Persija tidak hanya mengandalkan performa di final, tetapi juga konsistensi di seluruh putaran kompetisi. Mereka tampil sebagai pemenang Grup A dengan koleksi 83 poin dari 32 pertandingan. Dari jumlah tersebut, tim berhasil meraih 27 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Kinerja ofensif mereka sangat mengesankan, dengan total 110 gol yang dicetak dan hanya kebobolan 16 kali. Dominasi ini menciptakan surplus gol sebanyak 94, yang menjadi bukti kekuatan tim di lapangan.

Kendala yang Dihadapi Pelatih

Furqon Alqatiri mengakui bahwa menangani tim yang diisi pemain berlabel Timnas U17 seperti Zahaby Gholy dan Fabio Azkairawan tidak mudah. Kedua pemain ini baru saja tampil di Piala Dunia U17 2025, sehingga memiliki pengalaman dan kepercayaan diri yang tinggi. Namun, ia menyebut bahwa mereka justru memberikan kontribusi positif bagi Persija U20. “Kebetulan pemain timnas punya attitude yang bagus, bisa diarahkan, dan alhamdulillah sangat membantu tim,” imbuh Furqon, yang juga terpilih sebagai Pelatih Terbaik EPA U20 musim ini.

Keberhasilan Malut United dalam Grup B

Di sisi lain, Malut United U20 menutup fase grup sebagai pemuncak Grup B dengan 67 poin. Mereka mencatatkan 21 kemenangan, empat hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Meski tidak mampu meraih juara, kinerja mereka tetap mengharuskan pengakuan sebagai tim yang kompetitif. Kemenangan di final EPA U20 menjadi penutup yang menyenangkan bagi Persija, setelah sebelumnya kalah dari Malut United U18 dalam adu penalti di final EPA Super League U18.

Harapan Malut United untuk Dua Trofi dalam Satu Hari

Gelar di kelompok usia U20 sekaligus menjadi penghalang ambisi Malut United membawa pulang dua trophy dalam sehari. Dengan kemenangan di babak final, mereka mendekati pencapaian ini, meski belum sempurna. Selain itu, penghargaan terbesar pada musim ini juga diberikan kepada tim lain, seperti Persik Kediri U16 yang menjadi juara EPA Super League U16 setelah mengalahkan Persis Solo U16 dalam adu penalti dengan skor 5-3.

Daftar Penghargaan Lengkap EPA Super League 2025/2026

Sebagai bentuk apresiasi, EPA Super League 2025/2026 menetapkan sejumlah penghargaan. Berikut penjurian utama:

Berikut daftar penghargaan lengkap:

  • Best Player: Haikal Kamil (Persik Kediri), Kaindra Nabil (Persib Bandung), dan Fahran Darwan (Malut United FC)
  • Best Coach: Imam Rohmawan (Persis Solo), Ferdiansyah (Persija Jakarta), dan Furqon Alqatiri (Persija Jakarta)
  • Best Goalkeeper: Sendy Juliansyah (Dewa United Banten FC), Dhanet Andika (Persis Solo), dan Er Deva Aulia (Persis Solo)
  • Top Scorer: Ichiro Akbar (Bhayangkara Presisi Lampung FC), Ahmad Mujadid (Persija Jakarta), dan Hadza Mahendra (Borneo FC Samarinda)

Sementara itu, penghargaan terbesar diberikan kepada Persija Jakarta sebagai Best Academy untuk seluruh level kompetisi. Kemenangan di level U20, selain mengakhiri perjalanan Malut United di babak final, juga menegaskan bahwa Persija adalah klub yang mampu melahirkan talenta berkualitas di berbagai usia. Ini merupakan pencapaian penting bagi program pembinaan mereka.

Persija Jakarta U20 memang tidak hanya fokus pada gelar, tetapi juga pada pengembangan pemain yang bisa bersinar di masa depan. Kesuksesan ini tidak terlepas dari strategi pelatih, dukungan staf, dan kegigihan para pemain yang terus berlatih sepanjang musim. Gelar ini menjadi bukti bahwa usaha yang konsisten akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Di sisi lain, Malut United FC berhasil mengumpulkan banyak pengalaman sepanjang musim. Meski gagal menggandakan trofi, mereka tetap menunjukkan kemampuan berkompetisi di level nasional. Performa baik mereka di Grup B serta penampilan kuat di babak final menegaskan bahwa Malut United memiliki potensi besar untuk meraih keberhasilan di masa mendatang.

Kemenangan Persija U20 di EPA Super League juga menjadi momen penting bagi para pemain. Mereka tidak hanya meraih trofi, tetapi juga memperkuat citra sebagai tim yang mampu bersaing di kelas atas. Furqon Alqatiri menegaskan bahwa seluruh pemain U20 telah memberikan yang terbaik, dan ini adalah bukti kerja keras mereka selama satu tahun terakhir.

Sebagai penutup, keberhasilan ini akan menjadi fondasi bagi Persija Jakarta dalam menghadapi kompetisi lebih besar. Mereka tidak hanya memenangkan satu gelar, tetapi juga menunjukkan konsistensi dan kemampuan mengelola tim yang matang. Dengan dukungan dari fans dan manajemen, Furqon Alqatiri optimis bahwa prestasi ini bisa menjadi aw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *