Main Agenda: Khofifah dan Dubes Yaman bahas penguatan kerja sama strategis

Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis

Main Agenda – Surabaya menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kerja sama antara Jawa Timur dan Republik Yaman. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, melakukan pertemuan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Senin, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta perwakilan pihak terkait. Topik utama yang dibahas mencakup tiga bidang utama, yaitu pendidikan, perdagangan, dan kebudayaan, dengan harapan mendorong kolaborasi yang lebih produktif di masa depan.

Pertemuan Strategis antara Khofifah dan Dubes Yaman

Khofifah menjelaskan, bahwa dalam pertemuan tersebut, beliau dan Duta Besar Yaman telah menyamakan pandangan mengenai peluang-peluang kerja sama yang bisa dikembangkan. “Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti kerjasama teknis di sektor pendidikan, perdagangan dan budaya,” kata Khofifah, seperti dilansir Antaranews. Ia menekankan bahwa pembahasan ini dilakukan secara terstruktur, dengan mengacu pada rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Proses peningkatan kerja sama, menurut Khofifah, akan diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas kedua pihak.

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti kerjasama teknis di sektor pendidikan, perdagangan dan budaya,” kata Khofifah usai menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin.

Dubes Yaman, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas upaya Jawa Timur dalam meningkatkan hubungan ekonomi dan budaya dengan negara yang terletak di Timur Tengah itu. Ia menuturkan bahwa peluang kerja sama antara kedua wilayah tidak hanya sebatas pada sektor perdagangan, tetapi juga mencakup pertukaran ilmu pengetahuan dan keahlian, serta pengembangan kemitraan di bidang pendidikan. “Kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kerangka kerja bilateral, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” ujarnya.

Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah pembangunan pendidikan. Khofifah mengatakan, bahwa Jawa Timur berkomitmen untuk menyediakan program beasiswa dan pelatihan khusus bagi mahasiswa Yaman. “Kita berharap bisa menciptakan program yang membantu mengembangkan sumber daya manusia Yaman, serta memperkuat kemitraan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan,” terang Khofifah. Di samping itu, pihaknya juga tertarik menggali potensi pertukaran budaya, seperti pelaksanaan festival, seni tradisional, dan ekspor produk lokal yang memperkaya identitas kebudayaan kedua negara.

Kerja sama dalam bidang pendidikan dianggap sebagai fondasi untuk menciptakan hubungan yang lebih kuat antara Jawa Timur dan Yaman. Khofifah menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan penelitian awal mengenai kebutuhan pendidikan di Yaman, terutama dalam bidang teknologi dan keuangan. “Kita bisa berperan dalam memberikan pelatihan teknis yang relevan dengan kebutuhan ekonomi Yaman, sementara mereka bisa menawarkan pengalaman dalam pengelolaan sumber daya alam,” tambahnya.

Perdagangan dan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam sektor perdagangan, Jawa Timur dan Yaman menunjukkan kemajuan yang signifikan. Khofifah menegaskan bahwa nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman telah meningkat secara konsisten selama lima tahun terakhir. “Dari periode 2021 hingga 2025, pertumbuhan ekspor mencapai rata-rata 24,08 persen per tahun,” jelas Khofifah. Pada tahun 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman diperkirakan mencapai sekitar 14,6 juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan potensi pasar yang semakin terbuka bagi produk-produk Jawa Timur.

Komoditas utama yang diekspor ke Yaman mencakup olahan tepung, sabun, dan produk pembersih, serta kertas dan karton. “Produk-produk tersebut sangat diminati oleh pasar Yaman, terutama karena kualitasnya yang terjamin,” tambah Khofifah. Selain itu, ekspor produk kaca, makanan olahan, alat elektronik, dan hasil perikanan juga mencatatkan peningkatan. Ia menuturkan bahwa Jawa Timur terus berupaya memperluas kemitraan dengan negara-negara lain, termasuk Yaman, untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Potensi Kolaborasi di Masa Depan

Khofifah menyampaikan bahwa ke depan, Jawa Timur akan mendorong pembentukan kerja sama yang lebih berkelanjutan, baik melalui investasi maupun pertukaran teknologi. “Kerja sama ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan beberapa proposal kerja sama teknis yang akan dijalankan secara bertahap. Proposal tersebut mencakup pembangunan pusat pelatihan bidang teknologi, serta kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam, seperti pertanian dan perikanan.

Menurut Balfakeeh, pihak Yaman juga siap menawarkan berbagai peluang kerja sama, termasuk dalam bidang energi dan infrastruktur. “Kita memiliki kebutuhan akan bahan baku yang berasal dari daerah-daerah penghasil seperti Jawa Timur, yang memiliki kapasitas produksi yang cukup besar,” ujarnya. Ia berharap bahwa kerja sama ini bisa berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkrit, seperti pengembangan jalur perdagangan laut atau kerja sama dalam industri manufaktur.

Dubes Yaman menekankan bahwa peningkatan hubungan bilateral adalah langkah yang strategis untuk menghadapi tantangan global. “Yaman menginginkan kerja sama dengan daerah-daerah yang memiliki ekonomi yang stabil, seperti Jawa Timur, untuk memperkuat posisi ekonomi negara kita di tingkat internasional,” katanya. Khofifah menyetujui pandangan tersebut dan berharap bahwa pertemuan ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Kerja sama antara Jawa Timur dan Yaman tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga sektor swasta. Dalam pertemuan tersebut, disebutkan bahwa perusahaan-perusahaan Jawa Timur tertarik membang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *