Latest Program: Dishub Cianjur targetkan pemasangan 350 titik PJU baru tahun 2026
Dishub Cianjur Perkirakan Pemasangan 350 Titik PJU Baru di 2026
Latest Program – Cianjur, Jawa Barat – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur sedang merencanakan penginstalan sebanyak 350 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru pada tahun 2026. Proyek ini mencakup instalasi di berbagai jalur, termasuk jalan milik kabupaten, jalan desa, serta rute menuju tempat wisata yang tersebar di seluruh wilayah Cianjur, mulai dari bagian utara hingga selatan. Rencana tersebut diungkapkan oleh M Iqbal Safarudin, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Cianjur, dalam wawancara yang dilakukan di Cianjur, Rabu. Ia menuturkan bahwa jumlah titik PJU baru yang ditargetkan berasal dari masukan warga yang dikumpulkan melalui program rembug warga yang digelar oleh Bupati Cianjur ke berbagai desa di kabupaten tersebut.
Proses Pengumpulan Masukan dari Masyarakat
Menurut Safarudin, jumlah 350 titik PJU baru yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari masyarakat. Masukan tersebut dikumpulkan selama program rembug warga yang diselenggarakan secara berkala di berbagai desa. Program ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan penerangan jalan di daerah pedesaan dan kota tetap dijaga dengan baik. Data dari kegiatan tersebut lalu diproses oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Cianjur serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Cianjur, sebelum diserahkan ke Dishub sebagai prioritas pembangunan. “Dengan adanya masukan dari warga, kami bisa menyesuaikan kebutuhan PJU dengan kondisi nyata di lapangan,” jelas Safarudin.
“Sehingga pembangunan PJU baru ditargetkan dapat sesuai dengan permintaan sebanyak 350 titik terpasang mulai dari jalan kabupaten, desa, dan jalur wisata tersebar mulai dari utara hingga selatan Cianjur, namun kita lihat lagi anggaran yang tersedia di tahun ini, semoga cukup,” katanya.
Pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten Cianjur aktif berkoordinasi dengan masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur. Safarudin menekankan bahwa data yang diperoleh dari masyarakat tidak hanya berupa angka tetapi juga masukan terkait area yang paling membutuhkan penerangan. Proses ini dianggap penting karena memastikan bahwa proyek penginstalan PJU tidak hanya selesai secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nyata pengguna jalan.
Kebutuhan dan Realisasi PJU Saat Ini
Dishub Cianjur mencatat bahwa kebutuhan penerangan jalan di jalan kabupaten mencapai sekitar 34 ribu titik, sedangkan jumlah yang sudah terpasang baru sekitar 12 ribu titik. Seluruh kebutuhan PJU di seluruh wilayah Cianjur tercatat sebanyak 44.500 titik, dengan realisasi hingga saat ini mencapai sekitar 15 ribu titik. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada banyak titik PJU yang belum terpenuhi, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan anggaran. “Masih ada banyak titik PJU yang membutuhkan perhatian, terutama di lokasi yang sering diakses oleh masyarakat pedesaan,” kata Safarudin.
Kebutuhan ini didasari oleh pengamatan terhadap kondisi infrastruktur yang telah ada. Dalam beberapa tahun terakhir, Dishub Cianjur melihat bahwa banyak titik PJU mengalami kerusakan akibat faktor cuaca, usia, atau kerusakan fisik. “Kebutuhan PJU sangat dinamis, terutama di daerah dengan pertumbuhan populasi yang signifikan,” tambahnya. Dengan program ini, harapan ada agar peningkatan penerangan jalan bisa tercapai secara bertahap.
Komitmen dalam Pemeliharaan PJU
Sebagai bagian dari rencana 2026, Dishub Cianjur juga menargetkan pemeliharaan sekitar 1.000 titik PJU. Namun, dengan anggaran yang terbatas di tahun ini, jumlah pemeliharaan yang dapat dilakukan diperkirakan hanya sekitar 600 titik, sementara sisanya akan dilanjutkan pada tahun depan. “Kami ingin memastikan bahwa PJU yang sudah ada tetap berfungsi optimal, terutama di daerah dengan lalu lintas yang sibuk,” ujarnya.
“Selama ini kami banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait kerusakan atau gangguan PJU melalui call center, website Sistem Penerangan Jalan Umum atau melalui surat yang dilayangkan ke kantor,” katanya.
Proses pemeliharaan PJU memang diperlukan karena kerusakan bisa terjadi di berbagai titik, baik yang ringan maupun berat. Safarudin menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh petugas ke lapangan. Jika kerusakan tergolong ringan, perbaikan bisa langsung dilakukan. Namun, jika kerusakan tergolong berat, maka penanganan ditunda karena membutuhkan biaya yang cukup besar, atau PJU diganti secara keseluruhan.
Dalam mencapai target pemeliharaan, Dishub Cianjur berupaya seoptimal mungkin. Setiap bulan, mereka melakukan pengecekan rutin terhadap PJU yang ada, termasuk mengganti lampu yang putus sesuai dengan anggaran yang dialokasikan. “Kami terus berupaya melakukan perbaikan PJU yang mengalami rusak ringan atau hanya mengganti lampu yang putus disesuaikan dengan anggaran yang ada setiap bulannya,” kata Safarudin.
Upaya Meningkatkan Kualitas Penerangan Jalan
Peningkatan kualitas penerangan jalan menjadi fokus utama Dishub Cianjur, terutama untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah laporan kerusakan PJU terus meningkat, baik melalui call center, website, maupun surat