Solution For: Agung Laksono: La Ode dongkrak suara Golkar jika jadi Ketum Kosgoro
Agung Laksono: La Ode Mampu Tingkatkan Popularitas Golkar Jika Jadi Ketum Kosgoro
Solution For – Jakarta – Kepemimpinan baru dalam organisasi Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 dianggap sebagai peluang penting untuk memperkuat Partai Golkar di masa depan, menurut Ketua Majelis Pertimbangan PPK Kosgoro 1957, Agung Laksono. Ia menyatakan bahwa La Ode Safiul Akbar, salah satu kandidat yang diusung, memiliki potensi besar untuk meningkatkan elektabilitas partai tersebut jika terpilih menjadi Ketua Umum Kosgoro periode 2026-2031. “Saya berharap, jika La Ode berhasil terpilih, mungkin bisa memperkuat suara Golkar dalam Pemilu 2029 mendatang,” ujarnya pada Rabu (25/05/2024) di Jakarta.
Rekam Jejak La Ode dalam Kosgoro
Agung menegaskan bahwa La Ode bukanlah sosok yang asing dalam lingkaran Kosgoro. Jejaknya di dalam organisasi ini telah terbentuk melalui pengalaman yang dihimpun sejak lama, terutama melalui kegiatan dalam Barisan Muda Kosgoro. “La Ode telah membuktikan kemampuannya di tingkat kaderisasi internal, sehingga memenuhi syarat untuk memimpin organisasi yang berperan penting dalam sejarah Golkar,” jelasnya. Menurut Agung, pilihan La Ode sebagai Ketum Kosgoro merupakan momen strategis untuk mengganti generasi kepemimpinan yang lebih tua dengan figur baru yang memiliki visi dan kapasitas.
Menurut Agung, seorang ketua yang memimpin Kosgoro tidak hanya perlu memahami sejarah partai, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang relevan dengan tantangan zaman. “Kosgoro harus menjadi garda depan dalam membangun kader-kader yang mampu menghadapi dinamika politik dan ekonomi di masa kini,” katanya. Ia menekankan bahwa kepemimpinan organisasi ini perlu menggabungkan tradisi dengan inovasi, agar mampu memenuhi harapan masyarakat dan keluarga partai.
“Kosgoro membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya menghargai sejarah, tetapi juga mampu membawa organisasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” kata Agung.
Kepemimpinan La Ode, menurut Agung, akan menjadi langkah penting dalam memperkuat kehadiran Golkar di berbagai lapisan masyarakat. “Dengan adanya ketua yang memiliki jejak nasional dan pengalaman kerja di tingkat grassroots, Golkar bisa membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan,” tambahnya. Hal ini juga sejalan dengan tujuan kosgoro sebagai organisasi yang didirikan untuk menjembatani antara kekuatan politik dan kegiatan kewargaan.
La Ode Deklarasikan Diri sebagai Calon Ketum
Sebelumnya, La Ode Safiul Akbar telah secara resmi mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 dalam Musyawarah Besar (Mubes) V 2026. Acara ini akan diadakan di Jakarta pada bulan Juni 2026. La Ode mengatakan bahwa ia telah mendapatkan dukungan dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk maju dalam pemilihan tersebut. “Restu dari Bahlil sangat penting karena menunjukkan kepercayaan partai terhadap visi dan kontribusi saya,” tuturnya.
“Saya ingin mengembalikan Kosgoro ke akar perjuangan semula, yaitu sebagai organisasi yang erat dengan masyarakat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan rakyat,” ungkap La Ode.
La Ode menyatakan bahwa keberhasilan sebuah organisasi besar bergantung pada kemampuannya untuk tetap terhubung dengan akar perjuangan. Sebagai sosok yang lahir dari dunia usaha, ia menekankan bahwa keterlibatan langsung dengan masyarakat adalah kunci untuk membangun fondasi organisasi yang kuat. “Jika akar organisasi terlepas, maka pohon tersebut akan kehilangan kekuatan untuk berkembang dan memberikan manfaat,” jelasnya.
Dalam konsep kepemimpinannya, La Ode berencana memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai salah satu fokus utama. Ia ingin meyakinkan bahwa Kosgoro tidak hanya berperan dalam bidang politik, tetapi juga menjadi pelaku pemberdayaan ekonomi melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kosgoro harus menjadi pionir dalam pengembangan kader yang unggul, serta menjaga keberlanjutan organisasi di tengah perubahan zaman,” tegasnya.
Peran Kosgoro dalam Struktur Golkar
Kosgoro 1957, sebagai organisasi serbaguna, berperan sebagai penggerak dan pelaku kegiatan sosial serta kaderisasi di tingkat daerah. Pemilihan ketua baru dinilai sebagai bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan, yang diperlukan agar organisasi tetap relevan dan mampu merespons dinamika politik. Agung menilai bahwa La Ode memiliki kemampuan untuk menjembatani dua aspek ini, yaitu menjaga tradisi sekaligus mendorong transformasi modern.
Agung juga menggarisbawahi bahwa pemimpin Kosgoro harus mampu menyatukan visi antar kader dan melibatkan masyarakat luas dalam pembangunan organisasi. “Kosgoro tidak boleh hanya menjadi lembaga formal, tetapi juga jadi ruang dialog yang aktif antara partai, kader, dan masyarakat,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan kaderisasi harus selalu diimbangi dengan pengembangan kelembagaan yang berkelanjutan.
“Kosgoro adalah bagian dari Golkar, dan keberhasilannya berdampak langsung pada kekuatan partai dalam pemilu. La Ode bisa menjadi jawaban untuk memperkuat basis suara partai,” ujar Agung.
Dalam upayanya, La Ode menggandeng sejumlah elemen penting, termasuk partisipasi aktif dari pengusaha dan masyarakat awam. “Kosgoro perlu mengintegrasikan keterampilan dari berbagai latar belakang, agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan organisasi ini harus tetap menjaga keharmonisan antar anggota, serta meningkatkan partisipasi di berbagai tingkat.
Dengan target pemilu 2029 mendekat, Agung berharap bahwa pemilihan ketua Kosgoro akan menjadi pintu untuk menguatkan posisi Golkar. “Kosgoro memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai partai ke masyarakat, dan La Ode memiliki kapasitas untuk mendorong hal itu,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kemenangan Golkar tidak hanya bergantung pada program politik, tetapi juga pada keterlibatan yang langsung dengan kehidupan rakyat.
Kosgoro 1957, sebagai organisasi yang telah ada sejak lama, dinilai harus memiliki kesadaran akan perannya dalam menjaga kekuatan partai. “Dengan kepemimpinan yang muda dan visioner, kita bisa memastikan bahwa Kosgoro tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang ke arah yang lebih inklusif,” kata Agung. Ia berkeyakinan bahwa La Ode mampu menciptakan sinergi antara sejarah dan masa depan, sehingga organisasi ini bisa menjadi pilar yang stabil dalam perpolitikan Indonesia.