Special Plan: Dirut ANTARA soroti pentingnya literasi informasi bagi Paskibraka
Dirut ANTARA Soroti Pentingnya Literasi Informasi Bagi Paskibraka
Special Plan – Jakarta – Pemusatan latihan Paskibraka Tingkat Pusat tahun 2025 yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu, menjadi ajang penting untuk memperkuat kapasitas generasi muda sebagai pilar bangsa. Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan pandangan bahwa literasi informasi menjadi fondasi utama bagi para anggota Paskibraka agar mampu berperan sebagai individu yang kritis, selektif, dan mampu menghasilkan solusi bagi tantangan bangsa di tengah era digital yang penuh dengan arus informasi yang cepat dan menyelubungi.
Pembekalan Ilmu untuk Membentuk Pemimpin Masa Depan
Dalam pidatonya selama kegiatan tersebut, Benny menekankan bahwa para Paskibraka, yang masih dalam usia muda, memerlukan pengetahuan mendalam mengenai dunia informasi. Ia menjelaskan bahwa pemahaman tentang media, mekanisme komunikasi, hingga isu-isu nasional dan internasional akan membantu mereka memperluas perspektif dan memahami konteks lebih dalam. “Dengan memiliki wawasan yang luas, mereka dapat menginterpretasi berita dengan lebih tepat dan tidak terpengaruh oleh bias atau informasi yang tidak valid,” ujar Benny.
“Yang penting adalah kemampuan menyaring informasi. Dengan begitu, mereka tidak hanya ikut-ikutan, tetapi memiliki pilihan terbaik untuk membentuk citra diri dan identitasnya sebagai bagian dari bangsa ini,” tambah Benny.
Benny juga menyoroti bahwa tanggung jawab Paskibraka tidak hanya sebatas menjadi pelaku upacara. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengambil peran aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya informasi yang akurat. “Mereka perlu dilatih agar mampu menghadapi berbagai bentuk disinformasi yang sering menghiasi ruang publik saat ini,” kata Benny.
Dukungan dari BPIP untuk Penguatan Karakter
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, juga turut menegaskan peran penting latihan literasi informasi dalam membentuk Paskibraka sebagai calon pemimpin yang tangguh. Menurut Rima, pemahaman tentang media dan proses penyampaian informasi akan memperkaya kemampuan mereka untuk merespons berbagai isu secara bijaksana. “Tujuannya adalah agar mereka menjadi newsmaker yang mampu menyebarluaskan pesan-pesan yang relevan bagi masyarakat,” jelas Rima.
“Dengan mengetahui bagaimana media bekerja dan mengubah narasi, Paskibraka akan lebih siap menyikapi tantangan sehari-hari serta berkontribusi pada percepatan penguasaan pengetahuan tentang bangsa dan lingkungan sekitarnya,” ungkap Rima.
Rima menambahkan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar keterampilan teknis, tetapi juga merupakan upaya membangun karakter yang kuat dan tanggung jawab sosial yang besar. Ia menyoroti bahwa program-program seperti Duta Pancasila, yang digagas BPIP, menjadi sarana efektif untuk melatih para Paskibraka menjadi pemimpin yang memiliki wawasan luas serta kepekaan terhadap permasalahan nasional. “Dari sini, mereka bisa menumbuhkan semangat kebangsaan dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah secara kreatif,” katanya.
Latihan sebagai Langkah Awal Kemandirian Informasi
Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk memberikan, menjaga, serta memperdalam pengetahuan para Paskibraka tentang berbagai aspek informasi. Benny menyebutkan bahwa ekosistem positif, seperti program pembinaan yang terstruktur, menjadi penunjang utama dalam proses penguatan karakter dan kemampuan kritis mereka. “Paskibraka butuh lingkungan yang memperkaya pemahaman tentang informasi, termasuk cara mengelola dan menyebarluaskan berita dengan tepat,” tegas Benny.
Menurut Benny, keberhasilan Paskibraka dalam menghadapi era informasi digital tergantung pada dua faktor utama: kesadaran akan pentingnya memilah sumber berita dan kemampuan menyampaikan pesan secara jelas. Ia menilai bahwa melalui pelatihan ini, para Paskibraka akan memperoleh kepercayaan diri untuk tidak hanya mengikuti alur informasi, tetapi juga menjadi pelaku yang mampu mengarahkan alur tersebut sesuai dengan kebutuhan bangsa. “Dengan berpikir kritis, mereka bisa menjadi pelopor perubahan positif di tengah kebingungan informasi yang sering muncul di masyarakat,” kata Benny.
Perspektif Global dalam Pemahaman Lokal
Rima menegaskan bahwa literasi informasi tidak hanya memperkuat pemahaman lokal, tetapi juga membuka wawasan global yang penting bagi Paskibraka. “Mereka perlu mengetahui bagaimana isu internasional dapat memengaruhi situasi di Indonesia,” katanya. Rima menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membentuk generasi muda yang mampu berpikir secara holistik, baik dalam konteks lokal maupun global.
“Melalui pelatihan ini, Paskibraka bisa menggali potensi diri untuk menjadi pionir perubahan dan menyampaikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambah Rima.
Kegiatan pelatihan Paskibraka Tingkat Pusat tahun 2025 yang berlangsung di Jakarta Pusat ini juga memberikan kesempatan bagi para anggota untuk melatih kemampuan komunikasi, pemrosesan informasi, dan pengambilan keputusan. Benny menyampaikan bahwa keberhasilan Paskibraka dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 tergantung pada kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai dinamika informasi yang terjadi di tengah masyarakat. “Mereka harus menjadi contoh yang baik dalam berpikir kritis dan mengedepankan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Kemitraan Antar-Lembaga untuk Penguatan Literasi
Dalam kesempatan tersebut, Benny menyoroti bahwa kolaborasi antara ANTARA dan BPIP menjadi kunci dalam membentuk Paskibraka yang unggul. Ia menilai bahwa ekosistem pendidikan media dan informasi yang terpadu akan membantu para pemuda ini menjadi calon pemimpin yang mampu mengambil peran aktif dalam menjaga keutuhan bangsa. “Melalui pelatihan bersama, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dan menjadi bagian dari solusi yang dibutuhkan,” katanya.
Menurut Rima, pelatihan ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan analisis dan pemecahan masalah di tengah arus informasi yang begitu cepat. Ia menjelaskan bahwa Paskibraka diharapkan tidak hanya menjadi pelaku upacara, tetapi juga menjadi pelaku kebijakan dan pemberi inspirasi bagi masyarakat. “Mereka harus mampu menjadi sumber informasi yang andal dan mewakili harapan bangsa dalam setiap langkah mereka,” jelas Rima.
Peran Paskibraka dalam Memperkuat Nasionalisme
Sebagai bagian dari program kebangsaan, pelatihan Paskibraka Tingkat Pusat tahun 2025 ini dirancang untuk menghadirkan figur pemuda yang mampu menginterpretasi berbagai peristiwa dengan kritis dan berimbang. Benny menyoroti bahwa literasi informasi menjadi senjata penting bagi generasi muda untuk membedakan antara informasi yang benar dan salah. “Mereka harus terbiasa dengan keterbukaan informasi, tetapi tetap memiliki kemampuan men