Perumda Dharma Jaya pastikan hewan potong Idul Adha berkondisi sehat
Perumda Dharma Jaya Pastikan Hewan Potong Idul Adha dalam Kondisi Sehat
Perumda Dharma Jaya pastikan hewan potong – Kamis (27/5) di Jakarta, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, memberikan pernyataan bahwa seluruh hewan yang akan dipotong dalam perayaan Idul Adha 1447 H telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang ketat. Ia menjelaskan bahwa hewan-hewan tersebut disertai sertifikat kesehatan, sehingga memastikan kualitas dan keamanan bagi masyarakat yang membutuhkannya. Perumda Dharma Jaya menjadi salah satu penyedia daging qurban utama di wilayah Jakarta Timur, dengan Rumah Potong Hewan (RTH) yang terletak di Cakung menjadi pusat distribusi untuk kebutuhan Idul Adha tahun ini.
Dalam wawancara, Raditya menyebutkan bahwa persiapan untuk Idul Adha tahun ini telah dimulai lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa seluruh hewan yang masuk ke RTH Dharma Jaya melalui prosedur pengujian yang lengkap, termasuk pemeriksaan vaksinasi dan kondisi fisik. “Kami ingin memberikan jaminan bahwa setiap hewan yang dipotong memiliki kesehatan optimal, baik dari segi fisik maupun kesehatan lingkungan,” ujarnya. Proses ini dirancang untuk mengurangi risiko penyakit yang bisa menyebar ke konsumen, terutama saat musim Idul Adha yang menjadi momen penting dalam budaya masyarakat Indonesia.
“Kami telah menjual sebanyak 1.500 ekor sapi untuk Idul Adha tahun ini, meningkat sebesar 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Raditya. Kenaikan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan yang ditawarkan oleh Perumda Dharma Jaya. Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah penjualan juga didukung oleh program pengadaan hewan yang lebih terarah dan efisien.
Musim Idul Adha menjadi momen penting bagi banyak keluarga yang ingin membagikan daging qurban kepada kerabat, tetangga, atau masyarakat yang kurang mampu. Dengan memiliki hewan yang sehat, Perumda Dharma Jaya berharap dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara berkualitas. Raditya menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan juga mencakup pengambilan sampel darah untuk mengetahui status kesehatan hewan secara lebih detail. “Ini adalah langkah yang kami lakukan agar tidak ada hewan yang tidak layak dipotong, baik dari segi kesehatan maupun kebersihan,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Perumda Dharma Jaya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam mendukung acara ibadah besar ini. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk peternak lokal, untuk memastikan pasokan hewan yang cukup dan terjangkau. Raditya mengungkapkan bahwa dengan menjual 1.500 ekor sapi, jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan di Jakarta dan sekitarnya. Ia juga menekankan bahwa hewan-hewan yang dipasarkan memiliki usia yang sesuai, mulai dari 1,5 hingga 3 tahun, untuk memastikan kualitas daging yang dihasilkan.
Idul Adha 1447 H akan berlangsung sebentar lagi, dan Perumda Dharma Jaya mempersiapkan berbagai fasilitas untuk melayani masyarakat. RTH Dharma Jaya dilengkapi dengan alat pengukuran modern dan tenaga ahli yang terlatih, sehingga mampu memproses hewan secara cepat dan aman. Selain itu, mereka juga memberikan pelayanan tambahan seperti pengemasan dan pengiriman ke berbagai titik di Jakarta, agar konsumen tidak perlu repot mengambil hewan langsung ke lokasi.
Raditya menambahkan bahwa meningkatkan kualitas hewan potong bukan hanya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial. “Kami ingin memastikan bahwa daging qurban yang didistribusikan ke masyarakat memiliki nilai gizi yang baik dan aman dikonsumsi,” ujarnya. Dalam konteks ini, Perumda Dharma Jaya juga bekerja sama dengan lembaga kesehatan hewan serta petugas penyembelihan yang terakreditasi.
Kebutuhan hewan qurban di Jakarta tahun ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, terutama karena antusiasme masyarakat yang semakin besar. Raditya menjelaskan bahwa jumlah penjualan bisa mencapai 1.500 ekor sapi, dan ini adalah target yang sudah mereka tetapkan sejak awal. “Kami juga memperluas pasar ke kota-kota lain di sekitar Jakarta, seperti Tangerang dan Bekasi, untuk memenuhi permintaan di luar daerah,” tuturnya. Proses distribusi dirancang agar hewan qurban bisa sampai ke tangan konsumen tepat waktu, sebelum acara Idul Adha dimulai.
Dalam keseluruhan upaya tersebut, Perumda Dharma Jaya berkomitmen untuk menjaga kualitas dan transparansi. Mereka memberikan informasi lengkap kepada calon pembeli, termasuk detail asal hewan dan riwayat kesehatannya. Hal ini sangat penting karena Idul Adha tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga menjadi acara yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Masyarakat bisa merasa tenang karena hewan yang dipotong adalah hasil seleksi ketat,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa semua hewan yang masuk ke RTH Dharma Jaya dilengkapi dengan label resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Program ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan perekonomian peternak lokal dan menjamin kebutuhan daging qurban untuk masyarakat Jakarta. Raditya menyebutkan bahwa selain sapi, mereka juga menyediakan hewan seperti kambing dan domba untuk berbagai kebutuhan. “Peningkatan jumlah penjualan mencerminkan kepuasan konsumen terhadap layanan kami,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proses pembelian bisa dilakukan secara online maupun langsung di lokasi RTH Dharma Jaya, sehingga memudahkan akses bagi masyarakat.
Dalam wawancara ini, Raditya juga mengatakan bahwa Perumda Dharma Jaya terus berupaya menambah fasilitas dan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan yang meningkat. “Kami menambahkan 10 persen tenaga penyembelihan dan petugas pemantauan kesehatan hewan, agar semua proses bisa berjalan dengan lancar,” terangnya. Upaya ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyembelihan hewan qurban di tingkat daerah.
Idul Adha tahun ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja Perumda Dharma Jaya dalam mengelola pasokan hewan qurban. Raditya menegaskan bahwa mereka telah menyiapkan berbagai langkah preventif untuk menghindari kekacauan di pasar daging. “Dengan sistem pemeriksaan yang terstandarisasi, kami yakin dapat memenuhi standar kebersihan dan keselamatan makanan,” tuturnya. Ia juga menyampaikan bahwa semua hewan yang dipotong harus memenuhi kriteria kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk tidak memiliki penyakit menular.
Kontributor: Ryan Rahman / Pradanna Putra Tampi / Denno Ramdha Asmara / I Gusti Agung Ayu N