Solution For: Tourism Malaysia akui nilai persahabatan Malaysia dan Indonesia tinggi

Tourism Malaysia akui nilai persahabatan Malaysia dan Indonesia tinggi

Solution For – Kamis, dalam sebuah acara yang berlangsung di Muar, Johor, Akbal Setia, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekretariat Visit Malaysia 2026, memberikan pernyataan mengenai keeratan hubungan antara dua negara tetangga tersebut. Pernyataan itu menyatakan bahwa nilai persahabatan Malaysia dan Indonesia tetap kuat, meski terkadang muncul isu yang mengganggu. Ia mengungkapkan, meskipun sejarahnya tidak bebas dari konflik atau perbedaan, kenyataan bahwa masyarakat Malaysia dan Indonesia masih mempertahankan ikatan budaya dan sosial yang hangat merupakan bukti jelas dari hubungan bilateral yang berkelanjutan.

Familiarisation Trip: Perkenalan ke Destinasi Wisata Budaya

Acara Familiarisation Trip yang diadakan di Muar, Johor, ini turut dihadiri oleh sejumlah wakil media internasional dan lokal, serta tujuh agen perjalanan dari Singapura. Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Malaysia sebagai destinasi utama wisata budaya, khususnya dalam konteks kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026). Dalam kesempatan ini, Akbal menjelaskan bahwa keberadaan komunitas masyarakat yang memiliki akar budaya Indonesia di Malaysia menjadi salah satu indikator keberlanjutan persahabatan antara kedua negara.

“Kita sebagai negara jiran, meskipun terkadang timbul isu, tetap bisa merasakan bahwa nilai persahabatan Malaysia dan Indonesia sangat tinggi,” kata Akbal kepada ANTARA saat berada di Muar, Johor.

Kampung Sarang Buaya, salah satu destinasi utama dalam Familiarisation Trip, menjadi contoh nyata hubungan budaya yang intens. Wilayah tersebut dihuni oleh sejumlah warga Malaysia keturunan Jawa dan Bugis, yang menjaga tradisi serta adat istiadat asli dari tanah air mereka. Akbal menilai kondisi ini mencerminkan kekuatan ikatan antar masyarakat kedua negara, yang telah terbentuk sejak lama. “Kita bisa melihat betapa dekatnya hubungan sosial dan budaya ini melalui keberadaan komunitas seperti di Muar,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke Kampung Sarang Buaya, delegasi mengamati bagaimana budaya Indonesia tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari warga Malaysia. Misalnya, adat istiadat Jawa seperti cara berpakaian, tradisi upacara adat, hingga makanan khas seperti nasi kebuli atau semangka masih dijaga dengan baik. Meski beberapa aktivitas tersebut telah diasimilasikan ke dalam kehidupan masyarakat Malaysia, Akbal menekankan bahwa identitas budaya Indonesia tetap terasa jelas.

Indonesia Masuk Lima Besar Wisatawan Asing Terbanyak

Akbal juga mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia tergolong signifikan dalam jumlah kunjungan ke Malaysia. Menurutnya, jumlah turis dari Indonesia masuk dalam lima besar wisatawan asing yang terbanyak mengunjungi negara ini. “Ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap destinasi Malaysia, terutama dalam hal pengalaman budaya dan wisata,” jelas Akbal. Dengan jumlah kunjungan yang cukup besar, ia berharap kerja sama dalam bidang pariwisata dapat ditingkatkan, serta memperkuat peran Malaysia sebagai tempat tujuan yang menawarkan keunikan budaya Asia Tenggara.

“Kultur, cara hidup, dan makanan dari Jawa masih diimplementasikan oleh masyarakat di sini, meski telah diadaptasi menjadi kehidupan sehari-hari yang lebih modern,” ujar Akbal.

Di samping itu, Akbal menyoroti bahwa Familiarisation Trip ini menjadi platform penting untuk menunjukkan potensi Malaysia dalam menerima pengunjung asing, khususnya dari Indonesia. Acara ini dilakukan dalam rangka promosi berkelanjutan untuk menggaet pasar wisatawan Indonesia yang kian berkembang. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa Malaysia tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang memikat,” tambahnya.

Familiarisation Trip juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengalami langsung budaya lokal di Muar. Sejumlah agen perjalanan dari Singapura serta wakil media internasional dan lokal turut berpartisipasi dalam menjelajahi destinasi wisata budaya yang populer di wilayah tersebut. Acara ini didesain untuk membangun kesadaran dan minat terhadap Malaysia, serta menunjukkan keberagaman destinasi yang bisa dikunjungi. Akbal menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perkenalan, tetapi juga upaya untuk menarik minat wisatawan Indonesia yang ingin mengenal lebih dalam.

Potensi Pariwisata Budaya: Langkah Strategis

Dalam rangkaian acara ini, Tourism Malaysia juga berharap memperkuat daya tarik destinasi pariwisata budaya. Akbal menjelaskan bahwa jumlah kunjungan dari wisatawan Indonesia berpotensi meningkat jika lebih dikenalkan secara intens. “Kita perlu memastikan bahwa keunikan budaya Malaysia tidak hanya dikenal di kalangan wisatawan internasional, tetapi juga di kalangan masyarakat Indonesia,” katanya.

Dengan membangun jaringan antara agen perjalanan, media, serta masyarakat, Familiarisation Trip diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Malaysia. Akbal menyoroti bahwa Malaysia memiliki potensi besar untuk menjadi tempat tujuan budaya yang diminati oleh pasar global. “Kami ingin menunjukkan bahwa Malaysia adalah tujuan wisata yang bisa memberikan pengalaman tak terlupakan, terutama bagi wisatawan Indonesia yang ingin mengeksplorasi budaya Asia Tenggara,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi peluang bagi warga Malaysia keturunan Indonesia untuk memperkenalkan tradisi dan nilai-nilai budaya mereka kepada para delegasi. Akbal menegaskan bahwa peran mereka dalam menjaga dan memperkenalkan budaya asli sangat penting. “Mereka tidak hanya bagian dari masyarakat Malaysia, tetapi juga menjadi jembatan antara dua negara dalam pertukaran budaya,” ujarnya.

Kerja Sama yang Konsisten

Terlepas dari perbedaan politik atau ekonomi yang terkadang muncul, Akbal menilai hubungan antara Malaysia dan Indonesia terus berjalan stabil. Ia menyebut bahwa perjalanan wisata antar kedua negara menjadi bagian dari upaya menjaga koneksi yang telah terjalin. “Kita bisa melihat bahwa masyarakat Malaysia terus memperkuat ikatan dengan Indonesia, baik melalui kegiatan budaya maupun pariwisata,” imbuhnya.

Dalam konteks ini, Familiarisation Trip di Muar menjadi bukti nyata upaya Malaysia untuk mengukuhkan posisinya sebagai negara destinasi pariwisata budaya. Akbal menekankan bahwa kampanye VM2026 akan berfokus pada pengenalan lebih dalam mengenai budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat Malaysia. “Kami ingin menunjukkan bahwa Malaysia tidak hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga memiliki ciri khas yang bisa memberikan pengalaman unik bagi pengunjung,” katanya.

Sebagai bagian dari promosi berkelanjutan, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi agen perjalanan dari Singapura untuk memahami potensi pasar wisatawan Indonesia. Akbal menilai bahwa kolaborasi dengan negara tetangga seperti Singapura menjadi strategi penting dalam menjangkau wisatawan dari berbagai latar belakang. “Dengan melibatkan agen perjalanan dari Singapura, kita bisa memperluas jaringan pemasaran, terutama ke arah Indonesia,” jelasnya.

Akbal berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan, baik untuk memperkuat hubungan bilateral maupun meningkatkan daya tarik Malaysia sebagai destinasi wisata budaya. Ia yakin bahwa keberagaman budaya dan kerja sama yang solid antara kedua negara akan menjadi penentu utama dalam pengembangan pariwisata di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *