New Policy: Tapin usulkan jalan Meratus masuk Inpres 2026
Tapin Usulkan Jalan Meratus Masuk Inpres 2026
New Policy – Rantau, Kalimantan Selatan (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, sedang menyiapkan daftar usulan untuk dimasukkan ke dalam program Inpres Jalan Daerah Tahun 2026. Tujuan utama dari usulan ini adalah memperkuat akses transportasi di kawasan Pegunungan Meratus, yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sektor pertanian, energi, serta pariwisata. Bupati Tapin, H Yamani, menyampaikan bahwa proposal tersebut didasarkan pada kebutuhan infrastruktur yang mendukung distribusi hasil pertanian dan pembukaan wilayah strategis yang hingga kini masih terbatasi oleh kondisi jalan yang kurang memadai.
Kabupaten Tapin, yang terletak di wilayah utara Kalimantan Selatan, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam dan wisata alam. Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi koridor utama. “Kami telah mengumpulkan daftar usulan yang terarah pada penguatan jaringan jalan untuk mendorong swasembada pangan dan energi, sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata kawasan Meratus,” terang Yamani saat berbicara di Rantau, Senin (tanggal yang relevan).
Inpres 2025 Jadi Peluang Strategis
Pembangunan infrastruktur jalan daerah menjadi fokus utama pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Bupati Tapin menilai instruksi tersebut memberikan peluang besar bagi daerah-daerah seperti Tapin untuk memperoleh bantuan pembangunan jalan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. “Konektivitas jalan yang baik adalah kunci untuk menekan biaya logistik, mempercepat distribusi produk pertanian, dan meningkatkan mobilitas masyarakat,” tambah Yamani.
Dalam konteks ini, Tapin berupaya agar usulan jalan dan jembatan yang diajukan dapat memenuhi persyaratan pemerintah pusat. Pemkab Tapin sedang fokus pada penyelarasan data teknis serta identifikasi prioritas wilayah yang perlu didorong. “Kami ingin pastikan bahwa setiap proyek yang diusulkan memiliki dampak signifikan bagi masyarakat dan sesuai dengan target nasional,” jelas Yamani. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa pengembangan infrastruktur dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Kawasan Pariwisata Meratus
Usulan Tapin tidak hanya menargetkan sektor pertanian dan energi, tetapi juga memperhatikan potensi pariwisata di Pegunungan Meratus. Daerah tersebut memiliki sumber daya alam yang kaya, seperti hutan, sungai, dan gunung, yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata. Dengan akses jalan yang lebih baik, kata Yamani, jumlah pengunjung ke kawasan ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan. “Ini bukan hanya tentang jalan, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat sekitar dan peningkatan kualitas layanan wisata,” ujarnya.
Menurut Yamani, peningkatan akses jalan akan membuka peluang usaha baru bagi warga setempat, seperti pengelolaan homestay, pengembangan keterampilan lokal, dan peningkatan pendapatan dari aktivitas pariwisata. “Kami juga berharap pengembangan jalan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara merata, bukan hanya di satu sentral tertentu,” lanjutnya. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain di Kalimantan Selatan untuk ikut berpartisipasi dalam program Inpres.
Persiapan Dokumen dan Kerja Sama
Untuk menyukseskan usulan ini, Pemkab Tapin sedang memperkuat dokumen proposal agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Proses ini melibatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta konsultan perencanaan. “Kami ingin dokumen yang diajukan tuntas dan komprehensif, sehingga pemerintah pusat bisa mempercepat proses pencairan dana,” terang Yamani.
Kerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dari persiapan ini. Bupati Tapin menekankan bahwa partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat akan memastikan proyek tersebut dapat diimplementasikan secara optimal. “Dengan keberhasilan pembangunan jalan, kami yakin akan ada perubahan yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.
Potensi Konektivitas dan Dampak Ekonomi
Konektivitas jalan yang memadai tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempermudah akses layanan pendidikan dan kesehatan. Bupati Tapin menjelaskan bahwa beberapa ruas jalan yang diusulkan mampu menghubungkan desa-desa terpencil dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi. “Ini akan mempercepat proses distribusi, meminimalkan risiko kerusakan akibat cuaca, serta meningkatkan daya saing produk lokal,” katanya.
Proyek Inpres Jalan Daerah 2026 juga diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah untuk membangun kawasan wisata yang berkelanjutan. Selain itu, peningkatan jalan akan membuka peluang investasi dari luar daerah. “Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur ini menjadi tulang punggung pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Yamani. Dengan adanya jalan yang memadai, pergerakan barang dan manusia antar wilayah akan lebih cepat, sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kesenjangan daerah.
Proyek Strategis untuk Kalimantan Selatan
Kabupaten Tapin memandang usulan jalan dan jembatan sebagai bagian dari strategi pengembangan Kalimantan Selatan secara menyeluruh. Dengan memperkuat jaringan jalan, Tapin berharap dapat meningkatkan hubungan antar kabupaten dan memberikan dukungan untuk kegiatan ekonomi skala besar. “Kami percaya bahwa infrastruktur yang baik akan menjadi dasar dari percepatan pembangunan daerah,” ungkap Yamani.
Pembangunan infrastruktur jalan daerah di Tapin diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produksi pertanian, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar lebih efisien. Selain itu, akses yang lebih baik ke kawasan wisata juga akan mendorong keberlanjutan pariwisata sebagai penggerak ekonomi. “Proyek ini adalah langkah awal untuk mencapai visi Tapin sebagai daerah yang maju dan berkelanjutan,” tambah Yamani.