Di KUII, Menag ajak umat Islam dukung program prioritas pemerintah

4 hours ago  ·  4 min read
By Thomas Davis - pemandanganindah.com
1000461620

Kolaborasi Umat Islam dan Pemerintah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Nasional

Pemandanganindah.com – Jakarta menjadi saksi sejarah ketika penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) edisi kedelapan yang juga sekaligus memperingati ulang tahun ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam momentum bersejarah tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penting kepada seluruh lapisan masyarakat Muslim. Beliau mengajak semua elemen umat Islam serta para tokoh MUI untuk membangun sinergi yang kuat dan memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program prioritas nasional yang telah digagas oleh pemerintahan saat ini.

Momentum pertemuan para ulama dan tokoh agama ini menjadi kesempatan emas bagi pemerintah untuk memperkuat hubungan dengan umat Islam. Menag menegaskan bahwa hubungan harmonis antara pemerintah dengan para pemimpin agama merupakan hal yang sangat krusial. Beliau meyakinkan hadirin bahwa berbagai kebijakan dan program strategis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam. Sebagai kelompok mayoritas di Indonesia, umat Islam diyakini akan menjadi penerima manfaat terbesar dari kebijakan-kebijakan tersebut.

“Kita perlu bersinergi dan mendukung komitmen Presiden Prabowo untuk memberikan keberpihakan penuh terhadap implementasi Pasal 33 UUD 1945. Jika kebijakan ini dijalankan, yang akan menjadi penikmat utamanya adalah umat Islam,” kata Nasaruddin dengan tegas.

Program Strategis untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri Agama kemudian merincikan sejumlah program strategis nasional yang perlu dikawal bersama oleh seluruh komponen bangsa. Di antaranya adalah kebijakan hilirisasi industri yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Selain itu, terdapat juga program akses pendidikan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Perluasan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga menjadi perhatian khusus, khususnya untuk kelompok masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Program pembangunan infrastruktur juga tidak kalah pentingnya. Ribuan unit rumah tinggal serta perkampungan nelayan sedang dibangun di berbagai wilayah Indonesia. Menag juga menyoroti komitmen pemerintah dalam meredistribusi lahan-lahan luas yang selama ini kosong dan terbengkalai. Lahan-lahan tersebut akan dikembalikan pengelolaannya kepada masyarakat luas untuk dimanfaatkan secara produktif. Baca juga: Program Prioritas Pemerintah untuk Umat Islam

“Siapa yang paling banyak menikmati hilirisasi? Siapa yang akan menjadi penikmat sekolah rakyat yang serba gratis dan beasiswa bagi anak-anak yang tidak punya kemampuan? Tentu umat kita. Karena itu, saya mengimbau mari kita berikan dukungan penuh terhadap kebijakan-kebijakan seperti ini,” ujarnya menegaskan.

Menjaga Moral Bangsa dari Ancaman Non-Militer

Selain fokus pada program kesejahteraan ekonomi, Menag menekankan bahwa visi pemerintah juga sangat selaras dengan keprihatinan para ulama dalam menjaga moral bangsa. Hal ini terbukti melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025. Peraturan tersebut terkait kebijakan umum pertahanan negara yang secara eksplisit menargetkan pemberantasan berbagai ancaman non-militer.

Ancaman non-militer yang kini tengah diperangi oleh pemerintah meliputi beberapa hal penting. Pertama, penyebaran paham ateisme yang semakin marak di kalangan masyarakat. Kedua, lunturnya rasa nasionalisme di tengah arus globalisasi. Ketiga, maraknya praktik judi daring atau online yang merugikan banyak pihak. Keempat, penyebaran budaya dan perilaku penyimpangan LGBT yang perlu diwaspadai bersama. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang kebijakan pertahanan nasional.

Mendorong Pertumbuhan Keuangan Syariah

Di luar dukungan terhadap program-program pemerintah, Nasaruddin turut mengajak MUI untuk mencari pendekatan non-ekonomi guna mendongkrak pangsa pasar keuangan dan perbankan syariah nasional. Beliau menyayangkan fakta bahwa dari sekitar 240 juta penduduk Muslim di Indonesia, pangsa pasar perbankan syariah masih tertahan dan berputar di bawah angka 10 persen. Potensi yang sangat besar ini perlu dioptimalkan melalui berbagai strategi inovatif.

Sebagai penutup, Menag meminta agar seluruh hasil rekomendasi dan rumusan dari KUII ke-8 segera diserahkan secara resmi kepada Kementerian Agama. Beliau berjanji akan mengintegrasikan gagasan-gagasan bernas dari para ulama tersebut ke dalam program kerja konkret pemerintah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat kejayaan peradaban Islam dunia yang diakui secara internasional.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu KUII dan mengapa penting?

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) adalah forum pertemuan para ulama dan tokoh agama Islam yang membahas berbagai isu keagamaan dan kemasyarakatan. KUII ke-8 menjadi penting karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun MUI ke-51.

Program prioritas apa saja yang didukung umat Islam?

Program prioritas meliputi hilirisasi industri, pendidikan gratis, beasiswa LPDP, pembangunan infrastruktur, dan redistribusi lahan. Semua program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam sebagai mayoritas.

Berapa pangsa pasar perbankan syariah saat ini?

Pangsa pasar perbankan syariah Indonesia masih berada di bawah 10 persen dari total pasar perbankan nasional, padahal Indonesia memiliki sekitar 240 juta penduduk Muslim.

Apa ancaman non-militer yang ditargetkan Perpres 111/2025?

Ancaman non-militer meliputi penyebaran paham ateisme, lunturnya nasionalisme, judi online, dan perilaku penyimpangan LGBT yang perlu diwaspadai bersama.

MORE FROM THIS CATEGORY