Meeting Results: Papua Barat siapkan 156 nakes dukung Pesparawi Nasional di Manokwari

Papua Barat Mempersiapkan 156 Nakes untuk Dukung Pesparawi Nasional di Manokwari

Meeting Results – Pemerintah Provinsi Papua Barat secara aktif membangun infrastruktur kesehatan guna mendukung pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV pada 18 hingga 28 Juni 2026. Kegiatan besar ini akan digelar di Manokwari, dengan kehadiran peserta dari 38 provinsi di Indonesia. Untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh peserta, tim kesehatan telah disiapkan dengan komposisi yang memadai.

Perencanaan Tim Kesehatan untuk Kegiatan Nasional

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Alwan Rimosan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 156 tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari berbagai spesialisasi. Komposisi anggota meliputi 24 dokter, 36 perawat, 12 tenaga kesehatan lingkungan, serta tim kefarmasian dan ambulans yang siap dioperasikan. Selain itu, ada juga personel yang bertugas dalam pencegahan risiko dan penyediaan layanan medis dasar selama acara berlangsung.

“Tenaga kesehatan yang disiapkan mencakup berbagai komponen seperti dokter, perawat, dan tenaga kefarmasian. Kami juga memastikan adanya ambulans siaga untuk situasi darurat,” jelas Alwan Rimosan, Senin.

Sistem Layanan Terpadu untuk Keselamatan Peserta

Rendukes, atau rencana dukungan kesehatan, menjadi kerangka acuan dalam mengoptimalkan pelayanan medis di seluruh lokasi acara. Sistem ini dirancang untuk mencakup kebutuhan peserta, pejabat pemerintah pusat, dan tamu undangan secara komprehensif. Lokasi utama seperti akomodasi kontingen, area perlombaan, serta tempat pertemuan telah dipersiapkan standar layanan kesehatan yang sama.

Alwan menekankan bahwa kesiapsiagaan 24 jam menjadi prioritas utama. Pos kesehatan di setiap lokasi akan didukung oleh tenaga medis yang siap memberikan respons cepat terhadap kondisi kritis. Selain itu, edukasi tentang kebersihan dan keamanan pangan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan.

“Setiap lokasi kegiatan memiliki standar yang seragam agar peserta mendapatkan layanan medis yang tepat dan cepat,” ujar Rimosan.

Kontrol dan Koordinasi Layanan Kesehatan

Pemerintah Papua Barat juga mengintegrasikan beberapa rumah sakit sebagai bagian dari sistem rujukan darurat. RSUP Papua Barat, RSAL dr Azhar Zahir, dan RS Bhayangkara menjadi unit layanan utama yang terhubung langsung dengan Posko Kesehatan Provinsi. Hal ini memastikan koordinasi yang baik antara pusat dan lokasi acara.

Dalam rangka memperkuat pengawasan kesehatan lingkungan, pihak Dinkes telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air, sanitasi, pengelolaan limbah, serta pengendalian vektor penyakit. Lokasi akomodasi seperti hotel dan asrama juga menjadi fokus pengawasan untuk mencegah risiko serangan jantung, stroke, dehidrasi, keracunan makanan, dan penyakit menular lainnya.

“Kesiapan jalur evakuasi dan sistem keamanan terhadap kebakaran juga dijaga secara intensif,” tambah Rimosan.

Komposisi dan Tugas Tim Kesehatan

Tim kesehatan bergerak (mobile health team) akan aktif sepanjang hari untuk memberikan layanan medis dasar, pemeriksaan kesehatan ringan, serta menyebarkan informasi kesehatan kepada peserta. Selain itu, tenaga kefarmasian ditempatkan di berbagai titik untuk memastikan kebutuhan obat dan alat kesehatan terpenuhi.

Persiapan ini mencakup penempatan nakes di hotel, penginapan, dan asrama yang menjadi tempat tinggal kontingen. Dengan sistem terpadu, peserta dapat segera mendapatkan bantuan jika mengalami gejala atau kondisi yang memerlukan intervensi medis. “Kita ingin memastikan setiap peserta merasa nyaman dan aman selama berada di Manokwari,” jelas Rimosan.

Jumlah Peserta dan Persiapan Tambah

Dikutip dari data panitia, jumlah peserta Pesparawi Nasional XIV mencapai 6.086 orang, terdiri dari 4.932 peserta lomba dan 1.154 official, pelatih, serta staf pendamping. Selain itu, sekitar 217 tamu VIP akan hadir, termasuk pejabat tinggi dan tokoh penting dari berbagai daerah. “Semua peserta dan tamu akan mendapat dukungan layanan kesehatan secara optimal,” pungkas Rimosan.

Posko Kesehatan Provinsi Papua Barat menjadi pusat koordinasi utama. Dari sini, semua unit layanan kesehatan seperti puskesmas, ambulans, dan tim di lokasi acara dapat berkomunikasi dan beroperasi secara terpadu. Sistem ini dirancang untuk memastikan respons darurat dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

Kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan telah diatur rapi. Rendukes tidak hanya memfokuskan pada pelayanan medis, tetapi juga mengantisipasi kondisi seperti infeksi saluran pernapasan akut, diare, serta cedera saat perlombaan. Selain itu, tim kesehatan juga terlibat dalam penegakan protokol kesehatan di seluruh area kegiatan.

Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat dianggap sebagai ujian nyata bagi sistem kesehatan daerah. Keberhasilan acara tidak hanya bergantung pada kelancaran perlombaan, tetapi juga pada kemampuan pihak terkait dalam menjaga kesehatan peserta. “Keselamatan dan kesehatan peserta adalah prioritas utama,” tegas Rimosan, menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya penyuksesan event nasional.

Penyusunan Rendukes melibatkan berbagai aspek seperti pengendalian vektor penyakit, pemeriksaan kualitas makanan, dan pengelolaan limbah. Seluruh lokasi akomodasi dan kegiatan akan diawasi secara berkala untuk memastikan standar kebersihan dan keselamatan lingkungan tetap terjaga. “Kita juga melakukan mitigasi risiko sejak awal, mulai dari persiapan hingga penegakan protokol selama acara,” jelas Rimosan.

Dengan kehadiran 156 nakes dan sistem Rendukes yang matang, Papua Barat menargetkan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV berjalan lancar dan aman. Pihak pemerintah mengharap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *