What Happened During: Grab jadi pemegang saham mayoritas di Superbank
Grab Perkuat Posisi sebagai Pemegang Saham Mayoritas Superbank
Pengumuman Pemilikan Saham Melalui Ekosistem Digital
What Happened During – Jakarta – Sebagai bagian dari strategi ekspansi digital, Grab telah secara resmi memperkuat dominasinya sebagai pemegang saham mayoritas di PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (IDX: SUPA). Kepemilikan saham yang mencapai lebih dari 50 persen ini terwujud melalui serangkaian transaksi yang dilakukan dalam lingkaran ekosistem Grab, termasuk pembelian saham oleh A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. pada bulan Mei 2026. Peningkatan kepemilikan ini menandai langkah strategis untuk mempercepat transformasi finansial digital di Indonesia.
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa dukungan dari Grab memungkinkan perusahaan menghadirkan solusi perbankan yang lebih relevan dan mudah diakses. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan ekosistem Grab membawa dampak positif bagi masyarakat luas, termasuk peningkatan kualitas layanan keuangan. “Dengan partisipasi Grab, kami dapat memberikan pengalaman digital yang lebih lancar, serta memastikan akses ke layanan keuangan menjadi lebih inklusif dan bermakna bagi miliaran pengguna,” kata Tigor.
Keberhasilan Grab dalam memperkuat kepemilikan saham juga didukung oleh pertumbuhan signifikan dalam transaksi keuangan. Menurut data yang diungkapkan, per April 2026, penyaluran kredit oleh Superbank meningkat hingga 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berasal dari integrasi yang lebih kuat dengan ekosistem Grab dan OVO, dua platform digital yang telah menjadi bagian integral dari layanan keuangan di Indonesia.
Salah satu faktor utama yang mempercepat pertumbuhan tersebut adalah produk Pinjaman Atur Sendiri yang tersedia langsung di aplikasi Grab dan OVO. Fitur ini memungkinkan pengguna memperoleh pembiayaan dengan proses yang lebih cepat, aman, dan fleksibel. “Kehadiran produk seperti ini membuka peluang bagi masyarakat yang membutuhkan dana secara mendesak, sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam menggunakan layanan keuangan digital,” jelas Tigor.
Menjelang akhir April 2026, Superbank juga mencatat kenaikan profitabilitas yang mengesankan. Dalam periode empat bulan terakhir, perusahaan membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp142 miliar, meningkat drastis sebesar 1.529 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan dampak positif dari sinergi antara Superbank dan ekosistem Grab, yang menurut Tigor, berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional serta kepuasan pelanggan.
Sementara itu, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyoroti peran Superbank dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat. “Posisi sebagai pemegang saham mayoritas menguatkan komitmen kami untuk menjadikan layanan keuangan digital sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan ekonomi dengan solusi yang mudah dijangkau,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan kepemilikan saham ini menunjukkan kepercayaan terhadap potensi jangka panjang Indonesia, khususnya dalam pengembangan sektor keuangan digital.
Grab dan Superbank berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi yang saling menguntungkan. Dalam wawancara terpisah, Neneng menjelaskan bahwa ekosistem digital yang dibangun Grab dapat menjadi pendorong utama dalam memperkuat layanan keuangan bagi Mitra Pengemudi, Mitra UMKM, pengguna aplikasi, serta masyarakat luas. “Kami ingin memastikan setiap individu dan usaha kecil dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi, tanpa batas akses atau hambatan teknis,” katanya.
Kolaborasi antara Grab dan Superbank juga diharapkan mendorong inovasi dalam produk dan layanan keuangan. Dengan adanya integrasi teknologi, Superbank berencana menghadirkan solusi yang lebih personalisasi, seperti pengaturan cicilan otomatis atau pembiayaan berdasarkan profil pengguna. “Fokus kami adalah menciptakan ekosistem yang menawarkan nilai tambah, baik dari segi kecepatan maupun keamanan,” tambah Neneng.
Tigor menyoroti bahwa ekosistem Grab bukan hanya memperkuat kemampuan Superbank dalam melayani pelanggan, tetapi juga menjadi strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Dengan menggabungkan kekuatan teknologi dan layanan keuangan, kami dapat memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern,” katanya.
Dalam jangka panjang, Sinergi antara kedua perusahaan diharapkan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas, terutama di daerah-daerah dengan akses internet yang terbatas. Tigor menyebutkan bahwa Superbank berkomitmen untuk memperluas jaringan layanan digital, termasuk integrasi dengan platform ekosistem lainnya. “Kami ingin memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari lokasi geografisnya, dapat merasakan manfaat dari layanan keuangan yang inovatif,” tegasnya.
Grab, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara, telah menjadi pionir dalam membangun ekosistem keuangan digital. Peningkatan kepemilikan saham di Superbank menunjukkan bahwa perusahaan berupaya memperkuat kehadiran di sektor perbankan, yang merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi digital. Neneng menyebutkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Grab untuk menjadi platform utama yang menghubungkan berbagai aspek kehidupan ekonomi masyarakat.
Menurut analis pasar, pengambilalihan saham oleh Grab dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan penetrasi layanan keuangan digital di Indonesia. Dengan akses yang lebih luas dan pengalaman pengguna yang lebih baik, Superbank diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi digital nasional. Tigor menegaskan bahwa kolaborasi ini akan terus dijalankan untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat keberhasilan sinergi tersebut, Superbank berencana memperluas layanan keuangan melalui inovasi produk yang lebih beragam. Contohnya, layanan transaksi keuangan berbasis AI atau penggunaan data pengguna untuk menawarkan solusi pembiayaan yang lebih tepat sasaran. “Kami ingin membuat setiap transaksi digital menjadi lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan,” kata Tigor.
Neneng juga menambahkan bahwa peningkatan kepemilikan saham ini menjadi bukti komitmen Grab untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif. Dengan menggabungkan kekuatan teknologi dan jaringan bisnis, Superbank diharapkan dapat memenuhi kebutuhan berbagai kalangan, mulai dari usaha kecil hingga masyarakat umum. “Kami yakin, integrasi dengan ekosistem Grab akan mempercepat proses digitalisasi sektor keuangan di Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Dengan kualitas layanan yang lebih baik dan kemudahan akses, Superbank ingin menjadi pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan layanan perbankan modern. Tigor menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat dari aspek kuantitatif, tetapi juga kualitatif, seperti peningkatan kepuasan pelanggan dan keterlibatan masyarakat dalam proses pertumbuhan ekonomi.