Meeting Results: Pemkot pastikan penetapan pengelola Bandung Zoo berjalan transparan
Pemkot pastikan penetapan pengelola Bandung Zoo berjalan transparan
Meeting Results – Kota Bandung, Rabu – Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa proses pemenangan pengelola baru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) akan dijalankan secara terbuka dan adil. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa keputusan akhir tidak akan diambil secara sembarangan, melainkan melalui mekanisme yang melibatkan pihak terkait. Menurutnya, pihak Kementerian Kehutanan terlibat dalam pengambilan keputusan karena kebun binatang memiliki keterkaitan langsung dengan aspek konservasi dan perlindungan hewan.
Transparansi sebagai prioritas
Farhan menegaskan bahwa proses pemilihan pengelola baru harus menghindari penunjukan langsung. “Kami tidak ingin ada kesan campur tangan atau ketidakadilan dalam pemilihan, jadi semua tahapan dilakukan secara transparan,” ujarnya. Ia menambahkan, tiga kandidat yang lolos seleksi awal akan dinilai berdasarkan berbagai kriteria yang telah ditentukan. “Setiap pihak yang mengajukan diri harus menunjukkan kompetensi dan rencana yang jelas untuk menjalankan tugas mengelola Bandung Zoo,” tutur Farhan.
“Dari tiga peserta tersebut harus dipilih satu, dan pemilihannya tidak bisa dilakukan sendirian. Harus bersama kementerian karena izin konservasi dan izin terkait satwa yang dilindungi berada di bawah kewenangan kementerian,”
Menurut Farhan, kerja sama dengan Kementerian Kehutanan juga penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan yang sejalan dengan prinsip konservasi. “Kami akan berkoordinasi dengan lembaga tersebut guna mempercepat proses keputusan akhir, tapi semua pilihan tetap didasarkan pada keputusan yang objektif,” jelasnya. Ia menekankan bahwa transparansi menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan Bandung Zoo yang baru.
Kriteria evaluasi yang ketat
Farhan menjelaskan bahwa evaluasi terhadap kandidat pengelola tidak hanya melibatkan aspek finansial, tapi juga kemampuan dalam memelihara satwa, serta kontribusi sosial dan budaya. “Pemilihan bukan hanya tentang dana, tapi juga kemampuan mengelola lingkungan, kebersihan, serta keselamatan pengunjung,” katanya. Salah satu syarat penting yang menjadi perhatian dalam pemilihan adalah kesiapan finansial. Pemenang tender, kata Farhan, harus membayar kontribusi tetap sebesar Rp4,3 miliar di awal.
“Begitu tanda tangan PKS, mereka harus langsung membayar kontribusi tetap sebesar Rp4,3 miliar. Setelah itu mereka langsung bertanggung jawab terhadap pakan satwa dan seluruh operasional,”
Proses ini dilakukan agar lembaga konservasi yang terpilih memiliki dana yang cukup untuk mengembangkan operasional Bandung Zoo. “Ini bagian dari investasi yang harus mereka lakukan. Secara bisnis dan finansial, lembaga konservasi yang mengelola harus memiliki kemampuan yang sangat kuat,” ujarnya. Farhan juga mengungkapkan bahwa pengelola baru akan bertugas menghidupkan kembali fungsi kebun binatang tersebut, termasuk menjamin kenyamanan pengunjung dan keberlanjutan konservasi satwa.
Masa transisi untuk pekerja
Pemkot Bandung masih memberikan dukungan kepada karyawan hingga 25 Juni mendatang. “Meski pengelolaan baru mulai beroperasi, kami tetap menanggung biaya gaji mereka sebagai bagian dari masa transisi,” kata Farhan. Ia menjelaskan bahwa masa transisi ini diperlukan agar tidak ada gangguan dalam pelayanan kepada masyarakat selama peralihan.
Kebun Binatang Bandung telah tutup selama sekitar enam bulan akibat situasi tertentu, yang berdampak signifikan pada operasional harian dan kondisi ekosistem di dalam area konservasi. “Pemulihan operasional membutuhkan kepastian dana dan kebijakan yang stabil, jadi lembaga konservasi yang terpilih harus mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik,” tambahnya. Farhan menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memperhatikan kemampuan manajerial, tetapi juga komitmen terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
Kondisi Bandung Zoo yang berubah
Kebun Binatang Bandung yang sebelumnya menjadi tempat rekreasi dan edukasi bagi warga kota kini menghadapi tantangan berat. Farhan menyebut bahwa selama penutupan, beberapa satwa harus dipindahkan ke tempat penampungan sementara, dan infrastruktur di dalam kawasan juga membutuhkan perbaikan. “Dengan peralihan pengelolaan, kami harap semua aspek ini bisa dipulihkan secara bertahap,” ujarnya.
Menurut Farhan, keberhasilan revitalisasi Bandung Zoo bergantung pada kemampuan finansial dan manajemen pengelola yang baru. “Selain itu, mereka juga harus mampu memperkenalkan inovasi dan program edukasi yang lebih menarik bagi pengunjung,” katanya. Ia menambahkan bahwa selama masa transisi, Pemkot Bandung akan terus memantau kemajuan pihak yang mengelola dan memastikan tidak ada kesalahan dalam implementasi.
Keputusan akhir menunggu izin
Pemkot Bandung masih menunggu persetujuan Kementerian Kehutanan sebelum mengumumkan nama pengelola yang akan bertugas. “Kami akan segera mengumumkan pemenang tender setelah penandatanganan dilakukan,” kata Farhan. Ia menegaskan bahwa pengumuman tersebut akan diumumkan secara resmi, baik melalui media massa maupun langsung kepada masyarakat.
Farhan juga mengingatkan bahwa pengelola yang terpilih harus mampu memenuhi target peningkatan kunjungan dan kesejahteraan satwa. “Kami mengharapkan mereka bisa membawa perubahan positif dan memastikan Bandung Zoo kembali menjadi tempat yang nyaman dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya. Proses ini dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga eksistensi Bandung Zoo sebagai salah satu ikon wisata kota Bandung.
Dengan transparansi dan kerja sama yang baik, Farhan yakin bahwa pihak pengelola baru akan mampu menjalankan tugas dengan baik. “Kami percaya bahwa lembaga konservasi yang kuat dan berkompeten akan menjadi solusi terbaik untuk menyelamatkan dan mengembangkan Bandung Zoo,” pungkasnya. Proses ini diharapkan selesai sebelum akhir tahun, sehingga kawasan tersebut bisa kembali beroperasi penuh untuk menyambut pengunjung.