Latest Program: Basarnas Ambon libatkan KP Polairud cari delapan penumpang speedboat
Latest Program: Basarnas Ambon Libatkan KP Polairud Cari 8 Penumpang Speedboat
Latest Program – Dalam rangka Latest Program, Basarnas Ambon memulai operasi pencarian delapan penumpang speedboat yang terjebak di Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya. Kejadian ini terjadi setelah kapal kecil tenggelam akibat kondisi cuaca ekstrem, mengakibatkan kehilangan 10 penumpang. Koordinasi dengan Kapal Patroli (KP) Polairud Polda Maluku menjadi fokus utama untuk mempercepat pencarian korban. Tim SAR gabungan terus berupaya memanfaatkan sumber daya terbaik dalam upaya penyelamatan ini.
Koordinasi Tim SAR dan KP Polairud
Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan bahwa pencaharian dilakukan dengan memadukan kekuatan dari Pos SAR Saumlaki dan KP Polairud. “Koordinasi telah dimulai sejak pukul 08:00 WIT, sehingga tim SAR bisa langsung bergerak ke lokasi kejadian,” jelas Arafah. Lokasi kejadian berada di sekitar koordinat LKK 7°39’2.95″S, 129°38’27.61″E, sekitar 264 mil laut (NM) dari BRIN Ambon. Dengan bantuan KP Polairud, operasi bisa dilakukan lebih efektif meski jarak dan cuaca menjadi tantangan.
“Kami memastikan KP Polairud Polda Maluku bisa turut serta dalam operasi pencarian karena kemampuan kapal tersebut untuk bertahan di kondisi laut yang tidak menentu,” tambah Arafah.
Sebagai bagian dari Latest Program ini, Basarnas Ambon mengoptimalkan peran elemen penyelamat dari berbagai sumber. Selain Pos SAR Saumlaki, KP Polairud juga mendukung dalam menjangkau area yang sulit diakses. “Kansar Ambon tetap berkoordinasi dengan Camat Babar Barat dan Kapolsek Tepa untuk memastikan pencarian berjalan terus-menerus,” lanjutnya.
Detik-detik Kecelakaan Speedboat
Speedboat yang terlibat kecelakaan berangkat dari Desa Sinairusi menuju Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar, MBD, pada Kamis, 11 Juni. Saat mencapai Perairan Pulau Dai, kapal tersebut terkena gelombang tinggi dan angin kencang, menyebabkan tenggelam. Dari 10 penumpang, dua orang berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke desa setelah berenang beberapa jam. Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42) meminta bantuan warga, tetapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban lain.
“Saat ini, Basarnas Ambon sedang mengejar titik terjauh dalam operasi pencarian, termasuk mengembangkan strategi dalam rangka Latest Program ini,” kata Arafah.
Kelompok SAR terus melakukan pencarian di hari pertama, menggunakan Kapal Kargo KM. Teifelin untuk memantau kondisi cuaca. Namun, operasi tersebut belum menghasilkan korban yang ditemukan. Dengan keberadaan KP Polairud, harapan untuk menemukan delapan penumpang hilang semakin besar, meski tantangan masih besar.
Kemajuan dan Tantangan dalam Pencarian
Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan berupaya memperluas area penyelaman dengan bantuan perahu dan longboat warga. Arafah menjelaskan bahwa rencana ini merupakan bagian dari strategi Latest Program untuk memaksimalkan cakupan pencarian. “Kami terus berupaya menjelajah wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi terjebak korban,” tuturnya.
“Kapal patroli KP Polairud Polda Maluku memiliki kemampuan unggul dalam kondisi cuaca buruk, sehingga bisa membantu menstabilkan operasi di tengah tantangan ekstrem,” pungkas Arafah.
Kondisi cuaca di Perairan Pulau Dai masih menjadi hambatan utama. Gelombang mencapai ketinggian 3-4 meter, dengan arah angin tidak menentu. Koordinasi dengan KP Polairud memungkinkan tim SAR bergerak lebih cepat dan akurat. Selain itu, keberhasilan pencarian hari ketiga diharapkan dapat mengakhiri kondisi tidak menentu ini dalam rangka Latest Program.
Penjelasan lebih Lanjut tentang Kecelakaan
Speedboat yang tenggelam terdaftar sebagai kapal kecil dengan kapasitas 10 penumpang. Dua orang berhasil menyelamatkan diri setelah berenang selama 6-8 jam. Sementara delapan penumpang lainnya masih dalam pencarian. Kepala BPBD MBD, Jemmy Lico, menegaskan bahwa kecelakaan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan transportasi laut.
“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada koordinasi antara Basarnas Ambon dan KP Polairud dalam rangka Latest Program,” kata Lico.
Basarnas Ambon mengungkapkan bahwa operasi pencarian akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. “Kami yakin dengan partisipasi KP Polairud, upaya menemukan delapan penumpang hilang akan semakin optimal,” jelas Arafah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Latest Program untuk meningkatkan respons darurat di wilayah perairan sulit diakses.