Latest Program: UMSU jalin kerja sama internasional dengan UniSZA Malaysia

UMSU dan UniSZA Teken Kerja Sama Internasional untuk Perkuat Pendidikan dan Penelitian

Latest Program – Kamis, Medan — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia melangsungkan kerja sama internasional yang diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Upacara penandatanganan dilakukan di Kampung Gong Badak, 21300, Terengganu, Malaysia, oleh Rektor UMSU Prof Akrim dan Wakil Rektor UniSZA Prof Fadzli bin Adam. Kemitraan ini bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Program Kolaboratif untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

Prof Akrim mengungkapkan bahwa MoU ini bukan hanya simbolis, tetapi akan menjadi dasar untuk mendorong berbagai program kerja sama yang berdampak nyata. “Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas jaringan internasional serta menghasilkan inovasi pendidikan tinggi yang relevan,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Kamis. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini akan fokus pada pengembangan Ilmu Falak, bidang yang dianggap menjadi keunggulan kedua institusi.

“Kita juga akan melaksanakan International Conference on Ilmu Falak pada tahun ini,” tambah Wakil Rektor UniSZA, Prof Fadzli bin Adam. Konferensi tersebut dirancang sebagai wadah untuk pertukaran gagasan dan pengalaman antar akademisi. Ia menambahkan bahwa MoU ini akan dijalankan secara terpadu, tidak hanya dalam akademik tetapi juga di bidang kegiatan non-akademik seperti pelatihan kepemimpinan dan program mobilitas.

Kerja sama antara UMSU dan UniSZA meliputi tiga aspek utama. Pertama, pengembangan penelitian Ilmu Falak yang memiliki kaitan erat dengan teknologi dan astronomi modern. Kedua, pembentukan program pelatihan kepemimpinan perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi pengelola akademik. Ketiga, pertukaran mahasiswa dan tenaga kependidikan non-akademik guna memperkaya pengalaman belajar serta penguasaan keterampilan. “Program ini akan membuka peluang baru bagi civitas akademika kedua universitas,” kata Prof Fadzli.

Kolaborasi sebagai Jalan untuk Memperkuat Jejaring Global

Kerja sama ini juga bertujuan membangun hubungan bilateral yang lebih erat, yang diharapkan bisa menjadi model kerja sama antar universitas di Asia Tenggara. Prof Akrim menjelaskan bahwa MoU akan menjadi acuan untuk menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan program pendidikan bersama, seperti sertifikasi keterampilan, penelitian lintas batas, dan publikasi ilmiah yang bersifat internasional. “Selain itu, kerja sama ini juga bisa mendukung penerapan pengetahuan Ilmu Falak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Ilmu Falak, yang menjadi fokus utama kerja sama, memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi astronomi dan pemahaman tentang pergerakan langit. Di UMSU, bidang ini telah dikembangkan melalui program magister dan doktor yang diminati oleh para peneliti lokal. Sementara di UniSZA, institusi tersebut terkenal karena memiliki fasilitas observatorium dan pusat penelitian yang mutakhir. Kedua universitas berharap melalui MoU ini, Ilmu Falak bisa menjadi jembatan untuk menggabungkan pengetahuan tradisional dengan pendekatan ilmiah kontemporer.

Kegiatan Non-Akademik sebagai Bagian dari Kerja Sama

Prof Fadzli bin Adam menambahkan bahwa selain penelitian, kerja sama ini juga mencakup kegiatan non-akademik seperti pelatihan kepemimpinan dan program mobilitas. “Pelatihan kepemimpinan akan dilakukan secara berkala untuk membangun kompetensi pengelolaan universitas,” katanya. Program mobilitas mahasiswa dan staf non-akademik diharapkan bisa memperluas wawasan serta keterampilan di bidang manajemen pendidikan. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik di tingkat akademik maupun profesional.

Kolaborasi antara UMSU dan UniSZA akan diawali dengan penyelenggaraan konferensi ilmu Falak internasional pada tahun ini. Acara tersebut diharapkan mampu menarik partisipasi dari para pakar di seluruh dunia dan menjadi wadah untuk diskusi tentang perkembangan bidang ini. Selain itu, MoU ini juga membuka peluang bagi para mahasiswa untuk melakukan pertukaran program studi, seperti magang atau pendidikan bersama di luar negeri.

Strategi untuk Mendorong Inovasi Pendidikan

Menurut Prof Akrim, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia. “Kita perlu membangun sistem pendidikan yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan dunia saat ini,” tuturnya. Ia menyoroti pentingnya penggunaan teknologi dan pendekatan internasional dalam merancang kurikulum serta metode pengajaran. Dengan adanya kerja sama ini, UMSU bisa memperoleh pengalaman mengelola program pendidikan dari UniSZA, yang memiliki reputasi baik di bidang ilmu pengetahuan terapan.

Kerja sama antara dua universitas ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring keahlian dan membangun kerja sama dalam penelitian lintas batas. “Program penelitian bersama akan menjadi sarana untuk menghasilkan karya yang dapat dipakai oleh masyarakat luas,” kata Prof Fadzli. Ia menjelaskan bahwa proyek ini akan mencakup penerapan teknologi modern dalam Ilmu Falak, seperti penggunaan software astronomi dan pemantauan fenomena alam secara lebih akurat.

Peluang untuk Masa Depan Pendidikan Tinggi

Proses penyelenggaraan MoU ini dianggap sebagai awal dari perubahan yang lebih luas dalam pendidikan tinggi kedua negara. “Kita perlu menjadikan kerja sama ini sebagai langkah awal menuju keberlanjutan dalam pengembangan pendidikan di Asia Tenggara,” kata Prof Akrim. Ia menambahkan bahwa hal ini juga akan membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengikuti program yang lebih beragam, baik dalam penelitian maupun pembelajaran langsung di luar negeri.

Dalam jangka panjang, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi serta memperkaya pengalaman akademik para civitas akademika. “Ini bukan hanya tentang pertukaran mahasiswa, tetapi juga tentang pertukaran ide dan pengembangan inovasi pendidikan bersama,” ujar Prof Fadzli. Pihaknya optimistis bahwa kerja sama ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk kolaborasi di masa depan, termasuk pertukaran dosen dan pengembangan program pascasarjana bersama.

UMSU dan UniSZA telah menyepakati bahwa MoU ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya. Selain itu, kerja sama juga akan melibatkan komunitas lokal di Malaysia dan Indonesia sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa manfaat dari kerja sama ini bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” tegas Prof Akrim. Dengan demikian, upaya ini tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada penerapan pengetahuan untuk kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari upaya kolaborasi, UniSZA berencana mengundang UMSU untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan perguruan tinggi bersama. “Program ini bisa menjadi pengalaman yang berharga untuk mengelola institusi pendidikan di Indonesia,” kata Prof Fadzli. Ia menekankan bahwa pertukaran ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka jalan untuk kolaborasi di bidang lain seperti pengembangan teknologi pendidikan dan penerapan program beasiswa bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *