Key Issue: Riwayat genetik hingga gaya hidup jadi faktor risiko stroke

Riwayat Genetik dan Gaya Hidup Tidak Sehat Menjadi Penyebab Utama Stroke

Key Issue – Jakarta, Jumat – Profesi dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), memberikan penjelasan mengenai penyebab stroke yang terkait dengan kondisi pembuluh darah dan gaya hidup seseorang. Menurutnya, stroke adalah kondisi vaskular yang memengaruhi aliran darah ke otak, sehingga masalah pada sistem pembuluh darah menjadi faktor utama yang berpotensi memicu kejadian stroke. “Dalam hal ini, berbagai faktor risiko, baik yang bisa dikontrol maupun tidak, ikut berperan. Contohnya ada hipertensi, diabetes, penyakit jantung, serta faktor genetik dari keluarga,” jelas Sena, sapaan akrabnya, saat memberi wawancara kepada ANTARA.

Faktor Risiko yang Tidak Bisa Dikontrol

Menurut Sena, riwayat genetik menjadi salah satu hal yang tidak bisa diubah. Jika anggota keluarga, terutama orang tua, pernah mengalami stroke, risiko untuk keturunan mereka meningkat. “Studi terdahulu menunjukkan bahwa faktor keluarga bisa menambah kemungkinan seseorang mengalami stroke hingga 20-an persen. Artinya, jika seseorang memiliki riwayat keluarga yang mengalami stroke, mereka harus lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya,” tuturnya. Faktor ini kerap menjadi alasan penting mengapa deteksi dini sangat dibutuhkan, terutama bagi keluarga yang memiliki sejarah penyakit serupa.

“Dan itu menunjukkan bahwa ketika ada orang tua yang mengalami stroke, maka penting sekali untuk keturunannya, anak-anaknya itu, untuk menjaga pola hidupnya, mendeteksi dini faktor risikonya,” ujar Sena.

Selain faktor genetik, Sena juga menyoroti kelainan struktur pembuluh darah dan kekentalan darah sebagai pemicu stroke. “Misalnya, jika seseorang memiliki kecenderungan pembuluh darah yang rapuh atau kondisi kekentalan darah yang berlebihan, ini bisa meningkatkan tekanan pada pembuluh darah, sehingga memicu kejadian stroke,” tambahnya. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi individu yang memiliki risiko tinggi.

Kenaikan Kasus Stroke dan Perubahan Kesadaran Masyarakat

Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Sena mengamati bahwa kasus stroke semakin meningkat. “Saya masih ingat ketika dulu, mungkin pernah ada slogan seperti ‘satu dari enam’ orang akan mengalami stroke. Tapi sekarang, angkanya bahkan bisa mencapai ‘satu dari empat’, artinya semakin banyak orang yang terkena,” katanya. Kenaikan ini, menurut Sena, berhubungan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kesadaran diri untuk memeriksakan kondisi tubuh sebelum memburuk.

Perubahan kebiasaan hidup, seperti peningkatan konsumsi makanan olahan dan kurangnya aktivitas fisik, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan angka stroke. “Dengan berkembangnya teknologi, masyarakat kini lebih sering duduk dan sedikit bergerak. Ini berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah,” jelas Sena. Hal ini disebabkan oleh pergeseran pola makan dari makanan alami ke makanan yang diproses secara intensif, serta penggunaan teknologi yang memudahkan kehidupan sehari-hari.

Peran Teknologi dan Gaya Hidup Modern

Sena menyoroti bahwa perubahan gaya hidup modern juga memperbesar risiko stroke. “Sedikitnya waktu untuk berolahraga, kebiasaan merokok, dan konsumsi makanan tidak sehat seperti makanan cepat saji, semua bisa memperparah kondisi vaskular,” katanya. Selain itu, ia menambahkan bahwa tekanan sosial yang tinggi akibat penggunaan media sosial juga berkontribusi pada peningkatan stres, yang dikenal sebagai faktor risiko tersembunyi.

Stres yang terus-menerus, terutama dari penggunaan media sosial, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. “Kurangnya tidur, kelelahan, dan kecemasan akibat paparan informasi berlebihan bisa memicu peningkatan tekanan darah dan kolesterol,” tambah Sena. Perubahan ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran masyarakat tentang kesehatan meningkat, pola hidup yang tidak sehat tetap menjadi tantangan serius.

Strategi Pencegahan dan Pentingnya Deteksi Dini

Dalam wawancara, Sena menekankan bahwa pencegahan lebih efektif daripada penanganan setelah terjadi. “Orang yang mengalami stroke harus ditangani secara komprehensif, termasuk perbaikan gaya hidup mereka. Jika ada riwayat penyakit vaskular, maka kebiasaan sehat harus diterapkan sejak dini,” katanya. Ini mencakup pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pengelolaan stres.

Sena juga menegaskan bahwa kesadaran akan pentingnya deteksi dini adalah kunci untuk mengurangi risiko stroke. “Masyarakat kini lebih memahami bahwa faktor seperti hipertensi atau diabetes bisa memicu kejadian stroke, sehingga lebih banyak orang melakukan pemeriksaan rutin. Namun, perlu diingat bahwa faktor genetik dan lingkungan juga harus diperhatikan,” katanya. Ia menambahkan bahwa perubahan lingkungan, seperti polusi udara atau paparan bahan kimia, juga bisa memperparah kondisi pembuluh darah.

Perkembangan zaman, lanjut Sena, memicu pergeseran dalam pola makan dan aktivitas. “Makanan olahan yang mengandung gula dan lemak berlebihan menjadi lebih populer, sedangkan makanan alami seperti buah atau sayuran sering diabaikan. Selain itu, penggunaan kendaraan bermotor dan teknologi digital menyebabkan kurangnya gerak, yang berdampak pada kebugaran tubuh,” jelasnya. Ia menyarankan bahwa masyarakat harus kembali ke kebiasaan hidup yang lebih sehat, seperti berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari.

Dengan adanya kesadaran yang meningkat, Sena berharap masyarakat lebih proaktif dalam mencegah stroke. “Meskipun angka kasus meningkat, kita masih punya peluang untuk mengurangi risiko ini dengan perubahan yang konsisten. Dari pemeriksaan rutin hingga penyesuaian pola hidup, semua bisa memperkecil kemungkinan seseorang mengalami stroke,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa pendekatan holistik, baik dalam bidang medis maupun kehidupan sehari-hari, adalah solusi paling efektif untuk mengatasi masalah vaskular yang sering kali berdampak pada kesehatan otak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *