Announced: TVRI pastikan dapat hak siar FIFA sesuai mekanisme yang berlaku

TVRI Konfirmasi Memperoleh Hak Siar FIFA Sesuai Aturan yang Berlaku

Announced – Di Jakarta, Direktur Utama Televisi Republik Indonesia (TVRI) Fiki Satari memberikan pernyataan resmi mengenai pengurusan hak siar Piala Dunia FIFA. Ia menyatakan bahwa TVRI telah memastikan memperoleh hak siar tersebut dalam rangkaian prosedur yang sesuai dengan regulasi dan aturan yang berlaku. Proses ini melibatkan evaluasi kebutuhan, pemeriksaan dokumen pendukung, serta komunikasi intensif dengan berbagai divisi teknis, termasuk unit hukum, keuangan, dan pengawasan. Selain itu, seluruh tahapan juga dilakukan secara transparan sesuai mekanisme anggaran negara. “Semua langkah pembayaran telah sesuai dengan ketentuan kontrak dan sistem pengelolaan anggaran yang diterapkan oleh pemerintah,” jelas Fiki.

Sebagai bagian dari komitmen TVRI, setiap aktivitas terkait hak siar dijelaskan secara rinci agar masyarakat memahami bahwa proses ini tidak hanya berjalan efisien, tetapi juga mematuhi prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik. Fiki menegaskan bahwa jumlah dana yang dikeluarkan oleh negara sesuai dengan nilai kontrak yang disepakati bersama FIFA. Ini mencerminkan bahwa TVRI memegang tanggung jawab penuh dalam mengelola dana tersebut secara optimal.

“Proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara. Besaran yang dikeluarkan oleh negara sama dengan nilai kontrak yang dibayarkan kepada FIFA. TVRI memastikan setiap tahapan memperhatikan prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik,” kata Fiki Satari.

Dalam menjelaskan penyiaran, Fiki menggarisbawahi bahwa setiap negara memiliki struktur hak siar yang berbeda. Hal ini mencakup jumlah turnamen yang disiarkan, cakupan platform penyiaran, serta paket distribusi yang diberlakukan. Karena itu, perbandingan nilai hak siar antarnegara perlu dilakukan dengan data resmi yang telah divalidasi. “Untuk memastikan keakuratan informasi, kami menggunakan data yang telah dikonfirmasi langsung oleh FIFA atau pihak berwenang,” tambahnya.

“Kami memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik selalu memperhatikan batasan informasi kontraktual. Rincian kontrak kerja sama dengan FIFA terikat dengan ketentuan kerahasiaan dalam perjanjian,” tutur Fiki.

Konfirmasi ini juga menunjukkan apresiasi TVRI terhadap masukan dari berbagai pihak. Menurut Fiki, berbagai saran yang masuk menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kualitas siaran olahraga. “Kami menyambut masukan yang diberikan, karena hal ini membantu kami meningkatkan penyiaran agar lebih baik lagi,” ungkapnya. Pemegang hak siar TVRI berkomitmen untuk menyajikan siaran yang tidak hanya luas dan resmi, tetapi juga berkualitas, sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 secara optimal.

Dalam konteks persiapan Piala Dunia 2026, TVRI menjadi salah satu penyiar resmi yang akan menayangkan laga-laga penting. Turnamen tersebut akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan 16 kota sebagai tempat penyelenggaraan. Kota-kota yang terlibat antara lain Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dengan adanya hak siar ini, masyarakat Indonesia tidak hanya dapat menonton melalui platform resmi, tetapi juga mendapat akses yang lebih luas dan memadai.

Untuk menyebarkan siaran Piala Dunia 2026, TVRI menggunakan tiga medium resmi. Pertama, siaran free-to-air terestrial melalui TVRI, yang menjangkau masyarakat secara langsung tanpa memerlukan biaya tambahan. Kedua, layanan OTT (Over-The-Top) melalui Folaplay dan MAXStream, yang memungkinkan pengguna menonton siaran di berbagai perangkat digital. Ketiga, layanan DTH (Direct-To-Home) yang diberikan oleh Transvision, K-Vision, dan Indovision, yang memastikan akses siaran melalui saluran khusus.

Adanya tiga platform ini memberikan keleluasaan bagi penonton Indonesia untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan akses mereka. Fiki Satari menegaskan bahwa penggunaan platform yang beragam membantu menjangkau lebih banyak penonton, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas penyiaran modern. “Kami yakin, siaran Piala Dunia 2026 ini dapat memberikan kegembiraan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat eksposur olahraga internasional di Tanah Air,” tambahnya.

TVRI juga menjelaskan bahwa hak siar yang diperoleh tidak hanya memperkuat hubungan dengan FIFA, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan industri penyiaran di Indonesia. Proses pemilihan TVRI sebagai penyiar resmi melibatkan evaluasi yang ketat, termasuk pertimbangan kelayakan teknis, kapasitas produksi, dan kehandalan dalam mengelola siaran olahraga. “Setiap tahapan dipastikan transparan dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan,” jelas Fiki.

Dengan adanya hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berharap dapat meningkatkan kualitas konten yang disajikan kepada penonton. Selain itu, siaran ini juga menjadi momen penting untuk memperkenalkan kemajuan teknologi dan layanan yang tersedia di Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa TVRI mampu memberikan pengalaman menonton yang lebih baik, baik melalui siaran langsung maupun layanan digital,” kata Fiki. Proses ini diperkirakan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja TVRI dalam mengelola hak siar FIFA.

Kelengkapan cakupan siaran serta kesesuaian dengan standar internasional akan menjadi fokus utama TVRI. Direktur Utama tersebut juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah dan pemegang hak siar lainnya. “Kolaborasi yang baik antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penyiaran, dan kami bersyukur atas dukungan yang diberikan,” ujar Fiki. Harapan besar dibawa TVRI untuk menampilkan pertandingan Piala Dunia 2026 dengan memadukan teknologi terkini dan keahlian produksi yang mumpuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *