Key Discussion: Imigrasi RI-Australia bahas penguatan keamanan kawasan
Penguatan Keamanan Kawasan: Kerja Sama Indonesia-Australia dalam Konsensus Kemitraan
Key Discussion menjadi tema utama dalam pertemuan penting antara Direktorat Jenderal Imigrasi (DGICM) Indonesia dan Australia yang diadakan di Siem Reap, Kamboja, pada 22-25 Juni 2026. Forum ini, yang dipimpin bersama oleh Hendarsam Marantoko, Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia, dan Damien Kilner, First Assistant Secretary (Immigration) dari Departemen Dalam Negeri Australia, membahas langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan kawasan melalui kerja sama yang lebih erat antar negara anggota ASEAN dan mitra Australia. Key Discussion ini bertujuan untuk menghasilkan strategi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika kebatasan dan ancaman transnasional yang berkembang pesat.
Pertemuan Strategis untuk Menghadapi Dinamika Perbatasan
Menurut Hendarsam, forum ini menjadi key discussion penting untuk memperkuat kemitraan ASEAN-Australia. “Kami berharap pertemuan ini menjadi arah baru kerja sama kawasan yang lebih solid, dengan fokus pada sinergi informasi dan koordinasi antar negara,” kata Hendarsam dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Dalam key discussion ini, para peserta menyoroti perubahan yang terjadi di sektor keimigrasian, termasuk tantangan dalam mengelola migrasi tidak teratur, perdagangan orang, penyelundupan manusia, dan kejahatan transnasional seperti penipuan daring.
“Kerja sama antara Indonesia dan Australia menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas kawasan,” tambah Hendarsam. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga membahas standardisasi operasional di front keimigrasian untuk memastikan pengelolaan perbatasan yang lebih efektif dan transparan.
Selama key discussion, beberapa topik utama dianalisis, seperti pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk modernisasi layanan keimigrasian. Hendarsam menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas penyaringan di pintu perbatasan serta meningkatkan keamanan data yang berkelanjutan. Pertemuan ini juga melahirkan kesepakatan untuk melanjutkan key discussion dalam program kerja strategis ASEAN-Australia periode 2026–2027.
Langkah Kemitraan untuk Penguatan Kapasitas Regional
Dalam key discussion, kerja sama teknologi dan data menjadi fokus utama. Singapura dan Australia, misalnya, menginisiasi area kerja sama baru untuk mengatasi ancaman kejahatan digital yang semakin rumit. “Teknologi ini akan membantu mempercepat proses keimigrasian dan memperkuat keamanan di kawasan,” jelas Hendarsam. Sebagai bagian dari key discussion, program kerja seperti Cyber Resilience Programme yang akan diadakan di Indonesia pada Agustus 2026 juga menjadi prioritas.
“Penguatan kapasitas keimigrasian melalui key discussion ini sangat relevan untuk menangani isu-isu yang terus berkembang,” tambah Hendarsam. Ia menambahkan bahwa inisiatif seperti train-the-trainer akan membantu petugas di tingkat frontline menghadapi risiko siber dan transnasional secara lebih baik.
Kemitraan antara Indonesia dan Australia juga mencakup program-program seperti Border Control Agency Management Programme (BCAMP) di Vietnam, Investigative Interviewing Programme di Filipina, serta Document Examination and Facial Comparison Training di Malaysia. Key Discussion ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk mengembangkan kebijakan yang berkelanjutan, terutama dalam menciptakan interoperabilitas data keimigrasian dan meningkatkan kepercayaan mutual antar pihak. Di akhir pertemuan, Hendarsam menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah The 22nd DGICM + Australia Consultation pada 2027.
Sebagai bagian dari key discussion, Indonesia mengusulkan kebijakan yang berfokus pada keamanan siber, fasilitas perbatasan, dan koordinasi antar negara. Dalam key discussion ini, Indonesia juga memastikan bahwa seluruh delegasi diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam agenda prioritas keimigrasian. “Kami berharap key discussion ini menjadi dasar kerja sama yang lebih baik di masa depan,” pungkas Hendarsam. Persiapan untuk The 22nd DGICM + Australia Consultation yang akan digelar di Bali segera dimulai, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur dan program yang lebih inovatif.
Dengan key discussion yang dilaksanakan dalam rangkaian The 29th DGICM, pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi dinamika global yang memengaruhi kawasan Asia Tenggara. Misi utama dari key discussion adalah menciptakan sistem yang tangguh dan terintegrasi, serta mendorong partisipasi aktif negara-negara anggota ASEAN dalam kebijakan keimigrasian yang berkelanjutan. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk keberlanjutan kemitraan di masa depan.