Dricus bidik juara kelas menengah UFC Strickland seusai hajar Kamaru

4 days ago  ·  3 min read
By Linda Hernandez - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1784444110-c8b37a847b

Dricus du Plessis Menatap Sabuk Juara Strickland Pasca Kemenangan Telak atas Usman

Pemandanganindah.com – Jakarta – Setelah tampil gemilang mengalahkan Kamaru Usman dalam laga utama UFC Oklahoma City, Dricus du Plessis secara tegas menyatakan ambisinya untuk merebut kembali sabuk juara kelas menengah dari Sean Strickland. Petarung asal Afrika Selatan ini merasa telah menemukan kembali momentum positifnya dan siap menantang posisi teratas divisi 83,9 kilogram. Kemenangan atas Usman menjadi katalisator bagi petarung berusia 30 tahun ini untuk kembali ke puncak hierarki kelas menengah.

“Saya sudah kembali ke zona kemenangan. Sekarang waktunya saya rebut kembali sabuk yang pernah menjadi milik saya,” demikian pernyataan Dricus du Plessis yang dikutip dari laporan MMA Fighting dan dipantau di Jakarta pada hari Minggu. Ungkapan tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi sang petarung setelah menunjukkan performa dominan sepanjang pertarungan. Dengan kemenangan ini, Dricus menunjukkan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi divisi kelas menengah UFC.

Performa Dominan dan Skor Telak

Dalam pertarungan yang berlangsung penuh semangat, Dricus berhasil mengendalikan jalannya laga dengan kombinasi pukulan yang efektif serta pertahanan yang sangat disiplin. Kontrol tempo pertarungan menjadi kunci utama yang memungkinkan petarung berusia muda ini mengamankan kemenangan mutlak. Para juri memberikan skor 50-45, 49-46, dan 49-46 yang menunjukkan dominasi jelas dari Dricus. Performa ini membuktikan bahwa petarung asal Afrika Selatan ini telah kembali ke level terbaiknya setelah beberapa bulan berlalu dari kekalahan terakhirnya.

“Sangat jarang saya mengalami malam yang buruk di sini, dan setiap orang mengalaminya sesekali, dan kurasa malam ini adalah malam buruk saya,” kata Kamaru Usman dalam wawancara seusai laga.

Kemenangan ini bukan sekadar kemenangan biasa bagi Dricus. Ini merupakan momen krusial yang membuktikan bahwa ia masih layak bersaing di level tertinggi divisi kelas menengah UFC. Setelah sebelumnya kehilangan sabuk juara, petarung Nigeria Selatan ini menunjukkan bahwa dirinya tidak akan mudah menyerah dalam upaya kembali ke puncak. Kemenangan telak atas Usman membuka jalan bagi Dricus untuk menatap Strickland sebagai target berikutnya dalam perebutan gelar kelas menengah.

Sejarah Gelar dan Tantangan ke Depan

Saat ini, sabuk juara kelas menengah UFC memang berada di tangan Sean Strickland. Petarung asal Amerika Serikat tersebut berhasil merebut gelar untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Khamzat Chimaev melalui keputusan terbelah pada UFC 328 yang diselenggarakan pada bulan Mei lalu. Kemenangan Strickland menandai berakhirnya masa kekuasaan Chimaev, yang sebelumnya berhasil merebut gelar dari Dricus du Plessis. Perjalanan panjang Dricus menuju puncak kelas menengah telah dipenuhi dengan tantangan-tantangan besar.

Sebelum era Strickland dan Chimaev, Dricus memangku gelar juara setelah mengalahkan Strickland pada UFC 297 di bulan Januari 2024. Ia kemudian berhasil mempertahankan sabuk juara saat menghadapi Israel Adesanya dan kembali mengalahkan Strickland dalam laga ulang. Namun, dominasinya berakhir setelah kalah dari Khamzat Chimaev pada UFC 319 pada Agustus 2025. Setiap kekalahan dan kemenangan dalam perjalanan Dricus telah membentuknya menjadi petarung yang lebih tangguh dan berpengalaman.

Usai laga, Dricus langsung mengarahkan pandangannya kepada Strickland sebagai target berikutnya. Ia menginginkan kesempatan untuk kembali merebut sabuk yang pernah menjadi miliknya. Selain itu, Dricus juga ingin menambah catatan kemenangan atas rival asal Amerika Serikat tersebut, mengingat ia telah dua kali mengalahkan Strickland dalam pertemuan sebelumnya. Duel trilogi antara kedua petarung ini berpotensi menjadi salah satu pertarungan terbesar di divisi kelas menengah UFC.

Reaksi Kamaru Usman dan Masa Depan

Di sisi lain, Kamaru Usman tidak sepenuhnya puas dengan hasil penilaian juri. Petarung asal Nigeria tersebut khususnya menyoroti kartu skor 50-45 yang menurutnya tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Ia juga menyinggung kemungkinan terkena tusukan jempol ke mata selama pertarungan berlangsung, yang mungkin mempengaruhi performa dan penilaian. Meskipun menelan kekalahan, Usman menegaskan bahwa ia belum memiliki niat untuk mengakhiri karier profesionalnya. Karier petarung berusia 38 tahun ini telah dihiasi berbagai pencapaian luar biasa, termasuk pernah menyandang gelar juara dunia UFC selama beberapa periode.

Dengan kemenangan meyakinkan atas Usman, Dricus du Plessis kini kembali berada di jalur yang tepat untuk perebutan gelar. Jika UFC mengabulkan tantangannya, duel trilogi melawan Strickland berpotensi menjadi salah satu pertarungan terbesar di divisi kelas menengah. Fans MMA dunia kini menantikan apakah petarung Afrika Selatan ini akan berhasil mengembalikan kejayaannya ataukah Strickland akan mempertahankan tahtanya. Masa depan kelas menengah UFC tampaknya akan ditentukan oleh pertarungan-pertarungan besar yang sedang menunggu untuk terjadi.

MORE FROM THIS CATEGORY